Alasan Kenapa Kita Perlu Cek Tekanan Darah Secara Rutin

Alasan Kenapa Kita Perlu Cek Tekanan Darah Secara Rutin

Pernahkah Anda merasa sehat-sehat saja, tetapi begitu cek tekanan darah ternyata hasilnya tinggi? Inilah alasan kenapa hipertensi disebut sebagai silent killer alias pembunuh diam-diam. Tak heran, para ahli selalu mewanti-wanti kita untuk melakukan cek tekanan darah secara rutin.

Tekanan darah tinggi sering kali tidak menunjukkan gejala apa pun sampai akhirnya menyebabkan komplikasi serius, seperti stroke, gagal ginjal, atau serangan jantung. Dan iya, cara paling sederhana untuk mencegahnya adalah pemeriksaan rutin. Mari kita bahas!

Kenapa Tekanan Darah Perlu Dipantau?

Ilustrasi Cek Tekanan Darah Secara Rutin

Menurut data World Health Organization (WHO), lebih dari 1,28 miliar orang dewasa usia 30-79 tahun di seluruh dunia mengidap tekanan darah tinggi. Sayangnya, hampir setengahnya tidak menyadari kondisi tersebut karena jarang melakukan pemeriksaan.

Akibatnya, banyak yang baru mengetahui dirinya hipertensi ketika komplikasi sudah muncul. Padahal, cek tekanan darah tak hanya untuk orang yang terdiagnosis hipertensi saja. Bahkan, orang sehat pun, tetap perlu memantau tekanan darahnya.

Tujuan & Manfaat Rutin Cek Tekanan Darah

Mencegah lebih baik dari mengobati, terlebih soal penyakit dan komplikasi tekanan darah tinggi. Apalagi, cek tekanan darah, saat ini bisa kita lakukan bahkan di apotek terdekat. Dengan biaya yang murah, kita sudah mendapatkan beberapa manfaat berikut!

1. Mendeteksi Dini Hipertensi

Ilustrasi Sakit Kepala atau Pusing

Tujuan paling mendasar adalah mendeteksi risiko hipertensi lebih awal. Dengan rutin memantau tensi, kita dapat mengetahui apakah tekanan darah masih dalam kadar normal atau sudah mulai bergerak ke arah prehipertensi dan bahkan hipertensi.

Kini, pemeriksaan tidak harus selalu kita lakukan di rumah sakit. Dengan tensimeter digital, kita dapat melakukan cek tekanan darah di rumah, kapan saja. Waktu terbaiknya adalah pada pagi hari setelah bangun tidur dan siang hari ketika aktivitas meningkat.

Nah, adapun jika Anda memiliki faktor risiko seperti obesitas, riwayat keluarga hipertensi, atau pola hidup tidak sehat, lakukanlah pemeriksaan minimal dua kali seminggu. Ini adalah rekomendasi terbaik dari ahli kesehatan.

2. Membedakan Hipertensi dengan Sindrom

Pernahkah merasa gugup ketika bertemu dokter hingga tensi jadi tinggi? Fenomena ini disebut sindrom jas putih (white coat hypertension). Kondisi ini membuat tekanan darah tampak tinggi (hanya saat berada di fasilitas kesehatan), padahal sebenarnya normal.

Melansir dari laman Hello Sehat, sekitar 15-30% pasien yang terdiagnosis hipertensi ternyata hanya mengalami sindrom jas putih. Dengan melakukan pemeriksaan rutin, kita bisa membedakan apakah benar-benar hipertensi atau hanya mengalami peningkatan tekanan darah sesaat saja.

3. Mengetahui Respons yang Tepat

Ilustrasi Jas Putih Dokter

Banyak orang merasa tak perlu mengecek tensi karena merasa sehat. Padahal, tekanan darah yang terus meningkat secara diam-diam bisa merusak pembuluh darah. Jika tak terdeteksi, risiko komplikasi yang berbahaya akan meningkat.

Nah, melalui pemeriksaan, dokter dapat memberi saran pencegahan sesuai kondisi kita. Apakah cukup dengan perubahan gaya hidup (misalnya diet rendah garam, olahraga teratur, tidur cukup), atau sudah memerlukan obat-obatan, dan sebagainya.

4. Memantau Progres Kesehatan

Bagi yang sudah menjalani terapi hipertensi, rutin cek tekanan darah adalah cara untuk mengevaluasi efektivitas perawatan. Apakah obat yang dokter berikan ada efeknya? Bagaimana efek perubahan gaya hidupnya? Nah, dokter akan bisa menyesuaikan dosis obat atau terapinya.

Dan bagi Anda yang tensinya normal, cek tekanan darah rutin akan lebih memotivasi untuk tetap menjaga pola hidup yang sehat. Dengan begitu, hal ini berfungsi sebagai alarm tubuh, membantu kita tetap disiplin dalam menjaga kesehatan.

Seberapa Penting Cek Tekanan Darah?

Semakin tinggi tekanan darah, semakin besar risiko komplikasi serius. Hipertensi dapat merusak organ vital tanpa tanda-tanda awal. Karena itu, cek tekanan darah seharusnya menjadi rutinitas, bukan hanya kita lakukan saat sakit saja.

Saat memeriksa tensi, biasanya ada dua angka yang muncul, sistolik dan diastolik. Sistolik menunjukkan tekanan jantung berkontraksi dan memompa darah ke arteri. Diastolik menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara denyut.

Kisaran tekanan darah yang normal adalah di bawah 120/80 mmHg. Jika hasil berada di atas 130/80 mmHg dengan konsisten, ada kemungkinan kita sudah masuk kategori hipertensi. Selanjutnya, kita bisa melakukan terapi yang tepat dengan hasil tersebut.

Penutup

Pemeriksaan tekanan darah memang simpel, murah, bahkan bisa kita lakukan di rumah. Namun manfaatnya sangat besar untuk menjaga kesehatan jantung, ginjal, otak, dan organ vital lainnya. Ingat, hipertensi bisa datang tiba-tiba tanpa gejala.

Selain itu, untuk mencegah maupun mengobati hipertensi, Anda bisa rutin mengonsumsi Habbatus Sauda 4 in 1. Obat herbal yang terbuat dari bahan Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis, yang terbukti empiris mampu menjaga tekanan darah.

Habbatus Sauda 4 in 1 200 Kapsul

BELI SEKARANG