Manfaat Nasi Dingin, Lebih Aman untuk Pasien Gula Darah Tinggi?

Manfaat Nasi Dingin, Lebih Aman untuk Pasien Gula Darah Tinggi?

Cara penyajian nasi ternyata bisa memengaruhi bagaimana tubuh memproses gula di dalamnya. Meski terdengar aneh, faktanya memang di antara nasi hangat dan nasi dingin, punya tingkat pelepasan gula yang berbeda. Lalu, benarkah nasi dingin lebih aman untuk gula darah?

Perbedaan ini tak muncul begitu saja. Hal ini ada kaitannya dengan perubahan struktur pati pada nasi saat didinginkan. Dari sinilah muncul anggapan bahwa nasi dingin bisa membantu menekan lonjakan gula darah. Agar lebih jelas, mari kita bahas lebih lanjut!

Kenapa Nasi Dingin Lebih Aman untuk Pasien Gula Darah Tinggi?

Nasi Dingin untuk Gula Darah

Nasi yang kita masak, melewati proses pendinginan, kemudian kita hangatkan lagi, akan mengalami perubahan pada struktur patinya. Fenomena ini dalam ilmu pangan juga populer dengan sebutan retrogradasi.

Saat pendinginan, sebagian pati di dalam nasi berubah bentuk menjadi resistant starch (pati yang resisten). Sesuai sebutannya, pati jenis ini jauh lebih bandel alias lebih sulit tercerna oleh usus halus kita.

Lantaran pencernaannya butuh waktu ekstra, otomatis glukosa (gula) yang terlepas ke dalam aliran darah juga terjadi secara pelan-pelan. Hasilnya, tubuh kita tidak akan mengalami lonjakan gula darah secara tajam setelah makan.

Hebatnya lagi, efek ini tak hilang meski nasinya kita panaskan kembali. Studi dari Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition di tahun 2015 membuktikan bahwa nasi yang dimasak, masuk kulkas selama 24 jam, lalu dihangatkan lagi, ternyata punya kandungan pati resisten lebih dari dua kali lipat.

Perbandingan dengan Nasi Hangat

Walaupun secara ilmiah terbukti meningkat (dari sekitar 0,64 gram jadi 1,65 gram per 100 gram nasi), kita tetap harus realistis. Efek penurunan gula darahnya memang ada, yaitu sekitar 10 sampai 15 persen lebih rendah.

Namun, efeknya juga bisa berbeda-beda pada setiap orang. Tergantung jenis berasnya, berapa lama kita mendinginkannya, hingga lauk apa yang kita makan bersama nasi itu. Agar optimal, ikhtiar ini tentu membutuhkan penerapan pola makan dan pola hidup yang sehat secara menyeluruh.

Menjaga stabilitas gula darah adalah perjalanan yang terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan kecil. Dengan sedikit lebih kritis terhadap asupan yang kita makan setiap hari, kita sudah mengambil langkah untuk menjaga kesehatan.

Selain itu, penderita diabetes atau gula darah tinggi juga bisa berikhtiar untuk menjaga kadar gula darah dengan produk herbal Habbatus Sauda 4 in 1. Formula Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis, terbukti empiris berkhasiat untuk menjaga kadar gula dan tekanan darah.

Habbatus Sauda 4 in 1 200 Kapsul

BELI SEKARANG

Cara Sehat Menyiapkan Nasi Dingin untuk Konsumsi Penderita Gula Darah Tinggi

Nasi

Di balik manfaatnya, nasi dingin juga menyimpan risiko jika penyimpanan yang kita lakukan tidak benar. Beras atau nasi, secara alami mempunyai bakteri bernama Bacillus cereus. Bakteri ini memiliki spora yang membuatnya bisa hidup meski sudah dimasak.

Masalah akan muncul saat kita membiarkan nasi matang ini diam terlalu lama di suhu ruang. Di suhu sekitar 5 sampai 60 derajat Celcius, bakteri ini bisa berkembang biak. Jumlahnya bisa berlipat ganda setiap 20-30 menit.

Melansir dari detikHealth, kalau nasinya kita biarkan di meja makan berjam-jam tanpa penutup atau dimasukkan ke kulkas, jumlah bakterinya bisa menembus puluhan hingga ratusan ribu per gram. Di titik inilah, bakteri mulai mengeluarkan racun.

Celakanya, racun dari bakteri ini kebal terhadap panas. Jadi, walaupun kita memanaskan kembali nasi sisa itu hingga matang, racunnya akan tetap tertinggal di dalam nasi. Racun tersebut bisa menyebabkan mual, muntah, hingga diare.

Cara Menyiapkan Nasi Dingin

  • Jangan biarkan nasi terdiam di meja makan. Setelah nasi matang dan selesai dikonsumsi, jangan biarkan sisanya berada di suhu ruang lebih dari 1 sampai 2 jam.
  • Pindahkan nasi ke dalam wadah kedap udara dan langsung simpan di kulkas dengan suhu di bawah 5 derajat Celcius. Proses pendinginan di kulkas inilah yang bikin pati resistennya terbentuk. Idealnya, konsumsi nasi ini dalam waktu 1-2 hari saja, ya.
  • Saat mau dimakan, bisa hangatkan dulu nasinya sampai panasnya merata (di atas 70 derajat Celcius). Ini penting untuk membunuh sisa-sisa bakteri yang mungkin sempat hidup.
  • Jangan menyimpannya terlalu lama di rice cooker. Menyimpan nasi di rice cooker dalam mode penghangat selama berhari-hari itu kurang baik. Suhunya justru sangat mendukung bakteri untuk berkembang biak perlahan.