Dokter: Daya Tahan Tubuh Lemah saat ISPA Berisiko Pneumonia

Dokter: Daya Tahan Tubuh Lemah saat ISPA Berisiko Pneumonia

Perpaduan antara kemarau dan polusi udara benar-benar menguji daya tahan tubuh kita dari ISPA. Faktanya, data Kementerian Kesehatan di bulan Agustus 2026 lalu mencatat adanya lonjakan ISPA yang tembus 400 ribu kasus hanya dalam sepekan.

Masalahnya, banyak orang menganggap batuk dan pilek akibat ISPA sebagai masuk angin biasa yang sembuh hanya dengan istirahat. Padahal, jika kita biarkan tanpa penanganan, ISPA bisa memicu penyakit yang jauh lebih parah seperti pneumonia bakteri.

ISPA Berisiko Jika Daya Tahan Tubuh Lemah

Daya Tahan Tubuh Lemah saat ISPA

Dokter keluarga sekaligus vaksinator, dr. Kristian Tjandra, menjelaskan bahwa infeksi pernapasan yang tidak terobati hingga tuntas berisiko memicu pneumonia bakteri. Hal ini, karena daya tahan tubuh lemah tak mampu membendung bakteri saat melawan ISPA.

Secara medis, ISPA bermula ketika virus menyerang pernapasan atas seperti hidung dan tenggorokan. Tubuh otomatis bekerja melawannya. Tapi, jika virus terus menumpuk, daya tahan tubug akan kelelahan hingga pertahanan saluran pernapasan turut melemah.

Kondisi imun yang melemah inilah yang dimanfaatkan oleh bakteri patogen seperti Streptococcus pneumoniae. Bakteri ini memicu infeksi sekunder atau kondisi second gate. Ibaratnya, saat penjaga tubuh sedang sibuk melawan virus, bakteri ini menyelinap dengan senyap.

“Virus itu gampang banget masuk ke dalam badan kita. Jadi, (daya) tahan tubuh turun kan. Bakteri dengan sangat mudahnya masuk sebagai second gate-nya,” ujar dr. Tjandra, melansir detikHealth, Kamis (24/9/2026).

Ada Potensi Pneumonia saat Bakteri Masuk

Pneumonia

Bakteri Streptococcus pneumoniae yang lolos ini tak hanya berhenti di tenggorokan. Mereka turun lebih dalam ke saluran pernapasan bawah hingga mencapai kantong udara di paru-paru yang bernama alveoli.

Di sini bahayanya. Bakteri di alveoli bisa memicu peradangan hebat, sehingga kantong udara yang seharusnya berisi oksigen, justru terisi cairan atau nanah. Akibatnya, pertukaran oksigen terganggu dan pasien akan mengalami sesak napas yang berat.

Untuk mencegah batuk pilek biasa memburuk menjadi pneumonia, dr. Tjandra mengimbau supaya kita tak menunda pemeriksaan ke dokter. Segera konsultasikan gejala yang muncul sebelum kondisinya bertambah parah.

“Pemeriksaan kesehatan rutin adalah kesempatan untuk melihat kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh, termasuk penyakit yang sudah ada, obat-obatan yang dikonsumsi, dan pemeriksaan lainnya yang mungkin diperlukan oleh dokter Anda,” ujarnya.

Penutup

Jadi, jika Anda atau keluarga mulai merasakan gejala ISPA, segera periksakan ke dokter. Sampaikan semua keluhan sekecil apa pun. Penanganan dini adalah kunci untuk mencegah bakteri ikut menyerang tubuh Anda.

Daya tahan tubuh yang kuat adalah kunci untuk menangkal infeksi penyakit. Untuk menjaga daya tahan tubuh tetap kuat, kita bisa rutin mengonsumsi Habbatus Sauda Habasyi HIU. Antioksidan thymoquinone di dalamnya, mampu menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Khasiat immunomodulator tersebut, bermanfaat dalam meningkatkan fungsi sel imun, mengatur produksi sitokin, efek antioksidan dan anti-inflamasi untuk melindungi sel-sel dari radikal bebas. Tertarik mencoba suplemen herbal alami ini?

Kapsul Habbatus Sauda

BELI SEKARANG