Pernahkah Anda merasa deg-degan saat tekanan darah akan diukur di rumah sakit, lantas hasilnya jadi lebih tinggi dari biasanya? Tenang, Anda tidak sendirian. Banyak orang di luar sana juga mengalami hal serupa, kondisi ini disebut sebagai hipertensi jas putih.
Mengenal Apa itu Hipertensi Jas Putih

Bayangkan kasus ini, Anda sedang santai di rumah, tidak ada rasa khawatir. Begitu sampai di rumah sakit, berhadapan dengan dokter atau perawat, tiba-tiba jantung berdebar lebih kencang. Nah, kondisi inilah yang disebut hipertensi jas putih (white coat hypertension).
Sederhananya, tekanan darah Anda jadi lebih tinggi hanya ketika berada di lingkungan rumah sakit atau saat periksa ke tenaga medis. Fenomena ini juga kita kenal dengan istilah white coat syndrome, sesuai dengan jas putih yang sering dokter atau perawat kenakan.
Bagi sebagian orang, kehadiran tenaga medis atau bahkan hanya dengan suasana rumah sakit saja sudah cukup untuk memicu respons cemas dan stres pada tubuh. Hasilnya apa? Tekanan darah melonjak dengan tiba-tiba!
Menurut studi dalam jurnal Hypertension tahun 2013, sekitar 15-30% pasien mengalami kondisi ini. Artinya, dari 10 orang yang periksa tekanan darah di rumah sakit, bisa jadi tiga di antaranya memperlihatkan tekanan darah tinggi yang sebenarnya hanya bersifat sementara.
Berapa Tensi Normalnya?
Normalnya, tekanan darah itu ada di angka sekitar 120/80 mmHg. Namun, saat Anda mengalami hipertensi jas putih, angka tekanan darah Anda bisa melonjak lebih tinggi saat bertemu dokter. Padahal, di rumah atau tempat lain mungkin normal-normal saja.
Perbedaan Hipertensi Biasa dan Hipertensi Jas Putih
Meski sama-sama menunjukkan angka tekanan darah tinggi saat pengukuran, hipertensi jas putih berbeda dari hipertensi kronis. Berikut perbedaan utama antara hipertensi biasanya dengan hipertensi jas putih.
| Aspek | Hipertensi Jas Putih | Hipertensi Kronis |
| Kapan Terjadi | Saat periksa di rumah sakit atau bertemu dokter | Kapan saja, termasuk di rumah |
| Penyebab | Kecemasan atau stres sesaat | Gaya hidup tidak sehat, faktor genetik, usia, dan lainnya |
| Bersifat | Sementara | Jangka panjang dan butuh pengobatan |
| Risiko Kesehatan | Bisa menjadi indikasi awal risiko hipertensi | Memiliki risiko tinggi terhadap penyakit jantung, stroke, dan ginjal |
Jika kita pahami, perbedaan utamanya terletak pada situasinya. Orang dengan hipertensi jas putih hanya mengalami tekanan darah tinggi saat berada di lingkungan medis saja. Di luar itu, tekanan darah mereka cenderung normal.
Lain halnya dengan hipertensi biasanya, atau hipertensi kronis, di mana tekanan darah tinggi (lebih dari 140/90 mmHg) terjadi secara terus-menerus dalam jangka panjang. Penyebabnya juga lebih kompleks, bisa berbagai faktor.
Hipertensi jas putih adalah kebalikan hipertensi bertopeng (masked hypertension). Hipertensi jenis ini terjadi ketika tekanan darah seseorang normal saat pengukuran di rumah sakit, tapi justru tinggi saat pengukuran di rumah atau di tempat lain. Ini juga perlu kita waspadai!
Penyebab Tekanan Darah Naik saat Periksa ke Dokter

Para ahli menduga kuat bahwa stres dan rasa cemas saat berada di lingkungan rumah sakit menjadi biang keladinya. Bertemu dokter, apalagi jika ada kekhawatiran tentang kondisi kesehatan, bisa memicu respons stres dalam tubuh. Stres inilah yang kemudian membuat tekanan darah ikut naik.
Selain karena bertemu dokter, tekanan darah juga bisa naik sementara waktu karena hal lain yang memicu stres, seperti masalah pekerjaan, situasi darurat, atau bahkan lupa minum obat darah tinggi sebelum berangkat.
Selain itu, makanan atau minuman yang Anda konsumsi sebelum ke rumah sakit, misalnya yang tinggi garam atau mengandung kafein, juga bisa jadi pemicu kenaikan tekanan darah yang sifatnya sementara.
Meskipun kelihatannya tidak berbahaya karena bersifat sementara, hipertensi jas putih tetap perlu kita perhatikan. Kondisi ini bisa jadi sinyal bahwa tubuh kita berisiko lebih tinggi mengalami tekanan darah tinggi yang sebenarnya di kemudian hari.
Tips Mengatasi Cemas saat Periksa Medis
Kekhawatiran berlebihan terhadap hasil pengukuran, ditambah lagi stres saat berada di rumah sakit, justru bisamemperburuk keadaan. Namun, tidak perlu khawatir, ada beberapa tips yang bisa Anda coba.
- Saat merasa cemas, coba minta waktu sebentar pada dokter atau perawat untuk menenangkan diri. Latihan pernapasan sederhana seperti menarik napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya perlahan bisa sangat membantu meredakan stres.
- Ruang praktik dokter atau rumah sakit yang ramai kadang bisa membuat kita makin tegang. Jika memungkinkan, tanyakan apakah pengukuran tekanan darah bisa dilakukan di ruangan lain yang lebih tenang dan tidak terlalu ramai.
- Suasana tegang saat pemeriksaan juga bisa memicu kecemasan. Cobalah untuk terlibat dalam percakapan ringan dengan dokter atau perawat saat tekanan darah Anda diukur.
Selain itu, untuk menjaga kesehatan, daya tahan tubuh, dan tekanan darah tetap normal, Anda juga bisa mengonsumsi produk Habbatus Sauda 4 in 1. Produk berizin Badan POM ini terbuat dari bahan alami Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis, efektif untuk menjaga kesehatan tubuh, salah satunya terkait kadar tekanan darah.

