Kurang tidur sudah menjadi penyakit modern yang banyak dikeluhkan orang-orang. Entah karena lembur pekerjaan, maraton serial, atau faktor lain, kurang tidur biasanya hanya dianggap sepele. Padahal, kurang tidur santer disebut bisa menyebabkan darah tinggi.
Lantas, benarkah informasi tersebut? Kenapa hilangnya waktu tidur beberapa jam saja dapat memengaruhi kondisi jantung dan pembuluh darah kita? Mari kita bahas kaitan kurang tidur dan tekanan darah tinggi, lebih lanjut pada artikel ini.
Kurang Tidur Menyebabkan Darah Tinggi

Tidur adalah waktu penting bagi tubuh untuk beristirahat dan melakukan perbaikan. Melalui tidur, tubuh Anda beristirahat total dan memulihkan energi, mempersiapkannya agar mampu beraktivitas lagi di keesokan hari.
Agar mendapat manfaat ini secara optimal, Anda perlu tidur yang cukup dan berkualitas. National Sleep Foundation merekomendasikan orang dewasa untuk tidur selama 7-9 jam setiap malam. Nah, bagaimana jika kurang?
Bila kurang dari durasi ini, risiko munculnya berbagai penyakit, termasuk hipertensi, akan semakin besar. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut seseorang yang tidurnya kurang dari tujuh jam per malam berisiko mengalami hipertensi.
Peran Tekanan Darah saat Tertidur

Secara alami, selama tidur malam yang normal, tubuh akan mengalami proses vital yang bernama dipping. Ini adalah kondisi di mana tekanan darah cenderung menurun sebesar 10-20% dari batas normal.
Penurunan ini memberikan waktu istirahat yang sangat dibutuhkan oleh jantung dan pembuluh darah. Sebaliknya, jika kualitas tidur bermasalah atau kurang, proses dipping ini tidak terjadi secara optimal.
Akibatnya, tekanan darah akan tetap lebih tinggi untuk durasi yang lebih lama, membebani sistem kardiovaskular. Bahkan, bagi yang sudah memiliki riwayat tekanan darah tinggi, kurang tidur bisa menyebabkan kondisinya semakin parah, sehingga gejala hipertensi lebih sering muncul.
Kurang Tidur Bisa Memicu Stres

Kurang tidur juga terbukti memicu stres. Di sisi lain, stres adalah salah satu pemicu hipertensi yang paling umum. Sebuah studi oleh Sleep Medicine Institute menemukan bahwa stres karena kurang tidur bisa meningkatkan tekanan darah sistolik (angka atas) sebesar 10 poin.
Fakta ini ditemukan setelah meneliti puluhan orang dewasa yang sehat. Saat Anda kurang tidur, kemampuan tubuh dalam mengatur hormon stres, yaitu kortisol dan adrenalin, menjadi berkurang. Hal ini lantas menyebabkan produksi hormon-hormon tersebut berlebih.
Hormon adrenalin yang diproduksi berlebih dapat meningkatkan denyut jantung. Hormon kortisol (dikenal sebagai hormon stres) dapat meningkatkan gula atau glukosa dalam darah. Kedua kondisi ini berperan besar dalam meningkatkan tekanan darah.
Peningkatan tekanan darah akibat stres karena kurang tidur ini umumnya bersifat sementara. Begitu kualitas tidur kembali membaik, tekanan darah dapat kembali normal. Namun, stres yang kronis (berkepanjangan) dapat menimbulkan kondisi yang serius.
Pun jika kondisi kurang tidur Anda terus menerus terjadi serta dalam waktu yang lama, ini dapat meningkatkan tekanan darah secara permanen dan menyebabkan hipertensi kronis. Untuk itu, kita perlu menjaga pola tidur untuk mencegahnya.
Cara Mencegah Tekanan Darah Tinggi karena Kurang Tidur
Karena kurang tidur memiliki dampak langsung pada tekanan darah, sangat penting untuk menerapkan praktik tidur yang sehat (sering disebut sleep hygiene). Ini adalah beberapa langkah yang dapat kita lakukan.
- Tidur dan bangunlah pada jam yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan. Konsistensi ini akan membantu mengatur jam biologis (ritme sirkadian) tubuh.
- Hindari mengonsumsi kafein (kopi, teh) dan alkohol setidaknya 4-6 jam sebelum waktu tidur.
- Pastikan kamar tidur gelap, sejuk, dan tenang. Hindari penggunaan gawai (ponsel, tablet) setidaknya satu jam sebelum tidur.
- Lakukan ritual santai sebelum tidur, seperti membaca buku atau mandi air hangat, untuk memberi sinyal pada tubuh bahwa sudah waktunya beristirahat.
Selain itu, untuk mencegah maupun mengobati hipertensi, Anda bisa rutin mengonsumsi Habbatus Sauda 4 in 1. Obat herbal yang terbuat dari bahan Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis, yang terbukti empiris mampu menjaga tekanan darah.

