Ciri-Ciri Sakit Kepala yang Timbul karena Kolesterol Tinggi

Ciri-Ciri Sakit Kepala yang Timbul karena Kolesterol Tinggi

Orang-orang kerap menyebut kolesterol tinggi sebagai silent killer, ia sering datang tanpa gejala yang jelas. Meski demikian, sebagian penderita bisa saja mengalami gejala sakit kepala dengan ciri-ciri yang khas karena kolesterol sedang tinggi.

Penyebab sakit kepala memang ada banyak. Namun, jika kita pernah memiliki riwayat kolesterol tinggi atau gaya hidup yang tidak sehat, ada baiknya memperhatikan jenis sakit kepala yang kita alami. Bisa jadi, itu adalah tanda jika kolesterol sedang naik drastis.

Alasan Kenapa Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Sakit Kepala

Ilustrasi Cek Kolesterol

Kadar kolesterol yang tinggi bisa menyebabkan pembentukan plak di dinding arteri. Plak ini menyempitkan pembuluh darah dan memperlambat aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke otak.

Saat pembuluh darah tersumbat, suplai oksigen dan nutrisi ke otak bisa berkurang. Inilah yang memicu munculnya sakit kepala, bahkan migrain berat. Namun, tentu saja, kasus seperti ini tidak muncul setiap waktu.

Sebuah studi di dalam jurnal Pain Practice pada tahun 2014, mengatakan bahwa pasien migrain dengan kadar kolesterol tinggi cenderung mengalami serangan migrain yang lebih intens, daripada mereka yang kadar kolesterolnya normal.

Artinya, berdasarkan penelitian tersebut, kolesterol jahat (LDL) yang tinggi memang terbukti dapat memperparah kondisi migrain dan memperpanjang durasi nyerinya. Lantas, apa saja ciri-ciri sakit kepala yang timbul karena kolesterol tinggi?

Ciri-Ciri Khas Sakit Kepala karena Kadar Kolesterol yang Tinggi

Ciri-Ciri Sakit Kepala karena Kolesterol Tinggi

Meski gejalanya mirip dengan sakit kepala biasa, berikut adalah beberapa karakteristik khusus yang bisa menjadi petunjuk bahwa sakit kepala yang kita alami mungkin ada hubungannya dengan kadar kolesterol yang tinggi.

  • Sakit kepala berdenyut di satu sisi kepala (mirip migrain).
  • Datang tiba-tiba setelah makan makanan tinggi lemak atau gorengan.
  • Sakit kepala disertai rasa berat atau tegang di leher dan bahu.
  • Kambuh saat tekanan darah sedang tinggi atau setelah merokok.
  • Tidak membaik meski sudah istirahat atau minum obat sakit kepala biasa.

Nah, jika Anda mengalami sakit kepala dengan ciri-ciri di atas secara berulang, sebaiknya lakukan pemeriksaan kadar kolesterol secara berkala. Ciri-ciri di atas, memiliki sedikit perbedaan yang mencolok dengan sakit kepala biasa.

Perbedaan Sakit Kepala karena Kolesterol dengan Sakit Kepala Biasa

Memang tak mudah untuk membedakan sakit kepala biasa dengan yang disebabkan oleh kolesterol. Tetapi, berikut ini adalah beberapa perbandingan yang dapat membantu kita dalam mengenalinya.

CiriSakit Kepala BiasaSakit Kepala Kolesterol
PemicuKurang tidur, stres, dehidrasi, terlalu lama menatap layarMakan makanan tinggi kolesterol, merokok, kurang olahraga
Lokasi NyeriBisa di seluruh kepala, biasanya tumpulLebih sering di satu sisi kepala, berdenyut
Respon ObatUmumnya membaik dengan obat penghilang nyeriSering tidak membaik jika akar penyebabnya (kolesterol) tidak ditangani
FrekuensiSporadis, bisa hilang-timbulCenderung berulang saat kadar kolesterol meningkat

Tentu saja, pengenalan ciri-ciri di atas baru sekadar dugaan. Satu-satunya cara yang pasti untukmengetahui kadar kolesterol Anda adalah dengan cek darah. Batas kadar kolesterol adalah 200-239 mg/dL, dan termasuk tinggi jika telah mencapai lebih dari 240 mg/dL.

Saat mengalami sakit kepala yang tidak biasa dan Anda mencurigai kolesterol sebagai penyebabnya, cobalah untuk melakukan tes kolesterol, baik di puskesmas, klinik, atau menggunakan alat tes kolesterol secara mandiri.

Penutup

Untuk mengatasi kolesterol tinggi, Anda bisa berikhtiar dengan produk Habbatus Sauda 4 in 1. Produk herbal dengan formulasi minyak Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis ini terbukti secara empiris ampuh menurunkan kadar kolesterol dan menjaga sirkulasi darah.

Habbatus Sauda 4 in 1 200 Kapsul Solusi Alami Kolesterol

BELI SEKARANG