Tak Hanya Obesitas, Orang Kurus Juga Bisa Terkena Diabetes

Tak Hanya Obesitas, Orang Kurus Juga Bisa Terkena Diabetes

Banyak orang beranggapan hanya orang gemuk saja yang rentan diabetes. Padahal, kenyataannya tidak sesimpel itu. Berat badan memang menjadi salah satu faktor utama diabetes, tetapi bukan berarti orang kurus tidak bisa terkena diabetes. Kenapa begitu, ya?

Nah, justru fakta yang terjadi di lapangan, ada cukup banyak kasus di mana orang dengan berat badan normal terdiagnosis diabetes. Kasus ini sering kali mengejutkan, lantaran tidak sesuai dengan stereotip yang berkembang di masyarakat. Berikut penjelasannya!

Kenapa Orang Kurus Bisa Diabetes?

Kenapa Orang Kurus Bisa Terkena Diabetes? Ilustrasi Cek Gula Darah

Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh mengalami resistensi insulin, yaitu kondisi di mana sel otot, hati, dan lemak tidak dapat merespons insulin dengan baik. Akibatnya, glukosa menumpuk di dalam darah dan menyebabkan kadar gula darah tinggi.

Pada orang kurus, kondisi ini kerap berkaitan dengan fenomena yang bernama skinny fat. Istilah ini, merujuk pada orang dengan indeks massa tubuh (IMT) normal, tetapi punya kadar lemak tubuh yang tinggi, terutama lemak visceral (lemak di sekitar organ dalam perut).

Lemak viscelar inilah yang berbahaya karena dapat memicu peradangan, resistensi insulin, dan akhirnya diabetes. Menurut Harvard School of Public Health, IMT tak selalu menggambarkan komposisi tubuh. Seseorang bisa saja terlihat kurus, tetapi menyimpan banyak lemak di perutnya.

Sebuah penelitian dalam Indian Journal of Endocrinology and Metabolism menemukan bahwa pasien diabetes dengan berat badan rendah, ternyata memiliki massa lemak tubuh yang lebih tinggi ketimbang kelompok sehat dengan berat badan yang sama.

Selain itu, hasil pengecekan HbA1c (penanda rata-rata gula darah dalam 3 bulan terakhir) mereka juga lebih buruk. Artinya, berat badan normal atau kurus bukanlah jaminan kadar gula darah sehat. Ini juga mematahkan stereotip kalau orang kurus tidak bisa terkena diabetes.

Faktor Risiko Diabetes pada Orang Kurus

Selain masalah lemak visceral, ada beberapa faktor lain yang membuat orang kurus berisiko terkena diabetes. Mulai dari gaya hidup, pola makan, dan keturunan. Beberapa faktor berikut, bisa meningkatkan risiko orang kurus terkena diabetes.

1. Faktor Keturunan

Ilustrasi Genetik

Riwayat keluarga sangat berpengaruh. Jika salah satu orang tua menderita diabetes, risiko anak untuk terkena penyakit ini mencapai 40%. Jika kedua orang tua memiliki riwayat diabetes, risikonya bahkan bisa melonjak hingga 70%.

Diabetes adalah penyakit yang sering melibatkan kombinasi faktor genetik dan gaya hidup. Gen-gen tertentu yang berasal dari warisan orang tua bisa membuat tubuh seseorang lebih rentan terhadap resistensi insulin atau gangguan produksi insulin.

2. Diabetes Gestasional

Wanita yang pernah mengalami diabetes gestasional saat hamil memiliki kemungkinan 10 kali lipat lebih tinggi untuk terkena diabetes tipe 2 dalam 10 tahun setelah persalinan. Risiko ini tetap ada meskipun tubuhnya kurus atau berat badan normal.

Diabetes gestasional bukanlah kondisi yang terjadi saat masa kehamilan saja. Sebaliknya, ini bisa jadi alarm dari tubuh yang menunjukkan bahwa ada masalah pada cara tubuh mengatur gula darah. Jika pernah mengalaminya, sebaiknya lebih sering untuk mengecek gula darah.

3. Gaya Hidup dan Pola Makan

Pola Makan Diabetes

Kurus tak selalu berarti aktif. Banyak orang dengan tubuh ramping, justru memiliki gaya hidup sedenter, seperti duduk terlalu lama di depan komputer, jarang olahraga, dan minim aktivitas fisik. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko resistensi insulin.

Begitu juga kebiasaan mengonsumsi minuman manis, makanan cepat saji, atau camilan dengan gula tersembunyi, dapat membuat kadar gula darah  melonjak. Orang kurus yang sering makan makanan tinggi gula tetap berisiko besar mengalami diabetes.

Tips dan Cara Mencegah Diabetes

Nah, mitos bahwa orang kurus pasti bebas dari diabetes harus segera diluruskan. Faktanya, orang kurus pun bisa terkena diabetes jika memiliki faktor risiko seperti lemak visceral tinggi, riwayat keluarga, gaya hidup sedenter, atau pola makan tinggi gula.

Baik kurus maupun gemuk, tetap perlu menjaga gaya hidup dan pola makan yang sehat sebagai kunci untuk mencegah diabetes. Berikut adalah tips dan cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah diabetes, terlebih jika kadar gula darah sering melonjak.

  • Konsumsi makanan yang bergizi seimbang dengan porsi sayur, protein, dan karbohidrat kompleks yang cukup. Kurangi makanan tinggi gula dan olahan. Pola makan adalah salah satu faktor pemicu utama diabetes pada orang kurus.
  • Lakukan minimal 150 menit olahraga ringan hingga sedang setiap minggu, misalnya jalan cepat, bersepeda, atau berenang. Aktivitas fisik dapat membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai energi dan meningkatkan sensitivitas insulin.
  • Perhatikan lingkar pinggang dan kadar lemak tubuh. Lingkar pinggang di atas 90 cm (pria) dan 80 cm (wanita) menandakan risiko tinggi meski IMT normal. Jangan hanya terpaku pada angka timbangan.
  • Cek kesehatan secara rutin. Pemeriksaan gula darah, HbA1c, dan profil lemak penting dilakukan, terutama jika ada riwayat keluarga diabetes. Pengecekan rutin agar gejala awal bisa tertangani dengan baik oleh ahlinya.

Selain itu, kita bisa menjaga kadar gula darah dengan rutin meminum kapsul minyak Habbatus Sauda 4 in 1. Produk herbal yang terbuat dari formula Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, hingga propolis, yang secara empiris berkhasiat menurunkan kadar gula.

Habbatus Sauda 4 in 1 200 Kapsul

BELI SEKARANG