Siapa yang tak kenal buah sukun? Buah dengan daging empuk ini memang menjadi primadona camilan di Indonesia, entah itu digoreng renyah atau dikukus hangat. Namun, tahukah Anda? Di balik itu semua, daun sukun memiliki khasiat yang begitu banyak.
Selama ini, mungkin kita hanya melihat daun sukun yang lebar dan menjari itu gugur begitu saja. Padahal, banyak masyarakat yang telah memercayai khasiat daun sukun (Artocarpus altilis) sebagai obat herbal yang cukup ampuh.
Mengenal Kandungan Daun Sukun

Pohon sukun adalah tanaman tropis yang lazim kita temui di dataran rendah. Ia berkerabat dekat dengan nangka dan kluwih. Buahnya kerap disebut breadfruit karena teksturnya yang lembut mirip roti. Namun daunnya, justru terkenal karena kandungan kimianya yang keras terhadap penyakit.
Daun sukun memiliki ciri khas berukuran besar, berwarna hijau mengkilap di atas, namun kusam dan kasar di bagian bawahnya. Menariknya, di dalam pengobatan herbal, biasanya yang dicari adalah daun yang sudah tua, kering, atau yang baru saja gugur.
Usut punya usut, melansir dari laman Hello Sehat, karena di dalam fase ini, kandungan zat kimia alami atau fitonutrien di dalamnya sedang maksimal. Nah, jangan remehkan lembaran daun kering ini, daun sukun mengandung senyawa aktif yang baik untuk kesehatan.
Kandungan Daun Sukun
- Flavonoid.
- Fenol.
- Saponin.
- Tanin.
- Alkaloid.
- Terpenoid.
Kombinasi senyawa tersebut mampu memberikan efek anti-inflamasi (anti-peradangan), antioksidan, hingga anti-diabetes. Lantas, apa saja khasiat spesifik daun sukun untuk tubuh? Mari kita bedah berdasarkan studi yang telah ada sebelumnya.
Khasiat Daun Sukun untuk Kesehatan
Beberapa penelitian sebelumnya telah mencoba menguak apa saja manfaat daun sukun. Nah, berdasar berbagai studi dan penggunaan tradisional yang terbukti secara empiris tersebut, berikut adalah ragam potensi luar biasa dari air rebusan daun sukun.
1. Menurunkan Kolesterol

Bagi pengidap gangguan jantung atau Anda yang gemar memakan makanan berlemak, daun sukun bisa menjadi penyeimbang. Sebuah studi dalam International Journal of Pharmaceutical and Clinical Research di tahun 2016 menemukan fakta menarik.
Pemberian ekstrak daun sukun pada skala uji coba laboratorium terbukti mampu menurunkan kolesterol total, kolesterol jahat (LDL), dan trigliserida. Hebatnya lagi, tak cukup di situ saja, daun sukun sekaligus juga bisa meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).
Ini semua berkat kandungan flavonoid yang bekerja mencegah penumpukan lemak jahat di pembuluh darah. Flavonoid mampu menghambat oksidasi LDL, mengurangi peradangan pembuluh darah, dan membantu metabolisme lemak di hati.
2. Solusi Alami Hipertensi
Sebetulnya tidak hanya di Indonesia. Mengutip dari Hello Sehat, masyarakat di Jamaika pun rutin menggunakan daun sukun untuk mengontrol tensi darah dengan metode pengobatan tradisional ala mereka. Bagaimana cara kerjanya?
Sederhananya, senyawa dalam daun sukun membantu menenangkan pembuluh darah. Zat aktifnya bekerja menghambat saluran alfa-adrenoseptor dan ion kalsium yang biasanya membuat pembuluh darah menegang.
Hasilnya, pembuluh darah menjadi lebih rileks dan tekanan darah pun turun secara signifikan. Mekanisme ini, cara kerjanya mirip prinsip di sebagian obat anti-hipertensi, walau tentu dayanya jauh lebih lemah.
3. Mengendalikan Gula Darah

