Anda punya riwayat hipertensi? Hal pertama yang terlintas di pikiran kita mesti risiko masalah jantung hingga stroke. Namun faktanya, organ pertama yang diam-diam dirusak oleh tekanan darah tinggi justru adalah ginjal.
Melansir situs Times of India, Spesialis Nefrologi, Dr. Nimish Gupta, menyebutkan jika tensi yang tinggi secara terus-menerus akan perlahan merusak fungsi penyaringan ginjal. Inilah satu efek hipertensi yang jarang orang sadari karena timbulnya senyap.
Efek Tekanan Darah Tinggi ke Ginjal

Ginjal punya jutaan penyaring kecil (glomerulus) yang bertugas membuang zat sisa darah melalui urine. Saat Anda mengidap hipertensi, darah akan melewati saringan ini dengan tekanan yang sangat tinggi setiap harinya.
Akibatnya, menurut Dr. Gupta, dinding glomerulus perlahan menebal dan rusak. Parahnya, kerusakan ini terjadi dengan senyap, tanpa ada rasa sakit. Banyak yang baru sadar saat fungsi ginjalnya sudah terlanjur menurun secara drastis.
Orang sering mengira penyakit ginjal selalu bergejala parah, seperti sakit pinggang luar biasa atau susah buang air kecil. Padahal, kerusakan ginjal awal akibat hipertensi gejalanya jauh lebih samar dan jarang penderitanya sadari.
Tanda Awal Masalah Ginjal
- Urine berbusa, terjadi karena protein yang seharusnya tetap berada dalam darah malah bocor dan ikut terbuang melalui urine.
- Adanya penumpukan cairan yang menetap, biasanya terlihat di area pergelangan kaki, tungkai kaki, hingga wajah.
- Kelelahan ekstrem dan mual, tanda tumpukan racun di tubuh karena ginjal sudah tak mampu menyaringnya dengan optimal.
Tips Mencegah Gangguan Ginjal Akibat Hipertensi
Orang yang punya darah tinggi biasanya lumayan rajin memantau angka tensi. Tapi sayangnya, jarang banget yang kepikiran buat rutin mengecek kondisi ginjal mereka. Berikut adalah tips untuk menjaga kesehatan ginjal dan tekanan darah.
1. Lakukan Cek Tahunan

Makanya, Dr. Gupta sangat menyarankan pengidap hipertensi untuk rutin tes fungsi ginjal dan cek urine minimal setahun sekali. Tes ini sebenarnya simpel, cuma butuh sampel darah dan urine, tapi entah kenapa sering terlewat dari daftar medical check-up kita.
Dan ingat, tekanan darah yang terlihat normal karena rutin minum obat bukan berarti ginjal kita sudah pasti aman. Apalagi kalau hipertensinya sudah telanjur diidap bertahun-tahun sebelum akhirnya ketahuan.
2. Kontrol Konsumsi Garam
Selain cek medis, mengontrol garam adalah kunci menjaga ginjal. Hati-hati, natrium sering bersembunyi di makanan olahan, saus, dan bumbu instan yang tidak selalu terasa asin. Asupan garam yang tinggi akan menaikkan tensi sekaligus membebani kerja ginjal Anda.
Dalam medis, jantung dan ginjal bekerja sebagai satu tim yang saling memengaruhi (cardiorenal connection). Oleh karena itu, menjaga tekanan darah tetap stabil bukan sekadar melindungi jantung, tapi juga menyelamatkan ginjal dari kerusakan.
Supaya tidak terjebak natrium pemicu hipertensi, mulailah biasakan membalik kemasan makanan dan minuman yang akan kita beli. Cek bagian Informasi Nilai Gizi, perhatikan angka pada komponen Natrium atau Sodium, dan hitung kadar harian yang masuk.
Kita juga dapat berikhtiar menjaga kesehatan jantung, pembuluh darah, serta tekanan darah dengan Habbatus Sauda 4 in 1. Suplemen yang terbuat dari 4 kombinasi herbal ini, juga mampu mendongkrak daya tahan tubuh dan menjaga tekanan darah.

