Manfaat teh hijau bagi kesehatan telah dipercaya sejak dulu. Bahkan, teh hijau kerap disebut-sebut sebagai salah satu minuman paling sehat di dunia dan diyakini mampu mengatasi berbagai penyakit. Lantas, benarkah teh hijau bisa menurunkan kolesterol?
Manfaat Teh Hijau untuk Menurunkan Kolesterol

Teh hijau, atau Camellia sinensis, ialah tanaman asli Tiongkok yang proses pengolahannya berbeda dengan teh hitam. Nah, daun teh hijau tak melalui proses fermentasi secara penuh, sehingga kandungan antioksidan alaminya jauh lebih terjaga ketimbang teh hitam.
Khasiat teh hijau dalam menurunkan kolesterol bukanlah mitos belaka. Melansir dari laman Penn Medicine, menyebutkan bahwa teh hijau berpotensi menjaga kesehatan jantung, membuat kulit awet muda, hingga menurunkan risiko kanker.
Fakta menarik lainnya juga datang dari Jepang, sebuah penelitian melaporkan bahwa rutin minum lebih dari 5 cangkir teh hijau sehari, terbukti mampu menurunkan 26% risiko kematian akibat serangan jantung dan stroke.
Bagaimana Cara Teh Hijau Menurunkan Kolesterol?

Nah, untuk memahami manfaatnya, kita perlu melihat apa yang sebenarnya terjadi dalam pembuluh darah. Kadar kolesterol yang tinggi adalah faktor risiko utama penyakit jantung. Kolesterol sendiri, terbagi menjadi dua jenis utama.
LDL (low-density lipoprotein) atau kolesterol jahat, jika kadarnya terlalu berlebihan, LDL bisa menempel di dinding pembuluh darah, menumpuk, serta membentuk plak (aterosklerosis) yang mampu menyumbat aliran darah.
Berbeda dengan HDL (high-density lipoprotein) atau kolesterol baik. Kolesterol jenis ini punya tugas mengangkut kelebihan kolesterol dari pembuluh darah kembali ke hati untuk diproses, sehingga tidak menumpuk.
Peran Teh Hijau
Teh hijau berperan penting dalam mekanisme ini berkat kandungan catechin, khususnya senyawa aktif bernama Epigallocatechin-3-Gallate (EGCG). Studi dalam Nutrition Journal melaporkan bahwa EGCG mampu mencegah oksidasi LDL dan menghambat penyerapan lemak.
EGCG adalah antioksidan kuat yang melindungi partikel LDL agar tidak teroksidasi. LDL yang teroksidasi adalah penyebab utama pembentukan plak yang dapat semakin mempersempit pembuluh darah jantung.
Selain itu, senyawa catechin bisa menghambat proses penyerapan lipid (lemak) oleh usus, sehingga jumlah lemak yang masuk ke dalam aliran darah bisa jauh berkurang. Dengan kata lain, teh hijau bisa mengelola kadar lemak darah agar tetap seimbang.
Tips Minum Teh Hijau yang Aman dan Berkhasiat

Teh hijau dalam kemasan siap minum biasanya bukan opsi yang bagus untuk kesehatan. Kebanyakan produk tersebut, telah ditambahkan pemanis dalam jumlah tinggi, perasa, hingga pengawet, sehingga kadar antioksidannya jauh berkurang.
Alih-alih menurunkan kolesterol, gula berlebih justru bisa menaikkan berat badan dan memicu masalah metabolisme baru. Pilihan terbaik Anda adalah menyeduh sendiri daun teh hijau asli atau teh celup murni tanpa tambahan gula.
Banyak orang enggan minum teh hijau murni karena rasanya yang cenderung pahit atau sepat. Padahal, rasa pahit yang mengganggu itu, biasanya muncul karena cara menyeduh yang kurang tepat. Bagaimana cara seduh yang benar?
- Jangan gunakan air mendidih karena ia bisa merusak catechin dan membuat rasa teh menjadi sangat pahit. Diamkan air mendidih selama 2-3 menit hingga suhunya sedikit menurun.
- Jangan merendam teh terlalu lama. Cukup seduh selama 2-3 menit saja.
- Kalau belum terbiasa dengan rasa aslinya, Anda dapat menambahkan sedikit perasan jeruk lemon. Vitamin C pada lemon juga membantu tubuh menyerap antioksidan teh hijau dengan lebih baik.
Meski alami, konsumsi teh hijau tetap ada batasnya. Teh hijau mengandung oksalat yang cukup tinggi. Jika Anda punya riwayat batu ginjal, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter karena oksalat dapat memicu pembentukan batu ginjal pada individu yang rentan.
Selain itu, teh mengandung tanin yang bisa menghambat penyerapan zat besi, sehingga sebaiknya berikan jeda waktu antara minum teh dengan jam makan, terutama bagi penderita anemia.
Agar kolesterol benar-benar turun dan terkendali, padukan kebiasaan minum teh hijau dengan gaya hidup sehat. Perbaiki pola makan, tetap bergerak aktif, dan cobalah kelola stres dan tidur yang cukup.
Penutup
Meskipun teh hijau memiliki potensi untuk menurunkan kadar kolesterol, ia tidak boleh digunakan sebagai pengganti obat. Teh hijau cocok digunakan sebagai terapi pendukung sebagai bagian dari pola makan yang sehat.
Pasien kolesterol tinggi juga bisa berikhtiar dengan Habbatus Sauda 4 in 1. Obat herbal dengan formulasi Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis ini, terbukti secara empiris mampu membantu menurunkan kadar kolesterol jahat, sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik.

