Selain meminum obat dan mengatur pola makan dengan benar, jalan kaki adalah cara paling sederhana untuk menurunkan kadar kolesterol. Berjalan kaki, ternyata bisa merangsang produksi enzim-enzim penurun kolesterol tertentu.
Kadar kolesterol yang tinggi sering diibaratkan seperti pembunuh diam-diam. Sering kali, ia tidak menunjukkan gejala apa pun, diam-diam menumpuk di pembuluh darah, hingga akhirnya menyebabkan komplikasi. Menyeramkan bukan?
Manfaat Jalan Kaki untuk Kolesterol
Mungkin kita semua sama-sama mengetahui bahwa aktivitas fisik memang penting bagi kesehatan. Namun, bagaimana jalan kaki yang simpel dapat membantu melawan kolesterol? Ternyata, hal ini ada penjelasan ilmiahnya.
1. Membasmi Kolesterol Jahat

Low-density lipoprotein (LDL) adalah partikel lemak pengangkut yang bersifat menempel di dinding pembuluh darah. Partikel inilah yang biasanya kita sebut sebagai kolesterol jahat. Jika terlalu banyak, ia mampu menyebabkan pembuluh darah sempit dan kaku.
Mengutip dari laman Eating Well, pelatih kebugaran dari Texas, Paizley Longino mengatakan bahwa berjalan kaki, terbukti secara ilmiah merangsang enzim-enzim tertentu dalam tubuh, khususnya enzim bernama lipoprotein lipase (LPL).
Enzim ini bekerja layaknya pembersih, yang tugasnya mengeluarkan partikel LDL dari darah dan mengangkutnya kembali ke hati untuk diproses atau dikeluarkan. Sederhananya, LPL membantu tubuh dalam melakukan detoksifikasi kolesterol jahat.
2. Meningkatkan Kolesterol Baik

Selain menurunkan LDL, jalan kaki juga berperan dalam meningkatkan partikel bernama high-density lipoprotein (HDL). Partikel inilah yang biasanya kita sebut sebagai kolesterol baik. Berbeda dengan kolesterol jahat, tubuh sangat membutuhkan HDL.
Tugasnya adalah mengumpulkan kelebihan kolesterol yang menempel di dinding dan membawanya kembali ke hati. Nah, makin sering kita berjalan, akan semakin banyak juga HDL yang kita miliki, sehingga risiko plak di pembuluh darah pun berkurang.
Mengutip dari laman detikHealth, Erin Nitschke, seorang pelatih kebugaran dari Wyoming mengatakan, “Berjalan kaki akan meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit serta potensi stroke sekarang dan di kemudian hari.”
Program Jalan Kaki untuk Kolesterol

Longino dan Nitschke, ahli kebugaran yang sebelumnya kita sebut, sama-sama memiliki program jalan kaki. Program yang mereka bentuk, tak banyak memakan waktu, hanya perlu 10-30 menit dalam sehari, sehingga kita tetap bisa melakukannya di tengah kesibukan.
Program jalan kaki ini lebih mengutamakan konsistensi dengan kombinasi peregangan. Longino mengatakan bahwa peregangan, memiliki efek positif terhadap kadar kolesterol, khususnya pada aliran dan sirkulasi darah.
“Jalan kaki dan peregangan juga bisa membantu mengurangi stres, yang pada akhirnya dapat menurunkan kadar kolesterol,” tambah Nitschke. Lalu, bagaimana panduan jalan kaki yang tepat untuk terapi kolesterol?
Minggu Ke-1 (Bentuk Kebiasaan)
- Senin: Jalan kaki 15 menit.
- Selasa: Peregangan 15 menit.
- Rabu: Jalan kaki 15 menit.
- Kamis: Peregangan 15 menit.
- Jumat: Jalan kaki 15 menit.
- Sabtu: Peregangan 15 menit.
- Minggu: Istirahat.
Minggu Ke-2 (Fokus Durasi)
- Senin: Jalan kaki 20 menit.
- Selasa: Jalan kaki 10 menit, peregangan 10 menit.
- Rabu: Jalan kaki 20 menit.
- Kamis: Jalan kaki 10 menit, peregangan 10 menit.
- Jumat: Jalan kaki 20 menit.
- Sabtu: Jalan kaki 10 menit, peregangan 10 menit.
- Minggu: Istirahat.
Minggu Ke-3 (Fokus Intensitas)
- Senin: Jalan kaki 25 menit.
- Selasa: Jalan kaki 10 menit, peregangan 15 menit.
- Rabu: Jalan kaki 25 menit.
- Kamis: Jalan kaki 10 menit, peregangan 15 menit.
- Jumat: Jalan kaki 25 menit.
- Sabtu: Jalan kaki 10 menit, peregangan 15 menit.
- Minggu: Istirahat.
Minggu Ke-4 (Fokus Konsistensi)
- Senin: Jalan kaki 30 menit.
- Selasa: Jalan kaki 15 menit, peregangan 15 menit.
- Rabu: Jalan kaki 30 menit.
- Kamis: Jalan kaki 15 menit, peregangan 15 menit.
- Jumat: Jalan kaki 30 menit.
- Sabtu: Jalan kaki 15 menit, peregangan 15 menit.
- Minggu: Istirahat.
Catatan, jalan kaki harus kita lakukan dengan langkah cepat. Selain itu, awali setiap sesi jalan kaki dengan 3-5 menit jalan santai dan akhiri dengan 3-5 menit jalan santai sebelum peregangan. Hari istirahat juga bisa disesuaikan dengan jadwal masing-masing.
Kiat lainnya, jika Anda tidak memiliki jadwal khusus untuk berolahraga, cobalah untuk mengintegrasikan program jalan kaki ini ke kebiasaan sehari-hari. Misalnya, berjalan dari parkiran, ke kantor naik tangga, ke masjid berjalan kaki, dan sebagainya.
Kita juga bisa berikhtiar mengobati kolesterol tinggi dengan formulasi herbal Habbatus Sauda 4 in 1. Nutrisi dan senyawa aktif dari komposisi Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis di dalamnya, terbukti secara empiris mampu menjaga kadar kolesterol.

