Di tengah gaya hidup serba cepat dan instan, tidak banyak yang menyadari kalau semua orang punya risiko terkena kolesterol tinggi. Penyakit kolesterol, saat ini bukan lagi penyakit yang identik dengan usia lanjut. Nah, penting bagi kita tahu, apa saja makanan pantangan untuk penderita kolesterol?
Selain kurangnya aktivitas fisik dan gaya hidup yang buruk, semakin banyak anak muda yang terdiagnosis memiliki kadar kolesterol di atas batas normal akibat pola makan yang tidak sehat. Lantas, apa saja makanan yang harus dihindari, dan mana yang boleh kita konsumsi?
Kenapa Penyakit Kolesterol Bisa Menyerang Usia Muda?

Selain berasal dari makanan, kolesterol sebenarnya adalah zat lemak yang secara alami diproduksi oleh hati. Dalam jumlah yang tepat, tubuh membutuhkan kolesterol untuk membentuk berbagai komponen penting, seperti sel, hormon, hingga vitamin D.
Namun, kadar kolesterol yang terlalu tinggi, terutama low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat, dapat menumpuk di dinding arteri dan menyebabkan penyumbatan. Kondisi ini yang menjadi faktor utama munculnya penyakit, seperti hipertensi, serangan jantung, dan stroke.
Munculnya penyakit kolesterol di usia muda, biasanya tidak lepas dengan kebiasaan buruk yang terus-menerus dilakukan. Beberapa faktor penyebab kolesterol tinggi pada anak muda, antara lain sebagai berikut.
- Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan trans secara berlebihan.
- Gaya hidup sedentari atau kurang bergerak.
- Kebiasaan merokok dan minum alkohol.
- Stres berkepanjangan.
- Kurangnya waktu tidur dan istirahat berkualitas.
- Faktor genetik atau keturunan.
Mengubah Pola Makan saat Terdiagnosis Kolesterol Tinggi
Kebiasaan hidup yang kurang sehat, seperti konsumsi makanan tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, dan merokok, bisa memicu naiknya kadar kolesterol di usia muda. Naiknya kolesterol biasanya tidak langsung menimbulkan penyakit, tetapi jika dibiarkan, ada risiko serius dalam jangka panjang.
Setelah seseorang terdiagnosis mengalami kolesterol tinggi, dokter umumnya akan menyarankan perubahan gaya hidup terlebih dahulu, menuju kebiasaan yang lebih sehat. Anjuran tersebut meliputi menjaga berat badan, konsumsi makanan bergizi, membatasi gula dan lemak, serta menghindari makanan instan.
Langkah paling ampuh untuk menurunkan kolesterol di usia muda adalah dengan menerapkan pola makan rendah lemak jenuh dan lemak trans. Selain itu, penting juga untuk menghindari makanan yang tinggi kolesterol dan mengurangi penggunaan minyak, gula, serta garam secara berlebihan.
Inilah pentingnya mengetahui makanan pantangan apa saja bagi penderita kolesterol. Sebab, konsumsi berlebihan terhadap ketiga bahan tersebut dapat berdampak buruk, seperti menyebabkan obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, hingga penyakit jantung.
Daftar Makanan Pantangan untuk Penderita Kolesterol
Jika kita memiliki kadar kolesterol tinggi, maka mau tidak mau, kita perlu lebih selektif lagi dalam memilih makanan. Kita tidak bisa lagi mengonsumsinya secara sembarangan tanpa memperhatikan kandungan gizinya. Berikut adalah daftar makanan yang sebaiknya kita hindari!
1. Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi

Makanan yang tidak boleh kita konsumsi sebagai penderita kolesterol, biasanya adalah makanan yang mengandung kolesterol dalam jumlah sangat tinggi, yang jauh melebihi kebutuhan harian tubuh. Sebagai acuan, batas asupan kolesterol per hari berkisar antara 200 hingga 300 miligram.
Bagi penderita kolesterol tinggi, makanan dengan kandungan kolesterol di atas angka tersebut mutlak harus dihindari. Di bawah ini adalah daftar makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita kolesterol tinggi, lengkap dengan kandungan kolesterolnya dalam setiap 100 gram.
| Makanan | Kolesterol |
| Otak sapi | 3.100 miligram |
| Jeroan (usus, babat, dan lainnya) | 3.100 miligram |
| Otak kambing | 2.559 miligram |
| Kuning telur | 2.307 miligram |
| Daging sapi berlemak | 1.995 miligram |
| Telur bebek | 884 miligram |
| Telur puyuh | 844 miligram |
| Caviar (telur ikan) | 588 miligram |
| Hati ayam (hati ampela) | 584 miligram |
| Daging bebek dengan kulit | 515 miligram |
| Daging kambing | 462 miligram |
2. Makanan yang Perlu Dibatasi

