Khasiat dan Kelebihan Beras Merah untuk Penderita Diabetes

Khasiat dan Kelebihan Beras Merah untuk Penderita Diabetes

Banyak yang mengatakan kalau beras merah baik untuk penderita diabetes. Bahkan, dokter dan ahli gizi sering merekomendasikan nasi merah untuk menggantikan nasi putih. Lalu, apa saja khasiat dan kelebihan beras merah untuk penderita diabetes?

Beras merah dan beras putih, sebetulnya adalah beras yang berasal dari padi yang sama. Hanya saja, keduanya punya perbedaan dalam pengolahan dan pemrosesannya. Beras merah masih berbentuk biji utuh, ia hanya mengalami sekali saja pengelupasan kulit padi.

Proses tersebut, membuat lapisan dedak dan kulit arinya tetap utuh. Kedua bagian tersebut, menurut beberapa sumber adalah bagian paling bergizi dari bulir beras. Lapisan ini juga yang memberi warna merah agak cokelat pada beras.

Alasan Kenapa Beras Merah Cocok untuk Penderita Diabetes

Beras Merah untuk Penderita Diabetes

Beras merah termasuk dalam kelompok karbohidrat kompleks yang memiliki indeks glikemik (IG) rendah. Sebagai perbandingan, beras putih memiliki indeks glikemik sebesar 72, sementara beras merah hanya sekitar 55 saja.

Makanan dengan IG rendah (kurang dari 55) membuat gula darah naik secara perlahan, tidak melonjak drastis setelah makan. Hal ini sangat penting bagi penderita diabetes yang harus menjaga kestabilan gula darahnya sepanjang hari.

Selain itu, beras merah mengalami lebih sedikit proses penggilingan ketimbang beras putih. Lapisan kulit ari (bran) dan embrio (germ) di beras merah masih utuh, sehingga kandungan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan-nya lebih tinggi.

Saat kita membandingkan nasi putih dan nasi merah dalam konteks diabetes, pilihan yang lebih bagus memang jatuh pada beras merah. Namun, ini bukan berarti nasi putih tidak sehat, ya. Penderita diabetes masih bisa mengonsumsi nasi putih, tetapi dengan sedikit penyesuaian.

Beragam Khasiat Beras Merah untuk Penderita Diabetes

Selain mempunyai indeks glikemik yang rendah, beras merah juga menyimpan banyak khasiat bagi penderita diabetes. Berikut beberapa manfaatnya yang layak untuk dipertimbangkan. Apa saja?

1. Merangsang Sensitivitas Insulin

Penelitian di dalam Preventive Nutrition and Food Science menunjukkan bahwa ekstrak beras merah dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Artinya, tubuh penderita diabetes bisa lebih baik dalam memanfaatkan gula darah sebagai energi, sehingga kadar gula lebih mudah terkendali.

Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas. Tugas utamanya adalah membuka pintu bagi sel-sel tubuh agar gula (glukosa) dari darah bisa masuk dan dimanfaatkan sebagai energi. Karena gula tak menumpuk di aliran darah, kadar gula darah menjadi lebih stabil.

2. Serat Menstabilkan Gula Darah

Serat dalam beras merah bekerja layaknya spons atau gel di dalam saluran pencernaan. Ia memperlambat pemecahan karbohidrat menjadi glukosa. Karena proses penyerapan glukosa berjalan lebih lambat, gula tidak akan langsung membanjiri aliran darah.

Dengan begitu, penderita diabetes dapat terhindar dari lonjakan gula darah setelah makan (postprandial spike), yang sering memicu komplikasi jangka panjang. Hal ini sangat berbahaya bagi penderita diabetes, karena bisa merusak pembuluh darah dan saraf seiring waktu.

3. Membantu Menjaga Berat Badan

Dokter sering menyarankan penderita diabetes untuk menjaga berat badan. Kandungan serat tinggi di dalam beras merah, memberikan efek kenyang lebih lama, sehingga asupan kalori harian bisa terkendali.

Nah, dengan makan nasi merah, penderita diabetes cenderung lebih jarang lapar atau ngemil berlebihan. Nasi merah mampu mengisi ruang lambung, seratnya bisa menyerap air dan mengembang. Kehadiran massa ini, membuat otak mengira tubuh dalam keadaan kenyang.

4. Lebih Kaya Nutrisi

Beras merah kaya akan senyawa fenolik dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan alami. Fungsinya untuk menangkal radikal bebas penyebab kerusakan sel, mengurangi risiko komplikasi diabetes, hingga mendukung kinerja sistem imun.

Beras merah juga mengandung berbagai zat gizi penting, di antaranya vitamin B kompleks, magnesium, hingga mangan. Kombinasi gizi ini berkhasiat dalam mendukung metabolisme gula dan merangsang sensitivitas insulin.

Cara Sehat Mengolah Beras Merah untuk Penderita Diabetes

Meskipun sehat, cara mengolah beras merah juga perlu Anda perhatikan agar manfaatnya optimal. Tujuannya supaya serat dan kandungan gizi beras merah tetap terjaga. Berikut cara sehat mengolah beras merah bagi penderita diabetes.

  • Pilih beras merah utuh (whole grain) yang bebas bahan pengawet.
  • Rendam 30-60 menit sebelum dimasak untuk mempercepat proses pemasakan nantinya dan melunakkan tekstur.
  • Masak tanpa tambahan garam, gula, atau santan berlebihan yang bisa memengaruhi kadar gula darah.
  • Kombinasikan dengan protein sehat dan sayuran. Contohnya ikan bakar, tahu dan tempe kukus, atau ayam tanpa kulit plus sayuran hijau.
  • Konsumsi dalam porsi terkontrol (sekitar 100-150 gram per porsi, sesuai anjuran ahli gizi).
  • Jika memungkinkan, konsumsi nasi merah yang sudah dingin saja. Proses pendinginan membentuk resistant starch yang menurunkan nilai IG, sehingga lebih ramah bagi penderita diabetes.

Namun, perlu diingat bahwa konsumsi beras merah tetap harus diimbangi dengan pola makan seimbang, olahraga teratur, dan konsultasi rutin dengan ahli kesehatan. Dengan begitu, manfaat beras merah juga bisa lebih terasa.

Penderita juga bisa berikhtiar dengan Habbatus Sauda 4 in 1 untuk menjaga kadar gula darah tetap normal. Produk yang telah mengantongi izin edar BPOM ini terbuat dari Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis yang terbukti berkhasiat untuk menjaga gula darah.

Habbatus Sauda 4 in 1 200 Kapsul

BELI SEKARANG