Momen Idul Adha memang selalu identik dengan daging. Dari semua olahan yang ada, jeroan hewan kurban layaknya hati, ampela, usus, dan paru kerap menjadi incaran utama. Padahal, jeroan berisiko bikin asam urat kambuh jika konsumsinya berlebihan.
Ketimbang dengan daging pada umumnya, jeroan memang punya daya tarik tersendiri. Teksturnya jauh lebih empuk, bumbunya mudah meresap saat dimasak, dan rasanya sangat gurih. Namun begitu, kita perlu tahu batasan dan tak kalap saat memakannya.
Dokter spesialis penyakit dalam dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Ray Rattu, Sp.P.D., mengingatkan masyarakat agar tetap menahan diri. Konsumsi jeroan yang berlebihan terbukti secara medis bisa memicu lonjakan kadar asam urat secara instan.
Kenapa Jeroan Bisa Bikin Kambuh Asam Urat?

Menurut dr. Ray, jeroan secara alami mengandung protein dan senyawa bernama purin dalam kadar yang tinggi. Saat kita makan jeroan, tubuh akan mencerna protein dan purin tersebut, tanpa terkecuali.
Nah, proses pencernaan ini akan menghasilkan energi, tetapi juga akan meninggalkan sisa metabolisme berupa asam urat. “Asam urat atau uric acid itu adalah hasil metabolisme terhadap protein yang mengandung kadar purin tinggi,” ucap dr. Ray, melansir dari detikHealth.
Banyak yang mengira purin hanya ada pada sayuran hijau atau emping. Padahal, meski tidak setinggi kacang-kacangan tertentu, kandungan purin dalam organ dalam hewan juga tak bisa dianggap sepele bagi yang punya riwayat asam urat.
Konsumsi jeroan secara berlebihan akan memaksa kadar asam urat naik drastis. “Bagi yang (asam uratnya) normal, kadarnya bisa tiba-tiba menjadi tinggi. Sementara bagi yang sudah tinggi, bisa makin tinggi sekali. Hal ini yang memang harus sangat dihindari,” tegas dr. Ray.
Berapa Batas Makan Jeroan yang Aman?
Pertanyaannya, apakah kita benar-benar harus musuhan dengan jeroan? Tentu saja tidak. Masalah kesehatan baru akan muncul jika jeroan menjadi menu yang rutin atau Anda makan dalam porsi yang serampangan.
Menurut berbagai panduan dari ahli gizi, menikmati jeroan sebaiknya terbatas maksimal satu kali saja dalam seminggu. Syaratnya, jangan dipanaskan dan dimakan lagi untuk sarapan, makan siang, dan makan malam selama berhari-hari.
Lantas, kenapa jumlahnya harus sangat terbatas padahal jeroan juga kaya akan gizi? Memang betul, jeroan mengandung banyak vitamin dan mineral esensial. Namun, pendamping nutrisi tersebut adalah lemak jenuh, kolesterol, dan purin.
Tubuh manusia memiliki kapasitas maksimal dalam memproses zat-zat harian. Jika asupan purin dan kolesterol masuk secara bertubi-tubi, melebihi kapasitas tubuh untuk mengurainya, zat-zat sisa ini akan menumpuk di dalam aliran darah dan memicu berbagai keluhan kesehatan.
Dampak Negatif Makan Jeroan Berlebihan
Walau rasanya memanjakan lidah, kebiasaan makan jeroan berlebihan membawa dampak yang tidak sepele. Berikut adalah tiga risiko kesehatan utama yang harus Anda waspadai jika kalap mengonsumsi jeroan.
1. Serangan Asam Urat

Seperti yang sudah dijelaskan, jeroan sangat kaya akan purin. Jikalau Anda sering makan organ jeroan layaknya ginjal, paru, atau hati, tubuh akan menghasilkan asam urat dalam jumlah yang sangat masif.
Ketika kadar asam urat di dalam darah terlalu tinggi dan ginjal kewalahan membuangnya melalui urine, asam urat ini akan mengkristal. Kristal-kristal tajam ini biasanya mengendap di area persendian, terutama di jempol kaki, pergelangan kaki, atau lutut.
Endapan inilah yang memicu serangan asam urat yang ditandai dengan rasa nyeri hebat, bengkak yang terasa panas, dan kemerahan. Untuk itu, konsumsi jeroan bagi yang punya riwayat asam urat tetap harus dibatasi.
2. Kolesterol Naik

Jeroan adalah penyumbang kolesterol yang sangat besar. Sebagai gambaran, 100 gram hati sapi saja sudah mengandung sekitar 370 mg kolesterol. Angka ini jauh melewati batas aman dalam American Heart Association, yakni kurang dari 300 mg per hari.
Tubuh kita pada dasarnya membutuhkan kolesterol untuk memproduksi hormon. Tetapi, asupan lemak jenuh dan kolesterol berlebih dari jeroan akan menumpuk di dinding pembuluh darah. Seiring waktu, penumpukan ini membentuk plak yang membuat pembuluh darah menyempit.
3. Keracunan Vitamin A
Organ hati hewan, khususnya sapi dan kambing, adalah salah satu sumber vitamin A tertinggi di dunia. Dalam jumlah yang tepat, vitamin A sangat bagus untuk kejernihan mata dan sistem imun. Namun, sesuatu yang berlebihan tidak pernah berujung baik.
Memakan hati hewan terlalu banyak justru bisa memicu kondisi yang bernama hipervitaminosis A, atau keracunan karena kelebihan vitamin A. Hanya dalam 100 gram hati sapi, terdapat lebih dari 16.000 IU vitamin A, padahal batas amannya tidak lebih dari 10.000 IU per hari.
Saat tubuh mengalami kelebihan vitamin A, Anda bisa merasakan sakit kepala parah, mual, muntah, kulit yang mengering, hingga gangguan fungsi hati. Risiko ini bahkan sangat fatal bagi ibu hamil, karena bisa meningkatkan risiko cacat lahir pada janin.
Penutup
Jeroan memang nikmat dan bergizi, tapi tidak bisa kita jadikan sebagai menu rutin. Kandungan lemak, kolesterol, dan purinnya yang tinggi membuat makanan ini perlu kita konsumsi dengan bijak. Hal ini untuk mencegah asam urat dan potensi penyakit lainnya.
Jika Anda sering mengalami nyeri sendi yang tidak biasa, kaku di pagi hari, atau nyeri mendadak yang sangat hebat, segera konsultasikan ke tenaga medis untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai.
Keluhan nyeri sendi akibat asam urat juga bisa diobati dengan konsumsi Habbatus Sauda 4 in 1. Kapsul herbal yang memformulasikan Nigella sativa, Olea europaea, VCO, dan propolis, memiliki efek anti-inflamasi alami dan bisa membantu meredakan radang pada sendi.

