Banyak yang berpikir bahwa selama tidak mengonsumsi gula pasir, kadar gula darah akan tetap aman. Padahal, tanpa kita sadari, ada sumber gula tersembunyi yang sering luput dari perhatian, salah satunya adalah kecap manis.
Dalam banyak kasus, kadar gula darah bisa tetap naik meski sudah menjauhi makanan manis yang kentara, seperti kue, dessert, atau minuman boba dan sejenisnya. Lantas, seberapa besar kadar gula dalam kecap dan apa pengaruhnya terhadap gula darah?
Mengintip Kadar Gula dalam Kecap Manis

Karena kecap manis biasanya hanya menjadi pelengkap rasa atau cocolan makanan, kita jarang memikirkan dampak nutrisinya. Padahal, kalau kita membedah komposisinya, kecap manis ternyata mengandung jumlah gula yang cukup mengejutkan.
Data dalam United States Department of Agriculture (USDA) mencatat bahwa saus berbahan dasar kedelai manis bisa mengandung sekitar 50 hingga 60 gram karbohidrat per 100 gram sajiannya, di mana sebagian besarnya murni berasal dari gula sederhana.
Jika menakar dengan hitungan, satu sendok makan kecap manis umumnya mengandung 7 hingga 9 gram gula. Jumlah ini setara dengan hampir dua sendok teh gula pasir munjung. Jumlahnya cukup banyak, bukan?
Selaras dengan itu, World Health Organization (WHO), mengingatkan bahwa asupan gula tambahan tidak hanya datang dari donat atau es teh manis, tapi juga dari produk olahan dapur seperti saus dan bumbu masakan.
Dalam dunia gizi, fenomena ini bernama hidden sugar atau gula tersembunyi. Gula yang diam-diam menyelinap ke dalam tubuh lewat makanan yang bahkan terkadang tidak dikategorikan sebagai makanan manis sama sekali.
Apakah Kecap Manis Bisa Membuat Kadar Gula Darah Naik?

Tidak semua gula terproses tubuh dengan cara yang sama. Bentuk makanan, apakah ia cair atau padat, sangatlah menentukan seberapa cepat gula tersebut akan masuk ke dalam aliran darah.
Melansir dari laman detikHealth, gula dalam bentuk cair jauh lebih cepat dicerna dan diserap oleh tubuh. Dan untuk kecap, walaupun kecap bukanlah minuman, kecap manis pada dasarnya adalah gula dalam bentuk larutan kental.
Saat kita menuangkan kecap ke atas nasi, mi, atau lauk-pauk, gula tersebut sudah berada dalam bentuk yang mudah diserap oleh pencernaan. Saat dikonsumsi rutin bersama lauk, keberadaan gula cair dalam kecap ini bisa membuat respons naiknya gula darah terjadi lebih cepat.
Kombinasi antara bentuknya yang cair dan kebiasaan kita mengonsumsinya berulang-ulang di pagi, siang, hingga sore hari inilah yang kerap tak kita sadari dapat membahayakan stabilitas gula darah.
Tips Bijak Menggunakan Kecap saat Makan untuk Gula Darah Tinggi
Kecap dalam sekali tuang mungkin sedikit, sekitar dua sendok makan (setara 14-18 gram gula). Hanya saja, jika kita mengonsumsinya saat sarapan, makan siang, dan malam, tanpa sadar kita sudah mengonsumsi lebih dari 40 gram gula tambahan hanya dari kecap saja.
Jumlah tersebut, sudah mendekati atau bahkan melebihi batas aman konsumsi gula harian. Nah, agar tetap dapat makan enak tanpa harus khawatir gula darah melonjak, berikut beberapa langkah praktis yang bisa mulai kita terapkan.
- Biasakan menakar kecap menggunakan sendok, jangan menyemprot atau menuang langsung dari kemasannya ke piring. Ini dapat membantu mengontrol porsi dengan akurat dan tepat.
- Jika butuh penambah cita rasa, kita bisa menggunakan perasan jeruk nipis, jeruk limau, atau sambal ulek segar tanpa tambahan gula. Asam dan pedas bisa memberikan tendangan rasa yang kuat tanpa menambah kalori atau gula ekstra.
- Cobalah kurangi porsinya dari hari ke hari. Mulailah dengan mengurangi porsinya menjadi setengah dari biasanya, sampai lidah menjadi terbiasa dengan rasa asli lauk yang kita makan.
Menjaga stabilitas gula darah adalah perjalanan yang terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan kecil. Dengan sedikit lebih kritis terhadap bumbu yang kita pakai setiap hari, kita sudah mengambil langkah untuk menjaga kesehatan.
Selain itu, penderita diabetes atau gula darah tinggi juga bisa berikhtiar untuk menjaga kadar gula darah dengan produk herbal Habbatus Sauda 4 in 1. Formula Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis, terbukti empiris berkhasiat untuk menjaga kadar gula dan tekanan darah.


