Penyakit kolesterol tinggi, biasanya timbul akibat pola makan yang buruk, terutama karena lemak jenuh yang berlebihan. Saat ini, minyak wijen sering dilirik sebagai alternatif minyak yang lebih sehat untuk penderita kolesterol. Lantas, seberapa banyak efeknya?
Sesame oil, atau minyak wijen, selain aromanya yang khas dan mampu meningkatkan selera makan, masyarakat juga menganggap jika minyak wijen lebih sehat daripada beberapa jenis minyak lainnya. Amankah minyak wijen untuk kolesterol? Mari kita bahas bersama!
Apakah Minyak Wijen Aman untuk Penderita Kolesterol Tinggi?

Simpelnya, minyak wijen memang lebih aman ketimbang minyak kelapa atau minyak sawit untuk seseorang dengan kolesterol tinggi. Alasannya cukup sederhana, ia memiliki kandungan lemak jenuh yang jauh lebih rendah daripada minyak kelapa dan sawit.
Lemak jenuh sendiri, kita lazim mengenalnya sebagai pemicu naiknya kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh. Saat kadar LDL terlalu tinggi, risiko adanya penyumbatan pembuluh darah, serangan jantung, hingga stroke akan meningkat.
Sebaliknya, minyak wijen justru kaya akan lemak tak jenuh, yang terbukti membantu menurunkan LDL sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL). HDL berperan penting dalam membersihkan kolesterol dari darah dan membawanya kembali ke hati untuk diolah.
Melansir dari FoodData Central, dalam jumlah yang sama (100 gram), minyak wijen hanya mengandung 15 gram lemak jenuh. Lebih rendah daripada minyak kelapa, yakni 87 gram. Penggunaan minyak wijen dalam jumlah wajar, bisa menjadi alternatif sehat bagi penderita kolesterol.
Minyak wijen setara dengan minyak zaitun pada kandungan lemak jenuhnya, keduanya rendah dan sama-sama aman bagi penderita kolesterol. Agar lebih jelas, berikut perbandingan singkat kandungan lemak jenuh antara minyak wijen dan beberapa minyak populer.
- Minyak kelapa, sekitar 82% lemak jenuh.
- Minyak sawit, sekitar 50% lemak jenuh.
- Minyak zaitun, sekitar 14% lemak jenuh.
- Minyak wijen, sekitar 15% lemak jenuh.
Manfaat Minyak Wijen untuk Penderita Kolesterol Tinggi
Tak hanya sebagai alternatif minyak sehat saja, faktanya minyak wijen juga memiliki segudang manfaat bagi penderita kolesterol. Berikut beberapa di antara manfaat minyak wijen untuk penderita kolesterol tinggi.
1. Menurunkan Kadar Kolesterol

Minyak wijen mengandung sesamol, salah satu jenis antioksidan alami. Komponen ini membantu mengurangi penyerapan kolesterol dari makanan ke dalam darah, sekaligus mempercepat proses pembuangan kolesterol dari tubuh.
Selain itu, tingginya kandungan lemak tak jenuh (omega-6 dan omega-9) dalam minyak wijen juga berperan dalam menurunkan kadar LDL, sehingga profil lipid darah menjadi lebih baik. Kedua faktor ini, berpotensi menurunkan kadar kolesterol.
2. Menjaga Kesehatan Jantung
Kolesterol tinggi erat kaitannya dengan penyakit jantung. Plak kolesterol yang menumpuk di pembuluh arteri, bisa menyebabkan aterosklerosis, yaitu pengerasan dan penyempitan arteri. Akibatnya, aliran darah menjadi terhambat.
Studi dalam Journal of Medical Food menunjukkan bahwa konsumsi minyak wijen secara rutin mampu memperlambat pembentukan plak di pembuluh darah. Dengan begitu, risiko penyakit jantung pada penderita kolesterol dapat ditekan.
3. Menurunkan Tekanan Darah

Penderita kolesterol biasanya juga memiliki risiko tekanan darah tinggi. Saat pembuluh darah menyempit akibat plak, jantung kita harus bekerja lebih keras untuk memompa darah, sehingga tekanan darah otomatis akan naik.
Untungnya, minyak wijen mengandung berbagai antioksidan seperti sesamin, episesamin, hingga sesamolin, yang menurut laporan dapat membantu menurunkan tekanan darah. Potensi ini membuat minyak wijen jadi salah satu opsi minyak masak yang menarik.
4. Melawan Radikal Bebas
Selain bermanfaat bagi penderita kolesterol, minyak wijen juga tinggi akan vitamin E dan antioksidan lainnya. Antioksidan ini membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, yang mampu memperburuk kondisi jantung dan mempercepat penuaan sel.
Aturan Konsumsi Minyak Wijen yang Aman

Meski menyehatkan, tetap saja minyak wijen perlu kita gunakan dengan bijak. Meski rendah lemak jenuh, minyak wijen tetap mengandung kalori yang cukup tinggi. Berikut adalah beberapa tips penggunaannya.
- Jangan berlebihan, untuk memasak cukup gunakan satu sendok makan minyak wijen, setara sekitar 120 kalori. Jika dikonsumsi terlalu banyak, asupan kalori berlebih bisa memicu kenaikan berat badan, yang justru memperparah kolesterol.
- Gunakan sesuai fungsi. Minyak wijen umumnya digunakan untuk menumis dengan api kecil, bahan membuat saus, atau dressing salad. Hindari penggunaan untuk menggoreng dengan suhu tinggi karena bisa merusak kandungan gizinya.
- Bagi sebagian orang, biji wijen dapat memicu reaksi alergi. Jika Anda baru pertama kali mencoba minyak wijen, gunakan sedikit terlebih dahulu untuk memastikan apakah memicu gejala alergi atau tidak.
Lebih dari itu, minyak wijen bukanlah obat. Saat menderita kolesterol tinggi, kita tetap perlu mengonsumsi obat yang diresepkan dokter, menjaga pola makan rendah lemak jenuh, serta rutin berolahraga agar kadar kolesterol lebih terkontrol.
Kita juga bisa berikhtiar mengobati kolesterol tinggi dengan formulasi herbal Habbatus Sauda 4 in 1. Nutrisi dan senyawa aktif dari komposisi Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis di dalamnya, terbukti secara empiris mampu menjaga kadar kolesterol.

