Menyambut bulan puasa terkadang memunculkan dilema tersendiri bagi penyandang diabetes. Di satu sisi, ada keinginan kuat untuk ikut beribadah penuh. Namun di sisi lain, ada rasa khawatir, bagaimana jika gula darah turun atau naik secara tiba-tiba saat puasa?
Perasaan cemas itu sangatlah wajar. Nah, jika dokter yang merawat Anda sudah memberikan lampu hijau dan menyatakan kondisi tubuh stabil, Anda sebenarnya sangat boleh berpuasa. Namun dengan syarat, sering-seringlah mengecek kadar gula darah.
Kapan Jadwal Cek Gula Darah saat Puasa?

Mungkin Anda bertanya-tanya, apakah jadwal cek gula darah harus kita ubah selama puasa? Melansir dari laman Hello Sehat, jawabannya ialah iya. Ada sedikit penyesuaian waktu untuk memastikan kondisi Anda tetap aman dari sahur hingga berbuka.
Jadi, mengutip penelitian dari International Diabetes Federation (IDF), yang bekerja sama dengan Diabetes and Ramadan International Alliance, ada beberapa titik waktu krusial untuk mengecek gula darah Anda saat puasa.
- Saat sahur, ini untuk mengetahui modal energi tubuh sebelum mulai berpuasa seharian.
- Pagi hari, dan biasanya dilakukan setelah bangun tidur untuk memantau efek makanan sahur.
- Tengah hari (sekitar jam 12 siang), waktu pertengahan puasa di mana energi mulai menurun.
- Sore hari, masa-masa rawan di mana tubuh sudah cukup lama tidak menerima asupan makanan.
- Menjelang berbuka puasa, untuk memastikan gula darah tidak terlalu rendah sebelum makan.
- Dua jam setelah berbuka puasa, untuk membantu melihat bagaimana respons tubuh terhadap menu berbuka.
- Dan kapan pun saat tubuh terasa tidak enak, pusing, atau lemas.
Kenali Tanda Hipoglikemia dan Hiperglikemia

Saat berpuasa, Anda harus ekstra peka terhadap sinyal yang tubuh kirimkan. Kadang, tubuh memberikan alarm jika kadar gula darah berada di luar batas yang aman. Nah, ada beberapa pertanda yang bisa kita kenali.
Jika gula darah Anda anjlok di titik sangat rendah (hipoglikemia), tubuh biasanya akan merespons dengan detak jantung yang tiba-tiba berdebar tidak beraturan, kulit tampak pucat, badan gemetar, rasa lapar yang ekstrem, hingga keringat dingin.
Sebaliknya, jika gula darah melonjak terlalu tinggi (hiperglikemia), gejalanya bisa berupa rasa haus dan lapar yang berlebihan, penglihatan tiba-tiba kabur, sakit kepala, sering bolak-balik buang air kecil, dan kelelahan yang luar biasa.
Jika salah satu dari gejala ini muncul, atau gejala diabetes Anda yang biasanya terasa kambuh lagi, segera menghubungi dokter. Keselamatan Anda adalah yang utama, dan membatalkan puasa di saat kondisi darurat sangat perlu secara medis.
Cara Cek Gula Darah Sendiri di Rumah

Mengecek gula darah mandiri sebenarnya adalah bentuk perhatian dan kasih sayang pada tubuh Anda sendiri. Dari angka yang muncul di alat cek, kita bisa tahu apakah menu sahur sudah tepat atau belum, apakah kurang istirahat, atau mungkin sedang banyak pikiran (stres).
Jika angkanya aman, kita bisa tenang melanjutkan puasa. Jika angkanya kurang bagus, kita bisa segera mengambil tindakan, seperti menyesuaikan dosis obat sesuai anjuran dokter atau bahkan membatalkan puasa jika memang mendesak.
Proses pengecekannya sendiri sangat mudah dan sama saja dengan hari-hari biasa. Namun, pastikan Anda memiliki glukometer dan berbagai alat yang dibutuhkan lainnya. Mari kita ingat-ingat kembali langkahnya berikut.
- Pastikan alat-alat sudah di atas meja. Anda butuh lanset (jarum kecil), pen penusuk, kapas beralkohol (atau alkohol swab), strip tes, dan alat meteran glukosa (glukometer).
- Cuci tangan dulu. Sisa makanan atau kotoran yang menempel di jari bisa saja menipu alat baca dan membuat hasilnya tidak akurat. Cuci bersih dengan sabun, lalu keringkan menggunakan handuk bersih.
- Mulai pengecekan, usap ujung jari yang mau ditusuk dengan kapas alkohol, tunggu sebentar sampai kering. Lalu, tusuk pelan ujung jari dengan lanset. Tempelkan tetesan darah pertama ke ujung strip tes yang sudah Anda masukkan ke glukometer.
- Tunggu hasilnya, hanya butuh beberapa detik, dan angka gula darah Anda akan muncul di layar.
Kadar Gula Darah yang Aman saat Puasa
Supaya tidak bingung saat melihat angka di glukometer, berikut adalah target gula darah yang disarankan untuk penyandang diabetes. Sesuaikan dengan kapan waktu Anda mengecek gula darahnya.
- Sebelum makan (saat sahur atau menjelang berbuka), usahakan angkanya berada di kisaran 80-130 mg/dL.
- Setelah makan (dua jam sesudah berbuka), targetnya adalah di bawah 180 mg/dL (dengan hasil HbA1c idealnya kurang dari 7 persen).
- Waspada, Anda sedang mengalami hipoglikemia jika angkanya di bawah 70 mg/dL, dan hiperglikemia jika angkanya di atas 180 mg/dL saat sedang berpuasa.
Satu hal terakhir yang tidak kalah penting, yakni selalu jadwalkan konsultasi dengan dokter sebulan atau beberapa minggu sebelum Ramadan tiba. Diskusikan niat puasa Anda agar dokter bisa menyesuaikan dosis obat, jadwal minum obat, serta memberikan panduan nutrisi yang pas.
Selain itu, penderita diabetes atau gula darah tinggi juga bisa berikhtiar untuk menjaga kadar gula darah dengan produk herbal Habbatus Sauda 4 in 1. Formula Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis, terbukti empiris berkhasiat untuk menjaga kadar gula dan tekanan darah.


