Fenomena Naiknya Gula Darah saat Pagi pada Penderita Diabetes

Fenomena Naiknya Gula Darah saat Pagi pada Penderita Diabetes

Diabetes ialah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Namun, ada fenomena unik di mana gula darah akan melonjak tajam saat pagi hari. Nah, kondisi ini populer dengan sebutan dawn phenomenon atau fenomena fajar.

Fenomena ini dipicu oleh hormon yang diproduksi tubuh setiap pagi sebagai persiapan beraktivitas. Namun, bagi penderita diabetes, hormon tersebut kadang justru memicu lonjakan gula darah yang tak terkendali.

Faktanya, fenomena fajar ini sangat umum terjadi. Mengutip laman Cleveland Clinic, berbagai riset kesehatan menunjukkan bahwa lebih dari separuh penderita diabetes, baik itu tipe 1 maupun tipe 2, pernah mengalami fenomena ini di pagi hari.

Gejala Naiknya Gula Darah saat Pagi Hari

Tantangan utama diabetes pada tahap awal adalah sifatnya yang asimtomatik atau tidak menunjukkan gejala yang jelas. Banyak yang tak sadar jika kadar gula darahnya sudah tinggi. Tanpa penanganan, fenomena fajar bisa memicu berbagai keluhan fisik lanjutan.

Untuk memastikannya, pemeriksaan medis tentu menjadi pilihan utama. Namun, ada beberapa tanda atau gejala tingginya gula darah (hiperglikemia) yang biasanya langsung terasa sesaat setelah bangun tidur, di antaranya sebagai berikut.

1. Rasa Lelah yang Tak Hilang

Lelah saat Bangun Tidur, Gejala Gula Darah Naik saat Pagi

Meski sudah tidur semalaman, penderita diabetes kerap terbangun dengan tubuh yang terasa sangat lelah. Melansir dari Mayo Clinic, hal ini terjadi lantaran tingginya kadar gula dalam darah membuat tubuh kesulitan menggunakan glukosa sebagai energi.

Selain itu, rasa lelah tersebut juga semakin parah oleh dehidrasi, karena tubuh biasanya terlalu banyak mengeluarkan cairan di malam hari. Frekuensi buang air kecil pada penderita diabetes sering kali meningkat di malam hari.

2. Rasa Haus yang Kuat

Sering terbangun di pagi hari dengan tenggorokan yang terasa sangat kering? Rasa haus berlebihan atau polidipsia adalah respons otomatis tubuh yang sedang berjuang menurunkan kadar gula darah yang tinggi.

Ginjal harus bekerja dengan ekstra keras untuk menyaring dan membuang kelebihan glukosa tersebut. Proses ini menarik banyak sekali cairan dari dalam tubuh, sehingga memicu dehidrasi dan rasa haus yang intens.

3. Sering Buang Air Kecil

Sering Buang Air

Sebagai efek domino dari gejala sebelumnya, penderita juga kerap mengalami poliuria alias sering buang air kecil. Kondisi ini kadang mengganggu waktu tidur dari malam hingga pagi hari.

Penyebabnya pun sama; tingginya glukosa membuat ginjal harus membuang ekstra cairan, sehingga jumlah urine pun meningkat drastis. Efeknya di pagi hari, tubuh akan merasa haus yang kuat.

4. Pandangan Terasa Kabur

Kadar gula darah yang melonjak tak hanya memengaruhi ginjal saja, tetapi juga bisa menarik cairan dari jaringan tubuh lain, termasuk lensa mata. Akibatnya, kemampuan mata untuk fokus menjadi terganggu dan pandangan terasa kabur di pagi hari.

Jika berlarut-larut, kondisi ini bahkan berisiko merusak pembuluh darah di bagian retina mata. Diabates juga dapat memicu terbentuknya pembuluh darah baru di retina dan bagian belakang mata.

5. Sakit Kepala Berulang

Ilustrasi Sakit Kepala atau Pusing

Sakit kepala, baik ringan maupun berat, sering kali menjadi sinyal alarm dari tubuh. Jika keluhan ini muncul di pagi hari, hal tersebut bisa menjadi pertanda jelas bahwa kadar gula darah sedang melonjak drastis atau justru anjlok terlalu rendah.

6. Rasa Lapar yang Luar Biasa

Gejala lain dari gula darah yang naik saat pagi hari adalah rasa lapar yang luar biasa. Tubuh penderita diabetes umumnya tidak memproduksi cukup insulin atau tidak meresponsnya dengan baik. Padahal, hormon inilah yang bertugas mengolah glukosa dari makanan menjadi energi.

Akibatnya, glukosa hanya menumpuk di dalam darah dan gagal digunakan. Kondisi ini sering membuat tubuh penderitanya merasa kehabisan energi, sehingga meresponsnya dengan memicu rasa lapar yang luar biasa (polifagia).

Langkah Pencegahan Dawn Phenomenon

Untungnya, fenomena fajar ini bisa Anda kontrol dengan penyesuaian gaya hidup dan rutinitas sehari-hari, agar risiko komplikasi bisa Anda hindari. Beberapa langkah sederhana yang bisa kamu terapkan antara lain, sebagai berikut.

  • Majukan jam makan malam. Cobalah untuk menyelesaikan makan malam lebih awal, misalnya sekitar pukul 6 sore.
  • Biasakan makan malam di jam yang teratur setiap harinya. Pilih menu yang kaya akan serat dan protein murni.
  • Jauhi camilan malam yang mengandung karbohidrat sederhana seperti roti tawar atau nasi putih sesaat sebelum tidur.
  • Sempatkan berolahraga ringan di sore hari, seperti jalan santai atau bersepeda.

Jika cara mandiri di atas belum cukup dan fenomena ini terus berulang, dokter biasanya akan merekomendasikan intervensi medis tambahan berupa penyesuaian jadwal minum obat, perubahan dosis, atau anjuran pemberian dosis ekstra khusus bagi pengguna pompa insulin.

Selain itu, Anda juga bisa berikhtiar menjaga kadar gula darah dengan produk herbal Habbatus Sauda 4 in 1. Formula Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis, terbukti empiris berkhasiat untuk menjaga kadar gula dan daya tahan tubuh.

Habbatus Sauda 4 in 1 200 Kapsul

BELI SEKARANG