Lebih Manis & Ramah Diabetes, Kenapa Stevia Bisa Nol Kalori?

Lebih Manis & Ramah Diabetes, Kenapa Stevia Bisa Nol Kalori?

Hampir semua orang suka rasa manis. Sayangnya, di balik kelezatannya, ada risiko gula darah tinggi hingga diabetes yang mengintai. Tidak heran, banyak orang mulai beralih ke pemanis nol kalori dari stevia.

Klaim pemanis alami dari daun stevia ini mungkin terdengar terlalu muluk. Rasanya jauh lebih manis dari gula pasir, tetapi kandungan kalorinya sangat rendah, bahkan bisa nol kalori. Lantas, kenapa bisa seperti itu, ya?

Alasan Kenapa Stevia Bisa Nol Kalori

Stevia Nol Kalori

Jika gula biasa langsung diproses oleh metabolisme tubuh menjadi energi atau cadangan lemak, stevia memiliki mekanisme kerja yang sepenuhnya berbeda. Nah, rahasia rasa manis di dalam stevia ada pada senyawa glikosida steviol.

Jadi, ketika masuk ke mulut, lidah kita akan tetap menangkap sensasi manis yang kuat. Hanya saja, senyawa ini tidak bisa tercerna lebih lanjut karena usus kita tidak memiliki enzim yang mampu memecahnya.

Alhasil, zat manis ini ibarat sekadar “numpang lewat” di tubuh tanpa menyumbang kalori. Selain itu, karena rasanya jauh lebih manis dari gula biasa, kita hanya butuh sedikit sekali stevia untuk memaniskan kopi atau teh.

Stevia Cocok untuk Penderita Diabetes

Mengatasi Gula Darah Tinggi dan Prediabetes

Spesialis gizi klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, Sp.GK., membenarkan bahwa stevia adalah opsi yang cocok bagi kita yang perlu menjaga gula darah atau sedang dalam program penurunan berat badan (weight management).

Karena stevia murni tak memberikan tambahan energi tubuh, kadar glukosa dalam darah tetap stabil dan landai. “Karena memang kan tadi nol kalori, kalau memang bener-bener stevia isinya. Glukosa juga tidak langsung spike,” kata dr. Yaze.

Selain aman untuk gula darah, substitusi gula pasir dengan pemanis nol kalori dari stevia juga efektif untuk menjaga asupan kalori harian. Kita bisa mengurangi hingga 48-60 kalori dari setiap sendok gula pasir.

“Nggak bikin gula darah tiba-tiba langsung jadi 200-300. Terus kalau misalnya kita mau weight management, memang kalori yang masuk jadinya kan lebih sedikit dibandingkan kalau kita pakai gula pasir,” jelas dr. Yaze.

Cermat dalam Memilih Produk Stevia

Namun, biarpun manfaatnya luar biasa, dr. Yaze mengingatkan kita untuk tetap teliti saat membeli. Kenyataannya, banyak produk stevia di pasaran yang tidak 100% murni dan sudah tercampur dengan pemanis buatan lain, seperti sukralosa atau neotam.

Campuran pemanis ini memang tak berbahaya asal konsumsinya di bawah batas aman harian (ADI). Sebagai acuan, batas aman sukralosa adalah 15 mg/kg berat badan, dan neotam 2 mg/kg berat badan.

“Karena kita nggak tahu nih, produk itu yang dicek kan cuman gulanya aja. Harusnya cek juga kadar stevianya. Bener ada apa nggak, gitu. Harusnya kita cek juga. Jadi belum tentu dia palsu. Siapa tahu memang ada stevianya, tapi kadarnya berapa persen,” kata dr. Yaze.

Perhatikan Takaran saat Memakai Stevia

Meskipun berisi nol kalori, bukan berarti kita bisa memakai stevia ke dalam minuman tanpa batasan. Takarannya harus tetap kita perhatikan dengan cermat, khususnya pada produk stevia berbentuk cair (tetes).

Menurut dr. Yaze, batas maksimal konsumsi stevia cair bisa mencapai 20 tetes dalam sehari. Namun, untuk pemakaian normal, 1 hingga 3 tetes saja sebetulnya sudah sangat cukup untuk mendapatkan rasa manis yang pas.

Jika berlebihan, stevia justru dapat memicu masalah pencernaan ringan, seperti perut kembung atau mulas. Jadi, gunakan secukupnya saja sesuai takaran agar kudapan tetap terasa manis dan sehat, tanpa perlu pusing memikirkan kalori.

Nah, jika Anda punya masalah dengan gula darah tinggi, Habbatus Sauda 4 in 1 bisa jadi solusinya. Terbuat dari formula alami Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis, ia terbukti empiris berkhasiat untuk membantu menjaga kadar gula darah dan daya tahan tubuh.

Habbatus Sauda 4 in 1 200 Kapsul

BELI SEKARANG