Pusing dan sakit kepala bisa datang kapan saja, entah saat bekerja, beristirahat, bahkan saat bangun tidur. Nah, selain stres, kurang tidur, dehidrasi, dan kafein berlebih, sakit kepala ternyata juga bisa timbul karena kolesterol yang tinggi.
Kadar kolesterol yang tinggi bisa menumpuk di dinding pembuluh darah arteri, membentuk plak yang menghambat aliran darah. Akibatnya, otak bisa saja kekurangan pasokan oksigen, memicu pusing, sakit kepala, hingga risiko komplikasi yang lebih parah.
Nah, sakit kepala karena kolesterol, memiliki ciri-ciri dan perbedaan yang khas dengan sakit kepala biasa. Lantas, bagaimana cara mengenali sakit kepala karena kolesterol dan bagaimana cara meredakannya? Mari kita bahas.
Ciri-Ciri Sakit Kepala karena Kolesterol

Kolesterol sejatinya bukan musuh tubuh. Zat ini punya peran penting dalam membentuk hormon, vitamin D, dan melindungi sistem saraf. Hanya saja, ketika jumlahnya berlebihan, kolesterol bisa berbalik menjadi ancaman. Kondisi ini disebut hiperkolesterolemia.
Biasanya, kolesterol tinggi tak menimbulkan gejala secara langsung, sehingga kerap disebut sebagai silent killer. Namun, penelitian dalam Journal of Family Medicine and Primary Care di 2019 menunjukkan bahwa kolesterol tinggi bisa saja menyebabkan sakit kepala atau migrain.
Penelitian tersebut menemukan bahwa sebesar 44% dari pengidap migrain, memiliki kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi. Migrain sendiri adalah gejala nyeri kepala berdenyut di satu sisi, disertai mual, kepekaan terhadap cahaya, dan suara.
Nah, jika Anda sering mengalami migrain tanpa sebab yang jelas, bisa jadi kadar kolesterolnya sedang melonjak. Kolesterol tinggi bisa timbul akibat faktor genetik (keturunan) dan gaya hidup yang tidak sehat (makan gorengan, fast food, lemak, jarang olahraga).
Perbedaan Sakit Kepala Biasa dan Kolesterol

Sebetulnya tidak ada gejala yang pasti. Membedakan sakit kepala biasa dengan sakit kepala akibat kolesterol tinggi memang tidak mudah. Namun, ada beberapa petunjuk yang bisa kita perhatikan sebagai acuan.
| Aspek | Sakit Kepala Biasa | Sakit Kepala Kolesterol |
| Penyebab | Kurang tidur, stres, konsumsi kafein berlebih, dehidrasi | Makan makanan tinggi lemak, merokok, jarang olahraga |
| Gejala | Menekan atau menegang di sekitar kepala dan leher | Nyeri berdenyut atau terasa berat di bagian belakang kepala |
| Waktu | Bisa kapan saja | Sering muncul setelah makan besar atau malam hari |
| Penyerta | Tegang di bahu/leher | Pusing, penglihatan kabur, cepat lelah, dan kadang disertai mual ringan |
| Kadar Kolesterol | Normal (<200 mg/dL) | Tinggi (>240 mg/dL) |
Namun, tanda-tanda tersebut masih bersifat umum dan bisa saja meleset. Untuk memastikan penyebabnya dengan jelas, cek kadar kolesterol Anda secara berkala. Alat cek kolesterol digital kini banyak tersedia dan mudah digunakan di rumah.
Cara Meredakan Sakit Kepala karena Kolesterol
Ketika pusing menyerang, langkah pertama adalah beristirahat dan menenangkan diri. Jangan langsung meminum obat penghilang sakit kepala tanpa mengetahui penyebab pastinya. Jika curiga karena kolesterol, ada beberapa langkah efektif yang bisa kita lakukan.
- Cek kadar kolesterol secara teratur, pemeriksaan minimal setiap 6 bulan sekali, atau bisa lebih sering jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi. Hal ini untuk mencegah gejala-gejala dan komplikasi kolesterol yang mengganggu.
- Hindari total rokok dan asap rokok. Nikotin dan zat beracun lainnya bisa merusak dinding pembuluh darah dan mempercepat pembentukan plak kolesterol. Hentikan kebiasaan ini secepatnya demi menjaga elastisitas arteri.
- Hindari minuman beralkohol, karena di dalam tubuh, organ hati bisa mengubah alkohol menjadi trigliserida dan kolesterol, dua jenis lemak darah yang berpotensi memicu semua gejala-gejala ini.
- Kurangi makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol (gorengan, jeroan, daging berlemak, dan makanan berminyak lain). Sebaliknya, perbanyak sayur dan buah, ikan berlemak sehat (sarden atau salmon), dan kacang-kacangan.
- Lakukan olahraga ringan, seperti jalan kaki, bersepeda, berenang, atau senam selama 30 menit per hari, minimal 5 kali seminggu. Aktivitas fisik bisa membantu meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan menurunkan LDL.
- Usahakan tidur 7-8 jam setiap malam dengan jadwal yang teratur. Kurang tidur dapat meningkatkan stres dan memperburuk kondisi metabolik tubuh. Keduanya bisa memicu peningkatan tekanan darah dan kolesterol.
Kita juga bisa berikhtiar mengobati kolesterol tinggi dengan formulasi herbal Habbatus Sauda 4 in 1. Nutrisi dan senyawa aktif dari komposisi Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis di dalamnya, terbukti secara empiris mampu menjaga kadar kolesterol.

