Asma merupakan salah satu penyakit pernapasan kronis yang menyerang jutaan orang di seluruh dunia. Gejala yang umum dirasakan antara lain sesak napas, batuk, dada terasa berat, hingga napas mengi dan berbunyi. Di luar hal itu, penderitanya kerap menggunakan humidifier sebagai alat bantu untuk meredakan asma.
Kambuhnya gejala asma bisa terpicu oleh berbagai faktor, termasuk udara yang terlalu kering, dingin, atau mengandung banyak debu dan alergen. Salah satu solusi rumahan yang kini semakin populer untuk membantu meredakan gejalanya adalah humidifier atau pelembap udara.
Bagaimana Cara Kerja Humidifier?

Humidifier adalah perangkat elektronik yang berfungsi untuk menambah kelembapan udara di suatu ruangan. Alat ini sangat bermanfaat terutama saat musim kemarau atau di lingkungan ber-AC yang cenderung bisa membuat udara menjadi sangat kering.
Udara yang kering ini dapat menyebabkan berbagai keluhan kesehatan, mulai dari bibir pecah-pecah, kulit kering, iritasi hidung dan tenggorokan, serta memperparah kondisi pernapasan seperti pada penderita asma. Karena hal itu, humidifier agaknya bisa menjadi solusi murah yang sangat tepat.
Cara kerja humidifier cukup sederhana, alat ini mengubah air menjadi uap dan menyebarkannya ke udara, sehingga tingkat kelembapan ruangan meningkat. Dengan udara yang lebih lembap, saluran pernapasan tidak mudah mengalami iritasi, dan lendir pun bisa keluar lebih mudah, membantu meredakan sesak napas.
Manfaat Humidifier untuk Penderita Asma

Melansir dari laman Cleveland Clinic, Dr. Kathrin Nicolacakis mengatakan bahwa kondisi udara yang terlalu kering dapat menyebabkan gangguan pada hidung dan paru-paru, sehingga memperburuk gejala asma. Bahkan, udara yang terlalu kering tak jarang juga bisa mengganggu pernapasan orang yang sehat.
Udara kering membuat saluran pernapasan kehilangan kelembapan alaminya, memicu iritasi, dan meningkatkan sensitivitas terhadap alergen di udara. Humidifier, jika kita gunakan dengan tepat, dapat memberikan beberapa manfaat bagi penderita asma, antara lain sebagai berikut.
- Meredakan iritasi saluran pernapasan, udara lembap membantu menjaga kelembapan mukosa di hidung dan tenggorokan.
- Mengurangi gejala batuk kering, terutama saat malam hari, saat tubuh lebih rentan terhadap udara dingin dan kering.
- Membantu melegakan napas, terutama bagi penderita asma yang sering kambuh saat cuaca dingin atau saat tidur malam.
- Mengurangi potensi paparan alergen, karena dengan kelembapan yang tepat, debu bisa lebih cepat mengendap ke lantai dan tidak beterbangan di udara.
Namun, perlu dicatat bahwa penggunaan humidifier yang tidak tepat juga bisa menimbulkan masalah baru. Udara yang selalu dan terlalu lembap bisa memicu pertumbuhan jamur, lumut, dan tungau, semuanya juga merupakan pemicu umum asma.
Tips Penggunaan Humidifier untuk Penderita Asma

Penggunaan humidifier yang salah, justru bisa menghilangkan potensi terbaik dari alat ini. Bahkan, seperti pembahasan sebelumnya, penggunaan yang salah juga dapat memicu dampak negatif terhadap asma itu sendiri. Berikut ini, adalah tips menggunakan humidifier yang tepat bagi penderita asma.
1. Gunakan dengan Bijak
Terlalu banyak kelembapan dapat menyebabkan pertumbuhan mikroorganisme, seperti jamur dan tungau debu. Kelembapan yang berlebihan juga bisa membuat ruangan terasa pengap, dan bagi sebagian orang, justru malah memperburuk sesak napas.
Tipsnya, gunakan higrometer untuk memantau tingkat kelembapan udara. Menurut Cleveland Clinic, idealnya, kelembapan ruangan berada pada kisaran 30-50%. Jika lebih dari itu, sebaiknya matikan humidifier untuk sementara.
2. Pilih Humidifier yang Tepat
Terdapat banyak jenis humidifier yang dijual di pasaran. Setiap jenis humidifier tersebut, biasanya diperuntukan untuk jenis ruangan yang berbeda-beda pula. Ada beberapa jenis humidifier yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.
- Cool mist humidifier, cocok untuk penderita asma karena tidak menghasilkan panas.
- Warm mist humidifier, bisa menghasilkan uap panas, baik untuk membunuh bakteri, tapi perlu hati-hati jika ada anak kecil di rumah.
- Ultrasonic humidifier, sifatnya tenang dan hemat energi, tapi memerlukan air yang sudah disaring agar tidak menyebarkan mineral.
Tips lainnya, pilih merek humidifier yang mudah dibersihkan, memiliki sensor kelembapan otomatis, dan fitur mati otomatis saat air habis. Ini penting untuk kenyamanan dan keamanan, terutama jika alatnya kita gunakan saat tidur.
3. Rutin Bersihkan Humidifier
Humidifier yang kotor bisa menjadi sarangnya kuman, jamur, dan bakteri. Bila kotoran tersebut ikut tersebar dalam uap, bukannya membantu, alat ini justru bisa memperburuk kondisi pernapasan penderita asma. Berikut tips dalam pembersihan humidifier.
- Kosongkan dan bilas tangki air setiap hari.
- Bersihkan seluruh komponen humidifier minimal 3 hari sekali.
- Gunakan air suling atau air yang sudah terfilter untuk menghindari endapan mineral.
- Gunakan larutan hidrogen peroksida 3%, cairan disinfektan ringan, atau campuran cuka putih dan air hangat untuk membersihkan tangki dan saluran uap.
- Pastikan semua bagian kering sebelum kita gunakan kembali untuk mencegah jamur tumbuh.
4. Penempatan yang Tepat
Hindari peletakan humidifier yang terlalu dekat dengan dinding, furnitur kayu, atau tirai, karena kelembapan bisa merusak permukaan tersebut. Juga, hindari arah semprotan langsung ke tubuh saat tidur, karena ini bisa membuat suhu tubuh turun drastis di malam hari.
Tipsnya, letakkan humidifier di pertengahan ruangan atau di pojok yang terbuka, dan di atas permukaan yang keras dan tahan air. Jika digunakan di kamar tidur, tempatkan setidaknya dengan jarak minimal 1-2 meter dari tempat tidur.
Humidifier Adalah Alat Bantu, Bukan Obat
Penting untuk diingat bahwa humidifier bukanlah obat untuk asma. Alat ini hanya berfungsi sebagai pendukung untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi saluran pernapasan. Tetaplah ikuti pengobatan yang diresepkan oleh ahli dan hindari faktor pemicu asma, seperti asap rokok, bulu hewan, atau debu.
Penderita asma juga bisa mencoba pengobatan secara alami dengan ekstrak Nigella sativa. Jintan hitam ini bermanfaat dalam mengurangi peradangan, memperbaiki fungsi saluran napas, hingga membantu mengatasi asma berkat senyawa thymoquinone dan kandungan lainnya di dalamnya.

