Fakta yang menarik sekaligus miris yang jarang orang ketahui adalah, hampir setengah dari penderita hipertensi di seluruh dunia, tidak menyadari kalau mereka sebetulnya sedang menderita penyakit tersebut. Pertanyaannya, kok bisa, ya?
Data mengejutkan ini diungkapkan oleh World Health Organization (WHO). Sekitar 46 persen dari total penderita tekanan darah tinggi tidak menyadari kondisinya. Kasus ini menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar yang terjadi hampir di semua negara.
Hipertensi Adalah Silent Killer

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, sering mendapat julukan silent killer. Sebutan ini bukan tanpa alasan. Banyak orang yang hidup bertahun-tahun dengan tekanan darah tinggi, tetapi merasa aman dari gejalanya. Sampai tiba-tiba terjadi komplikasi serius, seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, hingga kerusakan mata.
WHO memperkirakan bahwa 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi. Ironisnya, dua pertiga di antaranya tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah hingga menengah, termasuk negara kita, Indonesia. Hingga saat ini, hipertensi masih menyandang predikat penyebab kematian nomor satu.
Lebih dari 720 juta penderita hipertensi tidak mendapatkan pengobatan yang layak. Padahal, bila didiagnosis dan ditangani dengan baik, tekanan darah bisa kita kendalikan. Dan biasanya, obat hipertensi tidaklah mahal, bahkan kita bisa mengobatinya dengan bahan-bahan sederhana.
Di Indonesia sendiri, merujuk pada data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) di tahun 2018, prevalensi masyarakat berusia 18 tahun ke atas untuk penyakit hipertensi berada pada angka 34,1 persen. Nah, perlu kesadaran untuk cek tekanan darah secara rutin agar gejalanya terdeteksi secara dini.
Kenapa Banyak yang Tidak Menyadari Hipertensi?

Salah satu alasan utama adalah minimnya gejala awal. Hipertensi sering kali berkembang perlahan dan diam-diam. Tidak seperti penyakit lain yang menunjukkan tanda-tanda jelas seperti munculnya demam, nyeri, dan gejala lainnya. Biasanya, hipertensi memang hadir tanpa kita sadari.
Kebanyakan yang terjadi di lapangan, seseorang baru mengetahui kalau dia mengidap hipertensi setelah menjalani pemeriksaan kesehatan secara tidak sengaja atau setelah mengalami komplikasi serius. Inilah sebabnya, cek tekanan darah secara rutin sangat penting walau tubuh merasa sehat.
Mengukur tekanan darah adalah prosedur yang cukup sederhana. Hal ini bisa kita lakukan di fasilitas kesehatan terdekat, seperti Puskesmas atau rumah sakit. Bahkan, saat ini, sudah banyak apotek yang menyediakan jasanya. Alat pengukur tensi juga dijual bebas dengan harga ratusan ribu.
Cek Tekanan Darah, Berapa Bulan Sekali?
Melansir dari laman Mayo Clinic, orang dewasa yang sehat disarankan memeriksa tekanan darah setidaknya setiap 2 hingga 5 tahun sekali. Pengecekan tekanan darah bisa menjadi lebih rutin, minimal setahun sekali, saat kita telah menginjak usia 40 tahun.
Pengecekan juga lebih ditekankan jika seseorang mengidap kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, obesitas, atau kolesterol tinggi. Dan bagi pasien dengan hipertensi kronis, pemeriksaan tekanan darah bahkan bisa dilakukan setiap hari untuk memonitor pemulihannya.
Tekanan Darah Normal Berdasarkan Usia
- 0-1 bulan: 45-80 mmHg/30-55 mmHg.
- Di bawah 1 tahun: 65-100 mmHg/35-65 mmHg.
- 1-5 tahun: 80-115 mmHg/55-80 mmHg.
- 6-13 tahun: 80-120 mmHg/45-80 mmHg.
- 14-18 tahun: 90-120 mmHg/50-80 mmHg.
- 19-40 tahun: 95-135 mmHg/60-80 mmHg.
- 41-60 tahun: 110-145 mmHg/70-90 mmHg.
- Di atas 60 tahun: 95-145 mmHg/70-90 mmHg.
Penutup
Hipertensi tidak lagi identik dengan penyakit orang tua. Semakin banyak anak muda yang mengidap kondisi ini tanpa sadar. Di era modern seperti sekarang, gaya hidup yang tidak sehat, stres kerja, kurang tidur, dan makanan cepat saji membuat risikonya semakin parah.
Solusinya, jangan tunggu gejalanya muncul, periksakan tekanan darah secara rutin. Banyak orang yang tidak menyadari hipertensi, kesadaran untuk deteksi dini bisa menjadi salah satu ikhtiar hidup sehat guna cegah komplikasi.
Penderita juga bisa mengonsumsi kapsul minyak Habbatus Sauda 4 in 1 untuk menjaga tekanan darah tetap normal. Produk yang telah mengantongi legalitas Badan POM ini terbuat dari Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis yang terbukti secara empiris berkhasiat untuk menjaga kesehatan dan tekanan darah.

