Bikin Asam Urat Naik, Berapa Batas Makan Jeroan yang Aman?

Bikin Kolesterol Naik, Berapa Intensitas Makan Jeroan yang Aman?

Di balik rasanya yang nikmat, jeroan sering terkena tuding sebagai penyebab asam urat kambuh. Banyak orang yang akhirnya ragu. Ingin menikmati, tapi takut sendi mendadak nyeri. Lantas, sebenarnya berapa batas makan jeroan yang masih tergolong aman untuk kesehatan?

Jeroan memang punya tempat tersendiri di hati pecinta kuliner Nusantara. Dari warung tenda pinggir jalan, hingga menjadi hidangan khas di hari raya, jeroan kerap jadi menu andalan yang sangat menggoda selera.

Membedah Kandungan Gizi dalam Jeroan

Intensitas Makan Jeroan yang Aman

Jeroan adalah organ dalam hewan yang biasa dikonsumsi sebagai makanan, seperti hati, jantung, paru, limpa, ginjal, ampela, babat, hingga otak. Di Indonesia, jeroan bukan sekadar makanan alternatif, tetapi bagian dari tradisi kuliner yang diwariskan turun-temurun dan banyak dijajakan.

Menariknya, jeroan bukan hanya soal rasa. Dari sisi gizi, jeroan termasuk bahan pangan yang sangat padat nutrisi. Bahkan, banyak ahli menyebutnya sebagai nutrient-dense food atau makanan dengan kandungan gizi tinggi dalam porsi kecil.

  • Vitamin larut lemak seperti vitamin A, D, E, dan K.
  • Vitamin B kompleks, terutama vitamin B12 dan folat yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah dan fungsi saraf.
  • Mineral penting seperti zat besi, fosfor, seng, selenium, dan magnesium.
  • Protein hewani berkualitas tinggi yang dibutuhkan untuk pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh.

Dari sini terlihat bahwa jeroan sebenarnya bukan makanan jahat. Dalam jumlah tertentu, dia justru bisa membantu memenuhi kebutuhan gizi tubuh, terutama zat besi dan vitamin B12 yang cukup sulit kita dapati dari sumber nabati.

Berapa Batas Makan Jeroan yang Aman?

Kuliner Jeroan

Masalahnya baru akan muncul saat jeroan dikonsumsi terlalu sering atau dalam porsi berlebihan. Menurut berbagai pakar gizi, termasuk yang kami rangkum dari laman Healthy Eating, konsumsi jeroan sebaiknya terbatas tidak lebih dari satu kali dalam seminggu.

Artinya, menikmati sate hati ayam atau sambal goreng ampela sesekali masih tergolong aman, selama tidak menjadi menu rutin harian. Nah, lantas kenapa jumlah makan jeroan yang aman terbatas? Bukannya jeroan kaya akan gizi?

Meskipun kaya nutrisi, jeroan juga mengandung lemak jenuh, kolesterol, dan purin dalam jumlah tinggi. Tubuh kita hanya mampu mengolah zat-zat tersebut dalam batas tertentu. Jika asupannya berlebihan, sisa yang tak terpakai justru akan menumpuk dan memicu masalah kesehatan.

Anjuran pembatasan ini juga sejalan dengan prinsip gizi seimbang dari Kementerian Kesehatan, yang menekankan pentingnya variasi makanan dan porsi yang cukup. Bukan berlebihan pada satu jenis pangan tertentu.

Bahaya Makan Jeroan Terlalu Banyak

Walau bergizi, konsumsi jeroan berlebihan bisa membawa dampak yang tidak sepele. Berikut beberapa risiko kesehatan yang paling sering dikaitkan dengan kebiasaan makan jeroan terlalu sering.

1. Memperparah Asam Urat

Ilustrasi Penyakit Asam Urat

Bagi penderita asam urat, jeroan termasuk makanan yang sebaiknya kita hindari atau kita batasi. Alasannya, jeroan mengandung purin dalam kadar yang sangat tinggi. Di dalam tubuh, purin akan terpecah dan menjadi asam urat penyebab nyeri sendi.

Jika kadar asam urat meningkat dan tidak terbuang dengan baik, kristalnya bisa mengendap di sendi. Inilah yang memicu nyeri hebat, bengkak, rasa panas, dan kemerahan yang khas pada serangan gout.

Nah, beberapa jenis jeroan dengan kandungan purin tinggi antara lain hati, ginjal, paru, jantung, dan ampela. Semakin sering dikonsumsi, semakin besar pula risiko kambuhnya nyeri sendi.

2. Kolesterol Tinggi

Ilustrasi Pembuluh Darah Menyempit akibat Kolesterol

Jeroan juga terkenal memiliki kadar kolesterol yang cukup tinggi. Sebagai gambaran, 100 gram hati sapi dapat mengandung sekitar 370 miligram kolesterol, sementara batas aman kolesterol harian menurut American Heart Association adalah kurang dari 300 miligram per hari.

Tubuh memang membutuhkan kolesterol untuk membentuk hormon dan membran sel. Namun, jika asupannya berlebihan, terutama dari lemak jenuh maka kolesterol bisa menumpuk di dinding pembuluh darah.

Penumpukan ini membentuk plak aterosklerosis yang mempersempit aliran darah. Dampaknya, risiko penyakit jantung koroner, stroke, dan tekanan darah tinggi pun meningkat.

World Health Organization (WHO) sendiri merekomendasikan agar asupan lemak tidak melebihi 30% dari total kebutuhan energi harian kita. Pada kebutuhan 2.000 kalori per hari, ini setara dengan sekitar 67 gram lemak.

3. Kelebihan Vitamin A

Hati hewan, terutama hati sapi dan kambing, merupakan salah satu sumber vitamin A tertinggi. Dalam jumlah cukup, vitamin A sangat bermanfaat untuk kesehatan mata, kulit, dan sistem kekebalan tubuh.

Namun, konsumsi berlebihan justru bisa memicu hipervitaminosis A atau keracunan vitamin A. Menurut National Institutes of Health (NIH), batas yang aman konsumsi vitamin A adalah tidak lebih dari 10.000 IU per hari.

Sebagai perbandingan, 100 gram hati sapi bisa mengandung lebih dari 16.000 IU vitamin A. Jika dikonsumsi terlalu sering, kelebihan vitamin A dapat menyebabkan sakit kepala, mual, muntah, kulit kering, nyeri tulang, hingga gangguan fungsi hati.

Risikonya bahkan lebih serius bagi ibu hamil. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan vitamin A berlebih saat kehamilan bisa meningkatkan risiko cacat lahir, terutama pada organ jantung, ginjal, dan sistem saraf janin.

Penutup

Jeroan memang nikmat dan bergizi, tapi tidak bisa kita jadikan sebagai menu harian. Kandungan lemak, kolesterol, dan purinnya yang tinggi membuat makanan ini perlu kita konsumsi dengan bijak. Hal ini untuk mencegah asam urat dan potensi penyakit lainnya.

Jika Anda sering mengalami nyeri sendi yang tidak biasa, kaku di pagi hari, atau nyeri mendadak yang sangat hebat, segera konsultasikan ke tenaga medis untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai.

Keluhan nyeri sendi akibat asam urat juga bisa diobati dengan konsumsi Habbatus Sauda 4 in 1. Kapsul herbal yang memformulasikan Nigella sativa, Olea europaea, VCO, dan propolis, memiliki efek anti-inflamasi alami dan bisa membantu meredakan radang pada sendi.

Habbatus Sauda 4 in 1 200 Kapsul

BELI SEKARANG