Bekam adalah metode pengobatan alternatif yang telah ada sejak ribuan tahun lalu. Bekam, diyakini mampu mengeluarkan kolesterol melalui darah, ada pula keyakinan bahwa tekstur hingga warna darah yang keluar dapat menjadi tanda tingginya kolesterol seseorang.
Di Indonesia, bekam menjadi salah satu terapi thibbun nabawi yang populer lantaran manfaatnya bagi kebugaran tubuh. Namun, apakah benar bekam bisa menurunkan kolesterol? Dan apakah benar ada ciri tertentu darah kolesterol yang keluar saat bekam?
Bisakah Bekam Menurunkan Kolesterol?

Beberapa penelitian ilmiah membuktikan bahwa terapi bekam, khususnya bekam berjenis basah (wet cupping), dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Dari beberapa penelitian-penelitian terbaru yang tersedia, memang ada potensi bekam mampu menurunkan kolesterol.
Penelitian dalam Journal of Acupuncture Research pada tahun 2023 misalnya, peneliti mencoba mengevaluasi 30 pasien dengan hiperkolesterolemia yang sama-sama menjalani metode bekam basah. Lantas, bagaimana dengan hasilnya?
Dalam 10-14 hari setelah prosedur, rata-rata kadar kolesterol total pasien menurun hingga 16% lebih. Ini menjadi indikasi awal bahwa bekam bisa saja memiliki pengaruh dan manfaat terhadap metabolisme lipid.
Penelitian lain di Biomedical and Pharmacology Journal pada tahun 2022, total 92% pesertanya melaporkan adanya perbaikan kondisi tubuh setelah menjalani bekam selama dua minggu, meski penurunan kolesterol totalnya tidak terlalu besar.
Peneliti melaporkan terjadi perbaikan faktual pada profil lipid, termasuk penurunan kadar kolesterol jahat, penurunan trigliserida, hingga peningkatan kadar kolesterol baik. Nah, meski penelitian mengenai bekam masih terbatas, ini memberi potensi yang cukup aman dicoba.
Cara Kerja Bekam untuk Kolesterol
Beberapa sumber, misalnya laman Hello Sehat, berhipotesis bahwa bekam membantu merangsang sirkulasi darah, mengurangi stres oksidatif, dan mengeluarkan zat-zat pro-inflamasi dari tubuh, termasuk lipid yang teroksidasi. Kesemuanya, berperan dalam menurunkan kolesterol.
Nah, studi-studi ini masih berskala kecil, tetapi layak untuk dicoba. Namun, masih perlu lebih banyak penelitian lanjutan untuk memastikan efektivitas metode tersebut. Di sisi lain, bekam adalah jenis terapi yang aman dan punya segudang manfaat lainnya yang telah terbukti.
Ciri Darah Bekam yang Keluar saat Bekam

Secara tradisional, terapis bekam meyakini bahwa kualitas darah yang keluar dapat memberi petunjuk mengenai kondisi kesehatan pasien, termasuk tingginya kolesterol. Menurut terapis, ada beberapa ciri khas darah kolesterol yang keluar saat prosesi bekam berlangsung.
- Darah yang keluar dari pasien kolesterol tinggi warnanya cenderung merah tua dan kehitaman. Terapis bekam meyakini bahwa warna darah ini menunjukkan banyaknya lemak dan racun dalam darah.
- Darah yang keluar bertekstur lebih kental, karena kolesterol tinggi mampu meningkatkan viskositas darah, hal ini terlihat dari darah bekam yang lebih lengket dan mengalirnya lebih lambat ketimbang darah sehat melalui sayatan kecilnya.
- Ada gumpalan darah seperti jelly atau menyerupai agar-agar. Sebagian orang meyakini ini adalah endapan lemak atau kolesterol yang berhasil dikeluarkan melalui metode bekam yang berhasil.
- Terapis bekam meyakini bahwa penderita kolesterol tinggi biasanya mengeluarkan darah lebih banyak saat dibekam ketimbang orang sehat.
- Bekas luka lebih sulit sembuh. Ini bisa menjadi indikasi bahwa metabolisme dan peredaran darah pasien kurang optimal akibat kolesterol tinggi.
Nah, gambaran ciri-ciri darah kolesterol saat bekam tersebut adalah hipotesis yang berdasarkan terapi tradisional. Darah bekam tentunya tak mampu mencerminkan berapa kadar dan kandungan kolesterol spesifik di dalam tubuh.
Prosedur Bekam untuk Kolesterol
Prosedur bekam basah untuk mengatasi kolesterol, umumnya dilakukan di area punggung atas, lokasinya antara tulang belikat dan tulang belakang. Dalam terapi bekam, area ini dianggap sebagai tempat akumulasi darah kotor. Lalu, bagaimana tahapan dan prosedurnya?
- Sterilisasi area kulit, terapis akan membersihkan punggung terlebih dahulu menggunakan alkohol atau antiseptik untuk mencegah infeksi.
- Lalu, terapis akan memasang gelas khusus dan menyedotnya dengan pompa untuk menghasilkan tekanan negatif selama sekitar 3-5 menit.
- Tekanan negatif dari gelas dan pompa bekam akan menarik darah-darah ke bagian permukaan kulit.
- Setelah melepas gelas vakum, terapis akan memberi sayatan tipis menggunakan jarum steril atau pisau mikro pada kulit yang menggembung.
- Gelas vakum akan dipasang kembali untuk menyedot darah keluar dari area sayatan. Proses ini biasanya berlangsung 5-10 menit.
- Setelah proses selesai, terapis akan membersihkan darah, menutup luka dengan salep antibiotik, dan menutup kulit dengan kasa steril.
Tips Berbekam untuk Penderita Kolesterol
Terapi bekam umumnya aman asalkan dilakukan oleh praktisi berpengalaman dan bersertifikat, serta dengan peralatan yang steril. Namun, tidak semua orang cocok menjalani bekam. Ada beberapa kondisi yang tidak membolehkan seseorang untuk berbekam.
- Orang dengan gangguan pembekuan darah.
- Pasien anemia berat.
- Ibu hamil pada trimester awal.
- Pasien dengan obat pengencer darah.
Pasien kolesterol tinggi juga bisa berikhtiar dengan Habbatus Sauda 4 in 1. Obat herbal dengan formulasi Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis ini, terbukti secara empiris mampu membantu menurunkan kadar kolesterol jahat, sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik.