Selain makanan yang sepenuhnya harus kita hindari, ada juga beberapa jenis makanan yang masih dapat kita konsumsi dalam jumlah terbatas agar asupan kolesterol harian tidak terlampaui. Jenis makanan ini, memiliki kadar kolesterol, tetapi masih di bawah batas harian.
| Makanan | Kolesterol |
| Cumi-cumi | 260 miligram |
| Mentega | 256 miligram |
| Makanan cepat saji | 235 miligram |
| Biskuit | 221 miligram |
| Udang | 161 miligram |
| Belut | 161 miligram |
| Cokelat | 140 miligram |
| Keju | 123 miligram |
| Susu penuh lemak | 116 miligram |
| Es krim | 92 miligram |
| Kerupuk | 89 miligram |
| Kerang | 67 miligram |
| Kepiting | 42 miligram |
Berdasarkan daftar pada tabel di atas, makanan laut seperti kerang dan kepiting memang memiliki kadar kolesterol yang relatif tidak terlalu tinggi. Namun, kita tetap perlu waspada saat mengonsumsinya, terutama terkait porsi dan intensitasnya.
Hal ini, lantaran kebanyakan orang cenderung mengonsumsi makanan tersebut dalam porsi besar, lebih dari 100 gram dalam sekali makan. Tentu, hal ini sama saja dapat menyebabkan asupan kolesterol harian melebihi batas anjuran.
Makanan yang Baik untuk Menurunkan Kolesterol
Menghindari makanan pantangan saja tidak cukup. Kita juga harus aktif memilih makanan yang membantu menurunkan kolesterol dan memperbaiki metabolisme tubuh. Berikut daftar makanan anjuran yang baik untuk penderita kolesterol tinggi!
- Sayuran dan buah-buahan segar, terutama apel, alpukat, jeruk, brokoli, bayam, dan wortel.
- Oatmeal dan gandum utuh yang tinggi serat larut.
- Kacang-kacangan, seperti almond, kenari, dan kacang tanah (tanpa garam atau gula tambahan).
- Ikan berlemak, dua kali seminggu, misalnya salmon, sarden, makerel, tuna, lele.
- Minyak sehat, seperti minyak zaitun, minyak kanola, dan minyak kedelai.
- Produk susu rendah lemak atau bebas lemak.
- Putih telur sebagai pengganti kuning telur.
Selain mengatur pola makan dan menjaga berat badan, rutin berolahraga dan melakukan aktivitas fisik juga merupakan langkah efektif untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi. Olahraga yang teratur membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam tubuh kita.
Kegiatan fisik yang konsisten juga berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, sekaligus mencegah obesitas yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung pada penderita kolesterol tinggi.
Selain itu, menghentikan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol juga sangat dianjurkan. Karena alkohol dapat memicu peningkatan kadar kolesterol, khususnya trigliserida dalam darah, dan rokok bukan rahasia lagi banyak efek buruknya terhadap pembuluh darah.
Terapi Kolesterol dengan Obat Herbal
Selain mengubah gaya hidup dan pola makan, kita juga bisa berikhtiar menurunkan kolesterol dengan Habbatus Sauda 4 in 1. Formula aktif Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis, terbukti secara empiris mampu menurunkan kadar kolesterol jahat. Tertarik mencobanya?
Produk ini telah mengantongi izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai obat herbal. Tersedia dalam sediaan kapsul minyak membuat zat aktif di dalam obat herbal ini lebih mudah terserap tubuh. Terapi dengan Habbatus Sauda 4 in 1 juga cenderung tanpa efek samping.


