Terapi bekam atau cupping therapy adalah metode pengobatan tradisional yang telah ada sejak ribuan tahun lalu, terutama di Timur Tengah. Salah satu klaim populer tentang bekam adalah kemampuannya untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Namun, apakah benar bekam dapat secara efektif menurunkan kolesterol? Kita akan mencoba mengupasnya dengan fakta ilmiah, bukti studi, dan hasil penelitian pada jurnal-jurnal yang berhubungan dengan terapi bekam dan kolesterol tinggi.
Sekilas Tentang Kolesterol Tinggi
Kolesterol adalah zat lemak yang secara alami diproduksi oleh hati dan juga didapatkan dari makanan. Dalam jumlah normal, kolesterol berfungsi penting bagi tubuh, seperti membentuk dinding sel, memproduksi hormon, hingga membantu metabolisme.
Namun, jika kadar kolesterol dalam darah terlalu tinggi, terutama kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, maka risiko terkena penyakit jantung, stroke, dan gangguan pembuluh darah lainnya pun meningkat. Kolesterol tambahan ini, biasanya kita dapat melalui asupan makanan.
Kondisi kadar kolesterol yang terlalu tinggi ini, biasa kita kenal sebagai hiperkolesterolemia, dan penanganannya melibatkan perubahan gaya hidup, konsumsi obat, dan aneka ragam pengobatan dan terapi alternatif, salah satunya terapi bekam yang akan kita bahas.
Apakah Bekam Efektif untuk Menurunkan Kadar Kolesterol?

Beberapa studi menunjukkan bahwa terapi bekam, khususnya bekam berjenis basah (wet cupping), bisa membantu menurunkan kadar kolesterol. Berikut adalah rangkuman dari beberapa penelitian-penelitian terbaru yang tersedia.
Penelitian dalam Journal of Acupuncture Research pada tahun 2023, mencoba mengevaluasi 30 pasien dengan hiperkolesterolemia yang menjalani terapi bekam basah. Lalu, bagaimana dengan hasilnya?
Dalam 10-14 hari setelah prosedur, rata-rata kadar kolesterol total pasien menurun hingga 16% lebih. Ini menjadi indikasi awal bahwa bekam bisa saja memiliki pengaruh dan manfaat terhadap metabolisme lipid.
Dalam penelitian lainnya di Biomedical and Pharmacology Journal pada tahun 2022, 92% peserta melaporkan perbaikan kondisi tubuh setelah menjalani bekam dalam dua minggu. Meski penurunan kolesterol total tidak terlalu besar, peneliti melaporkan terjadi perbaikan nyata pada profil lipid, termasuk kondisi berikut!
- Penurunan kadar kolesterol jahat.
- Penurunan trigliserida.
- Peningkatan kadar kolesterol baik.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Beberapa sumber berhipotesis bahwa bekam membantu merangsang sirkulasi darah, mengurangi stres oksidatif, dan mengeluarkan zat-zat proinflamasi dari tubuh, termasuk lipid yang teroksidasi, yang semuanya itu bisa berperan dalam menurunkan kolesterol.
Nah, studi-studi ini masih berskala kecil, tetapi layak untuk dicoba. Meski demikian, untuk memastikan efektivitas bekam terhadap kolesterol, mungkin masih diperlukan lebih banyak penelitian lanjutan. Di sisi lain, bekam adalah jenis terapi yang aman dan punya segudang manfaat lain yang telah teruji.
Ciri Darah Bekam pada Pasien Kolesterol Tinggi

Secara tradisional, terapis bekam meyakini bahwa kualitas darah yang keluar bisa memberi petunjuk tentang kondisi kesehatan pasien, termasuk tingginya kolesterol. Berikut ini adalah beberapa ciri khas darah hasil bekam pada pasien dengan kadar kolesterol tinggi.
- Darah yang keluar dari pasien kolesterol tinggi cenderung berwarna merah tua dan kehitaman. Terapis bekam meyakini bahwa warna ini menunjukkan banyaknya lemak dan racun dalam darah.
- Darah yang keluar bertekstur lebih kental, karena kolesterol tinggi mampu meningkatkan viskositas darah, hal ini terlihat dari darah bekam yang lebih lengket dan mengalir lebih lambat daripada darah sehat melalui sayatan kecilnya.
- Adanya gumpalan darah seperti jelly atau menyerupai agar-agar. Sebagian orang meyakini ini adalah endapan lemak atau kolesterol yang berhasil dikeluarkan.
- Terapis bekam meyakini bahwa penderita kolesterol tinggi biasanya mengeluarkan darah lebih banyak saat dibekam dibandingkan orang sehat.
- Bekas luka lebih sulit sembuh. Ini bisa menjadi indikasi bahwa metabolisme dan peredaran darah pasien kurang optimal akibat kolesterol tinggi.
Meski ciri-ciri ini bisa saja menggambarkan darah pada penderita kolesterol tinggi, tetapi hipotesis ini masih berlandaskan terapi tradisional. Tentunya, darah bekam tersebut belum mampu mencerminkan kadar dan kandungan kolesterol spesifik di dalam tubuh. Untuk mengeceknya, perlu pemeriksaan ke dokter.
Prosedur Bekam untuk Mengatasi Kolesterol Tinggi
Prosedur bekam basah untuk mengatasi kolesterol umumnya dilakukan di area punggung atas, lokasinya antara tulang belikat dan tulang belakang. Dalam terapi bekam, area ini dianggap sebagai tempat akumulasi dari darah kotor. Lalu, bagaimana tahapan dan prosedurnya?
- Sterilisasi area kulit, terapis akan membersihkan punggung terlebih dahulu menggunakan alkohol atau antiseptik untuk mencegah infeksi.
- Lalu, terapis akan memasang gelas khusus dan menyedotnya dengan pompa untuk menghasilkan tekanan negatif selama berkisar 3-5 menit. Hal ini akan menarik darah ke permukaan kulit.
- Setelah melepas gelas vakum, terapis akan memberi sayatan tipis menggunakan jarum steril atau pisau mikro pada kulit yang menggembung.
- Gelas vakum akan dipasang kembali untuk menyedot darah keluar dari area sayatan. Proses ini biasanya berlangsung 5-10 menit.
- Setelah proses selesai, terapis akan membersihkan darah, menutup luka dengan salep antibiotik, dan menutup kulit dengan kasa steril.
Tips Bekam untuk Pasien Kolesterol Tinggi
Terapi bekam umumnya aman jika yang melakukan praktik adalah praktisi berpengalaman dan bersertifikat, serta dengan peralatan yang steril. Namun, tidak semua orang cocok menjalani bekam. Ada beberapa kondisi yang tidak membolehkan seseorang berbekam.
- Orang dengan gangguan pembekuan darah.
- Pasien anemia berat.
- Ibu hamil pada trimester awal.
- Pasien dengan obat pengencer darah.
Nah, bekam tidak boleh kita jadikan sebagai pengganti pengobatan kolesterol utama, melainkan sebagai terapi pendukung saja. Pasien kolesterol tinggi juga bisa berikhtiar dengan Habbatus Sauda 4 in 1. Obat herbal dengan formulasi Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis ini terbukti secara empiris mampu membantu menurunkan kadar kolesterol jahat, sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik.

