Suka Merokok dan Tangan Sering Nyeri? Awas Penyakit Buerger!

Suka Merokok dan Tangan Sering Nyeri? Awas Penyakit Buerger!

Tentu saja, merokok bukanlah penyebab masalah kesehatan yang baru. Kita semua mungkin sudah mengenal banyak dampak buruknya apa saja. Mulai dari serangan jantung, kanker, hingga masalah peredaran darah. Namun, belum banyak yang mengerti, merokok juga bisa menyebabkan penyakit langka bernama penyakit Buerger, salah satu gejalanya adalah nyeri pada tangan.

Sebagai perokok aktif, ada baiknya untuk berhati-hati. Pada kasus yang akut, penyakit Buerger bisa menimbulkan infeksi yang berpotensi menjadi kematian jaringan. Melansir dari Centers for Disease Control and Prevention, kondisi ini dapat terjadi ketika aliran oksigen dan nutrisi ke organ tubuh terputus. Namun, sebetulnya apa sih penyakit Buerger itu?

Mengenal Hubungan Penyakit Buerger dan Rokok

Penyakit Buerger

Penyakit yang memiliki nama ilmiah Thromboangiitis obliterans ini umumnya menyerang arteri dan vena pada bagian lengan dan tungkai. Penyakit ini merupakan gangguan pada sirkulasi darah yang bisa menyebabkan rasa nyeri, infeksi, hingga kematian jaringan pada tangan dan kaki jika parah.

Gejala Penyakit Buerger

  1. Jari tangan atau kaki biasanya tampak lebih pucat, merah, atau kebiruan.
  2. Nyeri pada tangan dan kaki yang rasanya seperti terbakar, kesemutan, atau mati rasa.
  3. Tangan dan kaki terasa lebih dingin.
  4. Muncul luka kecil pada tangan dan kaki.
  5. Tungkai atau pergelangan kaki terasa nyeri saat berjalan.

Sayangnya, sampai saat ini belum ditemukan penyebab pasti dari penyakit Buerger ini. Namun, menurut laman Mayo Clinic, hampir semua orang yang terdiagnosis penyakit ini adalah perokok dan pengguna produk-produk tembakau. Ahli sangat meyakini jika rokok sangat terkait dengan perkembangan penyakit ini.

Para peneliti menyebutkan bahan kimia yang terdapat dalam rokok bisa menyebabkan iritasi dan menyebabkan pembengkakan pada aliran pembuluh darah. Terlebih, zat di dalam tembakau lebih mudah mengiritasi pembuluh darah berukuran kecil dan sedang, seperti pada kaki atau tangan.

Cara Mengobati Penyakit Buerger

Melansir dari National Heart, Lung, and Blood Institute, sayangnya belum ada obat untuk penyakit Buerger. Satu-satunya cara untuk mencegah agar penyakit ini tak bertambah parah adalah dengan berhenti menggunakan semua produk tembakau. Sementara obat-obatan, hanya bisa membantu mengendalikan gejalanya, setidaknya seperti itu sampai artikel ini ditulis pada 22 Desember 2023.

Pembedahan dan operasi juga dinilai bisa membantu memulihkan aliran darah ke beberapa area. Namun, jika gejala sudah parah, terjadi infeksi hingga kematian jaringan yang luas, solusinya yaitu mengamputasi tangan atau kaki. Kisah pilu ini pernah terjadi pada Bapak Agus Dadam asal Garut.

Berhenti Merokok, Sebelum Menyesal


Penyesalan ini terjadi pada Pak Agus Dadam yang berasal dari Garut. Hidupnya berubah total saat usia 18 tahun, beliau mulai mengenal rokok dari teman sebayanya. Sesal karena tak mengikuti saran dokter, hingga akhirnya beliau harus merelakan tubuhnya diamputasi berkali-kali pada tahun 2011.

Nikotin membuatnya tercandu-candu, hingga pada suatu waktu, beliau pernah menghabiskan 2-3 bungkus rokok dalam sehari. Tentu saja, Pak Agus harus membayar mahal kecanduan tersebut, beliau harus kehilangan anggota tubuhnya akibat penyakit Buerger. Bertahun-tahun Pak Agus harus menanggung sakit, bolak-balik ke rumah sakit untuk menjalani amputasi.

“Kata dokter, kaki itu, betisnya itu dagingnya sudah tidak ada, sudah mati, harus diamputasi”, terang Pak Agus tentang saran dokternya dulu. Berurutan dari kaki kiri, kaki kanan, dan tangan kiri. Beliau pun akhirnya harus kehilangan tangan kanan pada tahun 2013 akibat penyakit tersebut.

Hingga kisah ini terbit di Instagram, Pak Agus masih harus menanggung keterbatasan akibat penyakit tersebut. Pak Agus kehilangan pekerjaannya sebagai tukang ojek dan buruh penggiling padi. Beliau pun tak ingin orang lain apalagi keluarganya mengalami nasib yang sama dengan beliau karena merokok, “Jangan merokok terus, nanti seperti saya (kehilangan anggota tubuh akibat penyakit Buerger).”