Bulan puasa seharusnya menjadi momen yang tenang dan khusyuk. Kadang, saat Tarawih misalnya, sendi kaki tiba-tiba terasa nyut-nyutan, bengkak, dan panas. Bagi Anda yang mengalaminya, gejala asam urat ini tentu cukup ganggu ibadah selama puasa.
Penyakit asam urat adalah jenis radang sendi yang terjadi karena kadar uric acid (asam urat) yang terlampau tinggi di dalam tubuh. Normalnya, kadar asam urat perlu kita jaga di bawah angka 6,0 mg/dL pada wanita dan 7,0 mg/dL pada pria.
Apabila melebihi angka tersebut, sisa asam urat dapat menumpuk dan mengkristal di persendian kita. Inilah yang memicu rasa sakit luar biasa hingga mengganggu aktivitas ibadah puasa. Pertanyaannya, bagaimana cara mencegah kambuhnya asam urat?
Cara Mencegah Asam Urat saat Puasa
Puasa sebetulnya bisa jadi momen yang cocok untuk memperbaiki pola hidup dan mengontrol asam urat, asalkan kita melakukannya dengan tepat. Lantas, bagaimana cara mencegah asam urat kambuh selama bulan puasa? Mari kita bahas langkah-langkah praktisnya.
1. Batasi Makanan Tinggi Purin

Setelah berpuasa seharian penuh, menu di meja makan biasanya terasa cukup menggoda. Namun, Anda harus ekstra hati-hati memilih menu sahur dan berbuka. Asupan tinggi purin adalah dalang utama naiknya asam urat saat puasa.
Batasi atau hindari beberapa makanan dan minuman penyebab asam urat, seperti jeroan (hati, usus, babat), makanan laut (udang, kepiting, kerang), daging merah berlemak, serta minum-minuman manis dan bersirup.
Sebagai gantinya, pilih opsi hidangan sehat penangkal asam urat. Perbanyak konsumsi buah-buahan segar, sayuran rendah purin, dan karbohidrat kompleks seperti nasi merah. Untuk kebutuhan protein, Anda bisa memilih dada ayam, lentil, atau susu rendah lemak.
2. Mencukupi Air Putih
Cairan sangat penting untuk membantu ginjal mengencerkan dan membuang kelebihan asam urat melalui urine. Apalagi, saat berpuasa, kita rentan mengalami dehidrasi di siang hari yang bisa memicu serangan asam urat mendadak di malam harinya.
Agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik tanpa membatalkan puasa, terapkan rumus 2-4-2 untuk memenuhi 8 gelas air per hari. Yakni, 2 gelas ketika berbuka, 4 gelas di malam hari (dicicil sebelum Isya hingga sesudah Tarawih), dan 2 gelas lagi saat sahur.
3. Selingi dengan Olahraga

Meskipun sedang berpuasa, bukan berarti kita boleh bermalas-malasan dan rebahan seharian. Rutin berolahraga sangat ampuh menjaga kelenturan sendi dan mencegah penumpukan kristal asam urat.
Tentu saja, sesuaikan waktunya agar Anda tak kelelahan. Anda bisa melakukan olahraga ringan selama 30 menit sambil ngabuburit menunggu waktu berbuka, atau bisa juga dilakukan setelah salat Tarawih. Pilih olahraga santai seperti jalan kaki, bersepeda, atau senam.
4. Jaga Berat Badan
Tahukah Anda bahwa obesitas ialah salah satu faktor risiko utama asam urat? Bulan puasa adalah waktu yang sangat ideal untuk menurunkan berat badan yang berlebih. Melansir dari Hello Sehat, pengurangan kalori saat puasa bisa turut menurunkan kadar asam urat.
Kuncinya agar berhasil, jangan jadikan momen buka puasa sebagai ajang makan berlebihan. Makanlah secukupnya dan berhentilah sebelum merasa terlalu kenyang agar berat badan Anda tetap stabil selama bulan puasa.
5. Gunakan Alas Kaki yang Nyaman

Cedera ringan di area kaki biasanya jarang kita sadari, padahal ini bisa memicu peradangan pada sendi yang ber-asam urat tinggi. Saat berjalan kaki ke masjid untuk salat berjemaah, pastikan Anda mengenakan alas kaki atau sandal yang pas, empuk, dan nyaman.
Menggunakan sandal atau alas kaki yang nyaman, bisa membantu mengurangi tekanan pada sendi kaki, mencegah benturan berulang, menstabilkan langkah saat berjalan, dan mengurangi risiko cedera ringan.
Pertolongan Pertama saat Asam Urat Kambuh
Meski sudah berhati-hati, terkadang asam urat masih bisa kambuh. Jika tiba-tiba sendi Anda terasa nyeri dan bengkak di tengah ibadah puasa, coba lakukan langkah-langkah pertolongan pertama berikut.
- Tempelkan es yang dibalut handuk selama 20-30 menit pada area yang bengkak untuk meredakan nyeri dan peradangan.
- Saat berbaring, ganjal kaki yang sakit dengan bantal agar posisinya lebih tinggi dari dada untuk mengurangi pembengkakan.
- Jangan panik atau stres, karena stres justru bisa memperburuk peradangan. Jika perlu, beristirahatlah dulu yang cukup.
Jangan lupa untuk rutin mengecek kadar asam urat Anda secara berkala. Dengan persiapan yang matang dan pola hidup yang dijaga, ibadah puasa Anda pasti akan berjalan lancar, khusyuk, dan tentunya bebas dari gangguan sendi.
Jika Anda sudah memiliki riwayat asam urat yang sering kambuh, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum bulan puasa mulai. Mintalah saran dan resep obat yang tepat untuk mencegah kambuhnya asam urat saat puasa.
Keluhan nyeri sendi akibat asam urat juga bisa diobati dengan konsumsi Habbatus Sauda 4 in 1. Kapsul herbal yang memformulasikan Nigella sativa, Olea europaea, VCO, dan propolis, memiliki efek anti-inflamasi alami dan bisa membantu meredakan radang pada sendi.

