Dokter: Kulit Kentang Bisa Bantu Menurunkan Tekanan Darah

Dokter: Kulit Kentang Bisa Bantu Menurunkan Tekanan Darah

Selain efektif menurunkan berat badan, kentang juga memiliki potensi manfaat yang menarik untuk menurunkan tekanan darah. Menariknya, bagian paling kaya nutrisi dari kentang justru sering terbuang saat proses pengolahannya.

Dokter spesialis gizi klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, Sp.GK., menjelaskan bahwa kandungan kalium, vitamin C, dan antioksidan yang tinggi di dalam kentang sangat membantu mengontrol tekanan darah. Lantas, bagaimana penjelasan selengkapnya?

Antioksidan Paling Banyak Ada di Kulitnya

Kulit Kentang dan Kentang Bisa Menurunkan Tekanan Darah

“Jadi kalau kentang yang ada hubungannya dengan hipertensi sebenarnya dia bisa membantu untuk menurunkan hipertensi karena ada kandungan kaliumnya tadi,” ujar dr. Yaze di kanal TikTok detikHealth, Kamis (15/10/2026).

Sayangnya, banyak dari kita yang belum tahu bahwa nutrisi dan antioksidan tertinggi justru ada pada kulit kentang. Karena itu, dr. Yaze menyarankan konsumsi kentang utuh bersama kulitnya, asalkan sudah dicuci bersih dari sisa tanah sebelum diolah.

“Jadi antioksidannya itu, dia lebih banyak di kulitnya. Kalau bisa kita konsumsi sama kulitnya juga, tapi jangan lupa dibersihin. Dibersihin dulu tanah-tanahnya, baru habis itu kita konsumsi sama kulit-kulitnya,” imbau dr. Yaze.

Kenapa Kentang Bisa Menurunkan Tekanan Darah?

Cek Tekanan Darah Hipertensi secara Rutin

Menjelaskan cara kerjanya, dr. Yaze menyebutkan bahwa peran utama penurunan tensi ini berasal dari mineral kalium di dalamnya. Kalium bekerja efektif menetralkan kelebihan garam atau natrium di dalam darah kita.

“Sebenarnya karena kandungan kaliumnya tadi itu bisa menetralkan natrium yang ada di tubuh kita, di dalam darah. Akhirnya, dia bisa meregangkan dinding pembuluh darah, akhirnya tekanan darah bisa lebih stabil, lebih adem,” terangnya.

Mengingat manfaat ganda tersebut (yakni menjaga berat badan sekaligus menurunkan tekanan darah), dr. Yaze sangat merekomendasikan kentang sebagai pilihan karbohidrat harian bagi pengidap hipertensi.

“Selain bisa turun berat badan, tekanan darah kita jadi lebih terkontrol. Jadi boleh untuk pengidap hipertensi kalau misalnya karbo-nya mau diganti kentang, boleh banget,” tutur dr. Yaze.

Namun, Perhatikan Metode Memasaknya

Mashed Potato

dr. Yaze juga mengingatkan bahwa cara memasak sangat memengaruhi kandungan kalori kentang. Kentang goreng, misalnya, menyerap banyak minyak sehingga kalorinya jauh lebih tinggi ketimbang kentang rebus atau kukus.

“Jadi, cara pengolahan kentang juga tetap sangat berpengaruh. Kalau misalnya kentangnya diolahnya dengan digoreng, jadi kentang goreng, ya itu tetap saja kalorinya akan tinggi. Karena kan digoreng, di deep-fried lagi,” ujar dr. Yaze.

Menurut dr. Yaze, tekstur kentang yang berpori membuatnya mudah menyerap minyak. “Karena dia seperti spons, jadi menarik si minyak. Lemak jenuh, terus lemak trans, itu bakal banyak di kentang goreng,” beber dr. Yaze.

Tidak jarang, kentang juga dimasak menjadi mashed potato untuk variasi menu. Sayangnya, menurut dr. Yaze, hidangan ini rentan menjadi jebakan kalori berlebih akibat campuran bahan-bahan pembuatnya, seperti susu, mentega, krimer, atau mayones.

dr. Yaze pribadi lebih menyarankan kentang kukus jika tujuannya untuk menurunkan tekanan darah. “Lebih disarankan kayak dikukus, direbus, itu baru kalorinya akan lebih rendah,” pungkasnya.

Nah, sebagai langkah pencegahan atau pengobatan, Anda bisa rutin mengonsumsi Habbatus Sauda 4 in 1. Herbal ini diformulasikan dari kombinasi Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis, kombinasi yang secara empiris terbukti efektif menstabilkan tekanan darah.

Habbatus Sauda 4 in 1 200 Kapsul

BELI SEKARANG