Penyebab Daya Tahan Tubuh Lemah dan Gampang Sakit

Tips Menjaga Stamina dan Daya Tahan Tubuh saat Puasa

Jika kita amati, sebagian orang ada yang lebih rentan terserang penyakit dibanding orang lainnya. Alasannya terletak pada kekuatan sistem kekebalan tubuh atau sistem imun. Lantas, apa saja penyebab daya tahan tubuh yang lemah dan gampang sakit?

Padahal, sistem imun adalah benteng pertahanan tubuh terhadap serangan bakteri, virus, dan organisme lain yang berpotensi menimbulkan penyakit. Bila sistem imun melemah, tubuh menjadi lebih mudah sakit, sulit pulih, bahkan rentan mengalami komplikasi.

Penyebab Daya Tahan Tubuh Lemah dan Gampang Sakit

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami apa saja penyebab turunnya daya tahan tubuh dan bagaimana cara efektif untuk memulihkannya. Berikut adalah beberapa faktor umum yang bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh.

1. Stres Berkepanjangan

Stress

Nah, stres tak hanya berdampak pada kondisi mental saja, tetapi juga bisa menghancurkan sistem kekebalan tubuh secara perlahan. Saat seseorang mengalami stres kronis, secara otomatis tubuh akan melepaskan hormon kortisol dalam jumlah tinggi.

Hormon inilah yang bisa menghambat kemampuan tubuh dalam memproduksi sel darah putih yang berfungsi melawan infeksi. Di lain sisi, stres juga bisa memicu gangguan tidur, penurunan nafsu makan, serta kebiasaan buruk seperti merokok atau konsumsi alkohol.

2. Kurangnya Aktivitas Fisik

Kurang Olahraga, Penyebab Daya Tahan Tubuh Lemah

Gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik juga bisa menyebabkan melemahnya daya tahan tubuh. Di lain sisi, olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang secara rutin, terbukti dapat meningkatkan sirkulasi darah dan mendukung kinerja sistem imun.

Aktivitas fisik membantu pergerakan sel imun ke seluruh tubuh secara lebih efisien, sehingga tubuh lebih siap menghadapi ancaman infeksi. Adanya peningkatan sirkulasi darah, akan memastikan sel imun bisa mencapai area-area yang terinfeksi dengan lebih cepat.

3. Kurang Tidur

Kurang Tidur dan Sering Begadang

Tidur bukan sekadar waktu istirahat saja, melainkan menjadi momen penting bagi tubuh untuk melakukan regenerasi sel, termasuk sel-sel imun. Saat tidur, tubuh melakukan perbaikan dan pembaruan sel-sel yang rusak. Hal ini memastikan sel-sel imun tetap berfungsi optimal.

Saat tertidur, tubuh memproduksi sitokin, yaitu semacam protein yang membantu tubuh dalam mengatasi peradangan dan infeksi. Kurang tidur dapat menghambat produksi sitokin tersebut, yang berisiko menurunkan kemampuan tubuh melawan penyakit.

Itulah mengapa, kurang tidur bisa membuat seseorang menjadi lebih gampang terkena penyakit. Orang dewasa, idealnya tidur dengan durasi 7-9 jam per malam. Tidur kurang dari itu dan dalam jangka panjang bisa menurunkan ketahanan tubuh secara signifikan.

4. Kurang Asupan Cairan

Air Mineral

Air merupakan komponen vital bagi fungsi organ dan jaringan tubuh. Selain membantu proses detoksifikasi, air juga menjaga kelembapan membran mukosa (di organ hidung, mulut, dan tenggorokan) yang berperan sebagai pertahanan pertama terhadap patogen.

Dehidrasi, baik itu sifatnya akut maupun kronis, dapat menyebabkan kelelahan, penurunan konsentrasi, sembelit, bahkan membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Minumlah cukup air setiap hari, idealnya 8 gelas atau lebih, tergantung aktivitas fisik dan kondisi cuaca.

5. Nutrisi yang Buruk

Sistem imun memerlukan berbagai nutrisi penting untuk bisa berfungsi secara optimal. Kurangnya vitamin, mineral, dan antioksidan bisa saja menjadi penyebab daya tahan tubuh lemah, sehingga mengganggu kemampuan tubuh dalam melawan infeksi.

Selain itu, pemilihan asupan harian yang tinggi gula, lemak jenuh, dan makanan olahan juga diketahui dapat menyebabkan peradangan dan menekan aktivitas imun. Beberapa asupan nutrisi yang bisa menjaga daya tahan tubuh antara lain, sebagai berikut.

  • Vitamin C, antioksidan kuat yang membantu produksi sel darah putih, mempercepat pemulihan, dan mengurangi durasi infeksi.
  • Zinc, berperan dalam fungsi imun seluler dan mempercepat penyembuhan luka.
  • Vitamin D, mendukung respons imun dan mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan.
  • Ginseng, tanaman herbal adaptogenik yang dikenal meningkatkan energi dan ketahanan tubuh terhadap stres dan penyakit.
  • Echinacea, herbal yang digunakan secara tradisional untuk mencegah dan meredakan gejala flu dan infeksi pernapasan lainnya.

Selain beberapa asupan tersebut, Nigella sativa juga menjadi salah satu herbal yang punya khasiat sebagai immunomodulator. Ia punya kemampuan untuk mengatur dan memodulasi sistem kekebalan tubuh, berkat senyawa aktif thymoquinone di dalamnya.

Khasiat immunomodulator tersebut, bermanfaat dalam meningkatkan fungsi sel imun, mengatur produksi sitokin, efek antioksidan dan anti-inflamasi untuk melindungi sel-sel dari radikal bebas. Manfaat Nigella sativa, tersedia dalam bentuk kapsul Habbatus Sauda Habasyi HIU!

Kapsul Habbatus Sauda

BELI SEKARANG