Jangan Salah, Rematik dan Asam Urat Punya Gejala yang Berbeda

Jangan Salah, Rematik dan Asam Urat Punya Gejala yang Berbeda

Nyeri sendi biasanya datang tanpa aba-aba. Awalnya mungkin hanya pegal biasa, tetapi lama-kelamaan rasa nyeri bisa semakin sering muncul, sendi terasa kaku, bahkan membengkak. Di titik inilah banyak orang mulai penasaran, ini rematik atau asam urat, ya?

Tidak sedikit masyarakat yang menganggap rematik dan asam urat adalah penyakit yang sama. Padahal, meskipun keduanya sama-sama menyerang sendi dan menimbulkan nyeri, rematik dan asam urat adalah dua penyakit yang berbeda.

Rematik dan asam urat punya poin perbedaan, baik dari segi penyebab, pola gejala, hingga cara penanganannya. Memahami perbedaannya penting agar pengobatan tidak salah arah dan keluhannya tidak semakin memburuk.

Asam Urat dan Rematik Punya Gejala Berbeda

Nyeri Sendi pada Lansia, Perbedaan Asam Urat dan Rematik

Pada penyakit rematik, peradangan terjadi pada lapisan sendi yang bernama sinovium. Peradangan ini bersifat sistemik dan progresif, artinya bisa berkembang dan menyerang banyak sendi secara sekaligus.

Gejala rematik umumnya dimulai dari sendi-sendi kecil, seperti jari tangan dan jari kaki. Seiring waktu, peradangan dapat menyebar ke pergelangan tangan, pergelangan kaki, lutut, siku, bahu, hingga pinggul.

Salah satu ciri khas rematik ialah nyeri dan kekakuan yang terasa lebih berat pada pagi hari, terutama setelah bangun tidur atau setelah lama tidak bergerak. Kekakuan ini bisa berlangsung lebih dari satu jam.

Selain itu, rematik biasanya menyerang kedua sisi tubuh secara simetris. Misalnya saja, jika jari tangan kanan terasa nyeri, besar kemungkinan jari tangan kiri juga mengalami keluhan yang serupa.

Berbeda dengan rematik yang serangannya berpogres, asam urat biasanya menyerang secara tiba-tiba dan sangat nyeri. Bahkan, ia bisa membuat penderitanya sulit berjalan atau menyentuh sendi yang terkena.

Sendi yang paling kerap terdampak biasanya jempol kaki. Meski asam urat juga dapat menyerang pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, hingga jari tangan. Ciri khas lain dari asam urat adalah pola nyeri yang tidak simetris dan berpindah-pindah.

Hari ini mungkin menyerang jempol kaki kiri, lalu beberapa waktu kemudian berpindah ke lutut atau pergelangan tangan. Serangan asam urat juga sering muncul pada malam hari atau saat tidur, sehingga penderitanya gampang terbangun karena rasa nyeri yang hebat.

Perbedaan Asam Urat dan Rematik Lainnya

Secara medis, rematik (rheumatoid arthritis) dan asam urat (gout) memang termasuk dalam kelompok radang sendi. Inilah alasan kenapa gejalanya sering terlihat mirip, seperti nyeri, bengkak, hangat, dan kaku pada sendi.

Namun, meski tampak serupa di permukaan, mekanisme terjadinya penyakit ini sangat berbeda. Perbedaan inilah yang kemudian memengaruhi pola nyeri, lokasi sendi yang terserang, waktu kambuh, hingga terapi yang diberikan.

1. Penyebabnya Tidak Sama

Pola Makan Daging

Rematik merupakan penyakit autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan tubuh sendiri. Pada rematik, sistem imun menyerang sinovium, menyebabkan peradangan kronis yang dapat merusak sendi secara bertahap jika tidak ditangani dengan baik.

Sementara asam urat, terjadi akibat kadar asam urat (uric acid) dalam darah yang terlalu tinggi. Asam urat berlebih ini kemudian membentuk kristal tajam yang menumpuk di sendi dan jaringan sekitarnya, sehingga menimbulkan nyeri hebat dan peradangan.

Nah, kadar asam urat yang tinggi sering kali berkaitan dengan pola makan yang tinggi purin, seperti konsumsi jeroan, daging merah, makanan laut tertentu, serta minuman beralkohol.

2. Cara Diagnosis yang Berbeda

Karena sebabnya berbeda, dokter juga menggunakan pendekatan diagnosis yang berbeda untuk membedakan rematik dan asam urat. Pemeriksaan biasanya dimulai dengan wawancara medis, mulai dari riwayat, pola kambuh, pola makan, dan obat-obatan yang sebelumnya dikonsumsi.

Pemeriksaan lanjutannya bisa berupa tes darah, pemeriksaan cairan sendi, serta pemeriksaan pencitraan seperti rontgen atau MRI. Pada asam urat, diagnosis diperkuat jika ditemukan kadar asam urat yang tinggi atau kristal asam urat pada cairan sendi.

Sementara itu, diagnosis rematik umumnya ditegakkan berdasarkan temuan penunjang seperti faktor rheumatoid, protein C-reaktif, laju endap darah, serta antibodi anti-CCP.

3. Perbedaan Pengobatan

Sampel Lab Urine

Meski sama-sama menimbulkan nyeri sendi, pengobatan rematik dan asam urat tidaklah sama. Obat pereda nyeri seperti NSAID dan kortikosteroid memang berfungsi pada kedua kondisi untuk mengurangi peradangan.

Namun, pada rematik, pengobatan jangka panjang biasanya melibatkan DMARDs, atau obat biologis yang bertujuan menekan aktivitas sistem imun agar kerusakan sendi dapat berhenti.

Sebaliknya, pada asam urat, fokus utama pengobatan adalah menurunkan dan mengontrol kadar asam urat dalam darah. Obat seperti allopurinol, colchicine, dan probenecid sering dokter resepkan bersama dengan saran perbaikan pola makan dan gaya hidup.

4. Pencegahan yang Berbeda

Karena rematik berkaitan dengan gangguan autoimun, penyakit ini relatif sulit dicegah sepenuhnya. Namun, risikonya dapat ditekan dengan berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta menghindari paparan faktor lingkungan tertentu.

Sementara itu, pencegahan asam urat justru lebih jelas arahnya, yaitu dengan mengontrol pola makan rendah purin, mencukupi asupan cairan, rutin berolahraga, serta menjaga berat badan supaya tetap ideal.

Jangan Asal Menyimpulkan Nyeri Sendi

Nyeri sendi bukan kondisi yang bisa kita anggap sepele, apalagi jika terjadi berulang kali. Salah mengenali antara rematik dan asam urat bisa memicu pengobatan yang kurang tepat dan berisiko memperparah kondisi sendi.

Jika Anda sering mengalami nyeri sendi yang tidak biasa, kaku di pagi hari, atau nyeri mendadak yang sangat hebat, segera konsultasikan ke tenaga medis untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai.

Keluhan nyeri sendi akibat asam urat juga bisa diobati dengan konsumsi Habbatus Sauda 4 in 1. Kapsul herbal yang memformulasikan Nigella sativa, Olea europaea, VCO, dan propolis, memiliki efek anti-inflamasi alami dan bisa membantu meredakan radang pada sendi.

Habbatus Sauda 4 in 1 200 Kapsul

BELI SEKARANG