Alat cek kolesterol semakin mudah, semua orang kini bisa menggunakannya sendiri di rumah. Selain praktis karena tidak perlu antre di laboratorium, alat ini juga cukup membantu guna memantau risiko penyakit kardiovaskular sejak dini.
Namun, bagaimana jika hasil tes yang muncul justru membingungkan? Angka yang tiba-tiba sangat rendah (LO), terlalu tinggi (HI), atau jauh berbeda dari hasil pemeriksaan sebelumnya. Ini sering kali menimbulkan kekhawatiran. Apakah alatnya rusak?
Apa tubuh yang sedang bermasalah? Atau justru hasil tes tersebut tidak akurat? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, mari pahami lebih dalam tentang tes kolesterol dan faktor-faktor yang memengaruhi keakuratannya.
Kenapa Cek Kolesterol Penting?

Tes kolesterol berfungsi untuk mengukur kadar lemak (lipid) dalam darah, terutama kolesterol total. Pada orang dewasa, kadar kolesterol total normal berada di bawah 200 mg/dL. Jika mencapai 240 mg/dL atau lebih, seseorang sudah masuk dalam kategori kolesterol tinggi.
Menurut American Heart Association (AHA), kolesterol tinggi ialah pembunuh senyap yang menjadi dalang utama penyakit jantung koroner dan stroke. Karena sering kali tak bergejala, satu-satunya cara mengetahuinya adalah dengan tes rutin.
Kebanyakan orang merasa tubuhnya baik-baik saja. Padahal, kadar kolesterolnya sudah melewati batas aman. Inilah alasan mengapa tes kolesterol rutin, termasuk yang kita lakukan sendiri di rumah, punya peran penting sebagai langkah deteksi dini.
Seberapa Akurat Alat Tes Rumahan?
Melansir dari laman WebMD, alat tes kolesterol digital yang dijual bebas umumnya memiliki tingkat akurasi sekitar 95 persen. Artinya, alat ini sangat bisa kita andalkan untuk pemantauan harian. Namun, masih ada celah 5 persen kemungkinan error atau ketidakakuratan.
Namun, perlu kita pahami bahwa hasil tes kolesterol bukanlah angka yang benar-benar kaku. Kadar kolesterol bisa berubah-ubah tergantung kondisi tubuh dan berbagai faktor lainnya. Hal inilah yang jarang diketahui pengguna awam.
Jika hasil tes Anda menunjukkan anomali (terlalu rendah atau terlalu tinggi tidak wajar), biasanya ada faktor pengganggu. Berikut, adalah penyebab utama yang bisa memengaruhi atau membuat hasil tes melenceng, yang perlu kita perhatikan.
1. Kondisi Fisik & Medis

Tubuh manusia itu dinamis. Kadar lemak darah bisa berubah sementara karena beberapa kondisi fisik, misalnya pasca sakit keras, kehamilan, atau efek samping obat-obatan (steroid, estrogen, atau obat diuretik) yang sebelumnya dikonsumsi.
Misalnya saja, melansir dari laman Hello Sehat, serangan jantung, stroke, atau infeksi berat yang baru terjadi pada tubuh, mampu menurunkan kadar lipid sementara waktu, karena tubuh sedang sibuk memulihkan diri.
Atau, pada ibu hamil wajar sekali jika memiliki kolesterol lebih tinggi karena dibutuhkan untuk perkembangan janin. Hasil yang akurat biasanya baru bisa didapat pada masa-masa 4 bulan pasca melahirkan.
2. Faktor Eksternal

Sering kali, kesalahan bukan terjadi pada alatnya, melainkan pada persiapan kita saat akan melakukan cek kolesterol di rumah. Misalnya saja, faktor tidak berpuasa, mengonsumsi alkohol, atau bahkan sekadar kondisi dan posisi tangan.
Nah, makanan berlemak yang baru kita santap, biasanya akan langsung terbaca dalam darah. Idealnya, puasa (hanya minum air putih) selama 9-12 jam diperlukan untuk hasil paling presisi.
Begitu juga alkohol, minuman beralkohol yang Anda minum dalam rentang 24 jam terakhir, biasanya bisa memicu lonjakan hasil tes yang keliru. Dan tangan yang kotor (ada sisa makanan/lotion) atau jari yang terlalu ditekan saat mengeluarkan darah bisa merusak sampel.
Meski jarang, kesalahan manusia atau alat juga tetap bisa terjadi. Cara penggunaan alat yang kurang tepat, strip tes yang sudah kedaluwarsa, atau kesalahan prosedur dapat membuat hasil pengukuran melenceng dari kondisi sebenarnya.
Memahami Kode LO dan HI
Jika layarnya menunjukkan tulisan LO dan HI, bukan berarti alat Anda rusak. LO (artinya low), artinya adalah kadar kolesterol berada di bawah batas kemampuan baca alat (biasanya di bawah 100 mg/dL).
Sementara HI (artinya high), menandakan kadar kolesterol melebihi batas baca alat (biasanya di atas 400 mg/dL). Jika muncul kode ini sar tes, coba lakukan tes ulang dengan strip baru. Jika hasilnya tetap sama, segera ke laboratorium klinik untuk konfirmasi.
Tips untuk Cek Kolesterol di Rumah

Agar Anda tidak buang-buang strip test yang harganya lumayan mahal, ada beberapa tips yang bisa dilakukan saat cek kolesterol mandiri di rumah. Lakukan hal berikut setiap Anda melakukan pengetesan.
- Jika Anda pemula, tanyakan pada apoteker atau dokter tentang cara pakai alat yang benar.
- Meski beberapa alat mengklaim bisa tes sewaktu, puasa tetap memberikan standar akurasi yang tinggi.
- Cuci tangan dengan air hangat (agar aliran darah lancar) dan sabun, lalu keringkan sampai benar-benar kering sebelum ditusuk.
- Perhatikan, alkohol swab yang belum kering bisa mengencerkan sampel darah.
- Sesekali, tetap cek LDL (lemak jahat), HDL (lemak baik), dan trigliserida, serta gula darah dan asam urat di laboratorium.
Jika Anda melakukan tes mandiri di rumah, selalu perhatikan kembali cara penggunaan alat dan persiapannya. Pastikan, tubuh dalam kondisi yang siap, hindari makanan tertentu sebelum tes, dan patuhi petunjuk penggunaan alat dengan saksama.
Kapan Harus Cek ke Dokter?
Bila Anda menduga hasil tes rumah tidak akurat, misalnya Anda merasa sehat dan menjaga makan tapi hasilnya justru “HI”, atau sebaliknya, jangan menerimanya begitu saja. Jadikan hasil tes rumah sebagai alarm awal saja, bukan diagnosis yang final.
Kunjungi laboratorium medis untuk tes darah vena (diambil dari lengan) yang jauh lebih akurat. Jangan lupa, sampaikan riwayat obat dan kesehatan Anda kepada dokter agar interpretasi hasilnya lebih tepat.
Jika Anda punya masalah dengan kolesterol, cobalah untuk memperbaiki pola makan, rutin bergerak dan olahraga ringan, mengelola stres dengan baik. Dan tidak lupa juga, tetap lakukan cek kolesterol secara berkala baik di rumah atau di laboratorium.
Sebagai pelengkap, Habbatus Sauda 4 in 1 juga bisa menjadi pilihan untuk membantu menjaga kadar kolesterol tetap normal. Formula Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis propolis di dalamnya, terkenal berkhasiat untuk pembuluh darah dan metabolisme lemak.