Daun sukun juga memiliki sifat anti-diabetes yang bekerja dengan cara memperbaiki kinerja pankreas. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun ini bisa meningkatkan aktivitas gen pada sel beta pankreas, yakni si penghasil insulin dalam tubuh kita.
Dengan produksi insulin yang lebih baik, gula darah pun menjadi lebih terkontrol. Bahkan, risiko kerusakan pankreas (pankreatitis) dinilai lebih rendah dibandingkan penggunaan beberapa obat kimia sintetik, meski efeknya juga jauh tak sekuat obat.
4. Mengurangi Kadar Asam Urat
Punya keluhan nyeri sendi akibat asam urat? Daun sukun bisa menjadi alternatif solusi. Riset dari Universitas Lampung menemukan bahwa ekstrak daun sukun efektif mengurangi kadar asam urat dalam darah.
Mekanismenya cukup canggih, senyawa aktif daun sukun bisa menekan aktivitas enzim xantin oksidase. Enzim inilah biang kerok yang mengubah zat purin (dari makanan tinggi purin seperti jeroan) menjadi asam urat. Jika enzim ini ditekan, produksi asam urat pun berkurang.
5. Melindungi Organ Hati
Hati (liver) adalah organ vital yang berguna menyaring racun. Studi yang termuat dalam Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine menunjukkan bahwa ekstrak daun sukun memiliki efek hepatoprotektif, alias pelindung hati.
Kandungan di dalamnya berpotensi menghambat perkembangan virus seperti hepatitis C dan bisa mencegah kerusakan lebih lanjut pada organ hati, seperti sirosis. Ia cocok diminum untuk mendukung kesehatan hati.
Cara Mengolah Jamu Daun Sukun

Tertarik mencobanya? Anda bisa membuat ramuan ini sendiri dengan mudah. Pastikan Anda memilih daun yang sudah tua (biasanya berwarna hijau sangat gelap atau mulai menguning/cokelat). Bagaimana langkah-langkahnya?
- Ambil 2-3 lembar daun sukun tua yang masih utuh.
- Cuci di bawah air mengalir. Gosok perlahan permukaannya untuk menghilangkan debu dan kotoran.
- Masukkan daun ke dalam panci (sebaiknya panci stainless steel atau tanah liat), tambahkan 5 gelas air bersih.
- Rebus hingga mendidih dan air menyusut sebagian. Matikan kompor.
- Tunggu hingga hangat, lalu saring airnya. Warna airnya akan kemerahan seperti teh.
Ramuan daun sukun rebus ini memiliki rasa sepat yang cukup kuat. Anda juga bisa menambahkan sedikit madu murni agar lebih nikmat. Sampai saat ini, belum ada anjuran khusus berapa kali boleh minum daun sukun. Umumnya, masyarakat meminumnya dua kali sehari.
Catatan dan Efek Samping Daun Sukun
Meskipun berbasis herbal, bukan berarti daun sukun bebas risiko. Daun sukun tinggi kalium. Jika Anda memiliki riwayat penyakit ginjal, asupan kalium berlebihan dari daun sukun justru berbahaya dan bisa memicu hiperkalemia.
Rebusan daun sukun juga cukup sensitif bagi sebagian orang. Beberapa orang mungkin bisa mengalami sariawan atau iritasi mulut akibat getah atau senyawa tertentu pada daun tersebut. Untuk itu, minumlah dengan bijak.
Selain itu, sebagian besar penelitian terkait daun sukun masih dalam tahap uji laboratorium, sehingga tingkat efektivitasnya belum teruji secara luas. Namun demikian, ia cocok digunakan sebagai terapi pendukung (bukan pengganti obat dokter).
Jika Anda memiliki keluhan kolesterol, hipertensi, gula darah tinggi, dan asam urat, Anda juga bisa berikhtiar dengan produk herbal Habbatus Sauda 4 in 1. Produk ini terbuat dari bahan berkhasiat Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis.


