Azan Magrib menjadi momen paling ditunggu setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Namun bagi perokok, keinginan untuk segera menghisap rokok terkadang lebih kuat ketimbang keinginan untuk buka puasa dengan makanan dan minuman.
Sayangnya, kebiasaan berbuka dengan sebatang rokok ini, ternyata menyimpan risiko dan bahaya yang jauh lebih serius. Lantas, kenapa bisa seperti itu? Mari kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Bahaya Buka Puasa dengan Rokok

Rokok mengandung ribuan bahan kimia berbahaya, dengan tiga kandungan utama yang paling merusak, yakni karbon monoksida, nikotin, dan tar. Zat-zat kimia ini menjadi jauh lebih berbahaya jika masuk ke dalam tubuh saat perut kosong.
Saat momen buka puasa, sistem pencernaan dan metabolisme Anda sedang dalam kondisi siap menyerap nutrisi untuk mengganti energi. Jika yang masuk justru adalah asap rokok, racun tersebut akan terserap lebih cepat dan bereaksi lebih keras terhadap tubuh.
Dalam kondisi perut kosong, tubuh sebetulnya lebih membutuhkan cairan, nutrisi, dan oksigen yang cukup. Namun, kalau yang pertama masuk justru asap rokok, racun rokok bisa memicu efek kejut dan kaget pada tubuh. Nah, berikut penjelasannya!
1. Efek Karbon Monoksida
Saat berbuka puasa, tubuh kita membutuhkan nutrisi dan cairan untuk memulihkan energi. Nah, jika Anda langsung merokok, gas karbon monoksida dalam asapnya akan masuk ke aliran darah dan mengikat hemoglobin.
Karbon monoksida yang masuk ke aliran darah bisa bikin kadar oksigen dalam darah menurun drastis. Sel-sel tubuh akan mulai kekurangan oksigen. Gejala kejut yang bisa timbul dari masalah ini, seperti mual, muntah, rasa lelah, hingga pusing.
Selain itu, ada risiko jangka panjang yang mengintai pembuluh darah Anda. Melansir data dari Campaign for Tobacco-Free Kids, kadar trombosit (zat pembeku darah) pada seorang perokok umumnya memang lebih tinggi ketimbang non-perokok.
Kadar trombosit ini juga akan mengalami lonjakan yang sangat pesat saat Anda kembali merokok setelah berhenti sejenak selama puasa. Lonjakan trombosit ini berbahaya, karena bisa memicu penggumpalan darah, penyumbatan, dan membuat pembuluh darah menjadi kaku.
2. Nikotin Menaikkan Tensi
Sebetulnya, puasa memberikan jeda istirahat yang sangat baik bagi tubuh kita. Namun, kandungan nikotin dalam rokok justru berdampak langsung pada peningkatan tekanan darah dan detak jantung. Zat ini juga menyebabkan pembuluh darah menyempit (vasokonstriksi).
Seperti melansir dari laman Smokefree Sheffield, kadar nikotin di dalam tubuh akan berkurang hingga setengahnya setelah Anda berpuasa seharian. Penurunan kadar nikotin ini membantu mengembalikan detak jantung menjadi lebih normal dan tenang.
Namun, jika Anda langsung buka puasa dengan menghisap rokok, kadar nikotin di dalam tubuh akan kembali melonjak tinggi dalam waktu singkat. Jantung yang tadinya berdetak tenang akan dipaksa bekerja keras secara tiba-tiba.
Puasa Momen Latihan Berhenti Merokok

Puasa jadi momen di mana kita dianjurkan untuk mengendalikan diri, menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu, termasuk keinginan untuk merokok. Faktanya, Anda sendiri telah berhasil tidak merokok selama kurang lebih 13 jam setiap harinya saat puasa.
Ini adalah kemajuan yang besar. Waktu yang tersedia untuk merokok menjadi sangat sempit, hanya dari waktu berbuka hingga sahur saja. Anda bisa memanfaatkan momentum ini untuk mengurangi jumlah rokok secara bertahap.
Mulailah dari langkah kecil, hangan jadikan rokok sebagai menu pembuka. Minumlah air putih dan makanlah terlebih dahulu. Berikan jeda waktu agar tubuh tidak kaget. Manfaatkan waktu malam yang singkat di bulan puasa untuk mengurangi jatah rokok Anda.
Jika biasanya Anda menghabiskan satu bungkus, cobalah kurangi satu, dua, lima batang per hari. Lakukanlah pengurangan ini secara terus-menerus dan konsisten hingga tubuh Anda terbiasa dengan asupan nikotin yang lebih sedikit.
Walaupun bulan puasa nanti telah selesai, Anda bisa meneruskan upaya baik ini hingga bisa total meninggalkannya. Buktinya, banyak orang berhasil berhenti merokok karena memanfaatkan momentum Ramadan. Kuncinya adalah konsisten.

