Gen Z Rentan Kolesterol, Penyebabnya Jajanan Kekinian Berikut!

Gen Z Rentan Kolesterol, Penyebabnya Jajanan Kekinian Berikut!

Makanan dan minuman kekinian memang melekat dengan gaya hidup Gen Z. Rasanya enak, estetik untuk medsos, dan gampang dicari. Namun, di balik tren FOMO kulineran ini, ternyata ada risiko Gen Z lebih rentan terkena kolesterol.

Coba cek riwayat jajanmu hari ini. Ada boba? Croffle? Atau mungkin seblak level 10? Nah, jika kita tilik bersama, kegiatan jajan ini ternyata bukanlah tren yang terjadi sekali atau dua kali saja. Lalu, seberapa bahaya sih efek kebiasaan jajan ini buat tubuh kita ke depannya?

Kenapa Gen Z Bisa Rentan Kolesterol?

Kenapa Gen Z Rentan Kolesterol? Karena Gaya Hidup

Generasi muda saat ini memang hidup di dunia yang serba cepat. Dari aktivitas yang padat, dikejar deadline tugas, ditambah kebiasaan nongkrong berjam-jam di kafe, bikin jajanan cepat saji menjadi pilihan yang paling logis dan praktis.

Belum lagi, algoritma media sosial juga punya peran besar. Setiap hari kita disuguhi review makanan viral yang bikin ngiler. Masalahnya, kebanyakan makanan viral ini masuk kategori fast food atau ultra-processed food (makanan ultra-proses).

Bisa kita tebak, kebanyakan jajanan tersebut berisi lemak jenuh, gula, dan lemak trans. Kalau kita biarkan, pola makan yang tidak seimbang ini akan perlahan menaikkan kadar LDL alias kolesterol jahat yang bisa memicu penyumbatan pembuluh darah sejak dini.

Apa Itu Kolesterol dan Kenapa Bahaya?

Ilustrasi Kolesterol yang Menempel di Pembuluh Darah

Nah, sebelum panik, kolesterol itu sebetulnya tak selalu jahat. Tubuh kita sendiri justru butuh kolesterol sebagai fondasi untuk membangun sel baru dan memproduksi sejumlah hormon yang penting bagi metabolisme.

Masalahnya ada pada pola makan kita. Hati mengirim kolesterol ke seluruh tubuh dengan bantuan partikel LDL. Kalau kita sering jajan sembarangan, jumlah LDL bisa membludak, macet, lalu menempel di dinding pembuluh darah. Inilah yang kita sebut dengan kolesterol jahat.

Sebaliknya, ada juga partikel HDL atau yang kerap kita sebut dengan kolesterol baik. Ia bertugas membersihkan kelebihan kolesterol dari darah dan membawanya kembali ke hati untuk diolah dan dibuang dari tubuh.

Jajanan Kekinian yang Bisa Memicu Kolesterol

Menurut banyak riset dari American Heart Association (AHA) hingga Harvard Health, penyebab Gen Z rentan kolesterol itu biasanya bersumber dari lemak jenuh hewani, asupan tinggi gula, hingga fast food atau makanan ultra-proses.

Parahnya, cukup banyak jajanan kekinian Gen Z yang masuk kategori bahaya ini. Nah, mengutip dari detikHealth, beberapa makanan kekinian yang bikin Gen Z rentan kolesterol, antara lain sebagai berikut.

  • Minuman boba hingga kopi susu aren: Tingginya lemak jenuh di minuman ini biasanya datang dari penggunaan susu full cream, krimer kental manis, hingga campuran mentega (seperti pada varian kopi butter tertentu).
  • Aneka dessert (croffle, donat, dan jajanan creamy): Tekstur renyahnya biasanya berasal dari penambahan mentega atau margarin dalam jumlah besar. Belum lagi tambahan topping krim, saus manis, atau keju lumer yang bikin lemaknya makin berlipat ganda.
  • Ayam goreng crispy dan makanan cepat saji: Bukan rahasia lagi, jajanan jenis ini sering digoreng dengan metode deep-frying menggunakan minyak yang dipakai berulang kali. Alhasil, pemasakannya bisa menyisakan lemak trans yang tinggi.
  • Seblak dan jajanan pedas viral: Isian seperti telur, sosis goreng, hingga ceker bikin kadar lemaknya melonjak tak terkendali. Apalagi, kerupuk basah yang menjadi bahan utamanya juga sangat mudah menyerap minyak saat ditumis.
  • Corndog dan camilan serba keju: Keju olahan yang melimpah pada jajanan ini sangat kaya akan lemak jenuh. Sesekali jajan ini mungkin tidak masalah, tapi kalau keseringan, kolesterol bisa dengan mudah naik.

Batasi Jajanan Penyebab Kolesterol Sejak Dini

Tidak heran jika kolesterol tinggi mendapat julukan sebagai silent killer. Gejalanya biasanya tak terasa,namun tiba-tiba plak pembuluh darah sudah menumpuk sejak remaja. Jika kita biarkan terus-menerus, risiko serangan jantung dan stroke di usia dewasa bisa naik drastis.

Tentu, kita tetap boleh mengonsumsinya. Namun kuncinya, atur porsi dan batasi frekuensi jajannya. Boleh ikutan tren kuliner, asal jangan jadikan fast food dan minuman manis sebagai menu setiap hari.

Sebagai ikhtiar lanjutan, Habbatus Sauda 4 in 1 juga bisa menjadi opsi untuk menjaga kadar kolesterol tetap normal. Formula Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis di dalamnya, terbukti secara empiris berkhasiat untuk kesehatan pembuluh darah dan metabolisme lemak.

Habbatus Sauda 4 in 1 200 Kapsul

BELI SEKARANG