Saat musim tidak menentu, kita mungkin mulai sering mendengar orang-orang di sekitar mengeluh flu, batuk, atau pilek. Fenomena ini ternyata bukan kebetulan. Faktanya, ada banyak alasan ilmiah kenapa tubuh gampang terkena flu saat musim pancaroba.
Masa pancaroba, atau masa peralihan musim, memang populer juga dengan sebutan musim sakit. Di musim ini, cuaca terasa tidak menentu, kadang panas, kadang juga hujan. Lantas, apa sebetulnya yang membuat tubuh jadi lebih mudah terserang flu di masa ini?
Kenapa Flu Mudah Menyebar saat Pancaroba?

Pada dasarnya, menurut spesialis kedokteran keluarga dari Cleveland Clinic, Neha Vyas, perubahan suhu udara tidak akan menyebabkan tubuh kita langsung sakit. Namun, kondisi yang berkaitan dengan pancaroba, memang membuat penyebarannya lebih gampang.
Flu atau influenza adalah infeksi yang penyebabnya virus influenza tipe A, B, atau C yang menyerang sistem pernapasan, utamanya hidung, saluran tenggorokan, dan paru-paru. Pada dasarnya, virus influenza sendiri memang bersifat gampang menular.
Virus influenza bisa menular baik melalui percikan ludah saat batuk atau bersin, maupun lewat permukaan benda yang telah terkontaminasi. Cukup sekali saja kita berada di ruangan tertutup bersama orang yang sedang flu, risiko tertular sudah meningkat drastis.
Namun, masalah utamanya adalah, musim pancaroba sendiri ditandai oleh cuaca yang tidak menentu. Pagi panas, sore hujan deras, malam dingin menusuk, kadang disertai angin kencang. Kondisi inilah yang tanpa kita sadari membuat imunitas tubuh melemah.
Alasan Kenapa Gampang Flu saat Musim Pancaroba
Flu sebenarnya bisa menyerang kita kapan saja sepanjang tahun. Meski begitu, terdapat beberapa alasan utama yang menyebabkan flu saat musim pancaroba lebih sering kita alami. Berikut beberapa di antaranya.
1. Virus Lebih Kuat saat Pancaroba

Sebuah studi dalam jurnal Viruses pada tahun 2016 mengungkap bahwa virus influenza bersifat lebih stabil dan aktif dalam udara dingin dan kering. Saat udara kering, selaput lendir pada hidung dan tenggorokan yang berfungsi sebagai pelindung alami tubuh juga jadi lebih kering.
Tak hanya itu, suhu rendah juga membuat partikel virus bisa bertahan lebih lama di udara. Itulah kenapa, kita bisa tertular hanya dengan berbicara atau berada di dekat orang yang sedang flu. Semua itu, membuat virus lebih gampang menempel dan menembus imunitas tubuh.
2. Sistem Kekebalan Tubuh Melemah

Perubahan suhu ekstrem dan cuaca yang tidak menentu, membuat pembuluh darah di saluran pernapasan menyempit, sehingga aliran darah yang biasanya membawa sel-sel imun menjadi terhambat. Hal ini, membuat sistem kekebalan tubuh melemah.
Pembuluh darah saluran pernapasan yang menyempit, membuat sel darah putih yang bertugas melawan virus jadi lebih lambat bereaksi. Di kondisi inilah virus influenza punya kesempatan untuk berkembang biak dan menyebabkan infeksi di tubuh kita.
Di sisi lain, saat beralih ke musim kemarau, tubuh juga bisa sibuk menghadapi alergen seperti debu dan serbuk bunga, sehingga sistem imun justru sudah kewalahan terlebih dahulu untuk menghadapi semua itu.\
3. Aktivitas Luar Berkurang
Cuaca hujan, berangin, atau dingin sering membuat orang memilih berlama-lama di ruangan tertutup seperti kantor, rumah, atau kafe. Masalahnya, ruang tertutup dengan sirkulasi udara yang minim justru bisa menjadi surga bagi virus influenza.
Penularan melalui udara maupun kontak dengan benda bersama (gagang pintu, meja, keyboard, ponsel) pun meningkat drastis. Virus influenza bisa bertahan di permukaan benda mati selama beberapa waktu dan bisa menular saat terpegang.
4. Perubahan Pola Tidur dan Makan
Tanpa kita sadari, musim pancaroba juga sering membuat pola hidup berubah. Malam yang lebih dingin membuat banyak orang tidur lebih larut atau kurang istirahat berkualitas. Memang, hal seperti ini terkesan sepele, tetapi berdampak.
Selain itu, asupan makanan sehat sering terabaikan, misalnya mengganti buah segar dengan makanan cepat saji karena cuaca kurang mendukung untuk keluar rumah. Semua ini, berkontribusi pada menurunnya daya tahan tubuh.
Pertolongan Pertama saat Gejala Flu Muncul

Flu biasanya akan muncul 1-2 hari setelah tubuh terpapar virus, dan gejalanya bisa berlangsung antara 3 hingga 7 hari. Beberapa gejalanya pasti sudah cukup kita ketahui bersama, di antaranya seperti berikut.
- Demam dan menggigil.
- Hidung tersumbat atau meler.
- Batuk kering.
- Sakit tenggorokan.
- Nyeri otot dan sendi.
- Kelelahan ekstrem.
- Sakit kepala atau pusing.
Langkah awal yang bisa kita lakukan adalah istirahat yang cukup dan perbanyak minum air putih. Hal ini agar sistem imun bisa fokus melawan infeksi dan menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik supaya fungsi tubuh tetap bekerja optimal.
Selain itu, kita juga bisa mengunakan air hangat untuk menguap wajah (steam therapy) agar hidung lebih lega. Isolasi diri terlebih dahulu dan hindari kontak langsung dengan orang lain. Jika perlu, minumlah obat pereda gejala seperti parasetamol dan dekongestan.
Baru, bila dalam tiga hari gejala tidak membaik, segera periksa ke dokter. Flu yang tidak kunjung sembuh bisa berkembang menjadi infeksi sekunder, seperti radang paru (pneumonia) hingga sinusitis.
Tips Menjaga Imunitas Tubuh saat Musim Pancaroba
Seperti kata pepatah, mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Berikut kebiasaan sederhana yang dapat membantu Anda tetap sehat di tengah cuaca yang tak menentu saat pancaroba, agar terhindari dari flu.
- Perkuat daya tahan tubuh dengan makanan tinggi vitamin C, D, dan zinc.
- Tidur cukup sesuai rekomendasi, yakni 7-9 jam setiap malam.
- Olahraga ringan secara rutin, seperti jalan cepat atau bersepeda.
- Cukupi kebutuhan cairan tubuh, minimal 8 gelas air putih per hari.
- Gunakan masker saat berada di tempat ramai atau ketika kurang fit.
- Rutin cuci tangan dengan sabun, terutama setelah menyentuh benda umum.
- Jaga kebersihan rumah dan ventilasi udara, agar sirkulasi tetap baik.
Daya tahan tubuh yang kuat adalah kunci untuk menangkal flu di musim pancaroba. Untuk menjaga imunitas tetap kuat, kita bisa rutin mengonsumsi Habbatus Sauda Habasyi HIU. Zat antioksidan thymoquinone di dalamnya, mampu menjaga dan memodulasi sistem kekebalan tubuh.
Khasiat immunomodulator tersebut, bermanfaat dalam meningkatkan fungsi sel imun, mengatur produksi sitokin, efek antioksidan dan anti-inflamasi untuk melindungi sel-sel dari radikal bebas. Tertarik mencoba suplemen herbal alami ini?


