Kadar Asam Urat Tinggi tanpa Muncul Nyeri, Apa Perlu Diobati?

Kadar Asam Urat Tinggi tanpa Muncul Nyeri, Apa Perlu Diobati?

Banyak orang mengira asam urat yang tinggi pasti memicu nyeri sendi, terutama di jempol kaki. Faktanya, kondisi ini sering tidak bergejala dan baru ketahuan saat cek kesehatan. Pertanyaannya, kalau tidak terasa sakit, apakah asam urat tinggi tetap harus kita obati?

Dalam medis, asam urat tinggi tanpa gejala ini memiliki istilah hiperurisemia asimtomatik. Walau tidak sakit, kondisi ini ibarat lampu kuning bagi tubuh. Oleh karena itu, kita perlu tahu batas-batas amannya, agar penanganannya nanti tidak terlambat.

Kapan Asam Urat Perlu Obat Kimia?

Asam Urat Tinggi tapi Tidak Nyeri

Menurut pedoman medis dari Med Central, apabila kita pada dasarnya sehat, tidak mengalami nyeri, dan tidak memiliki riwayat penyakit ginjal, maka sebetulnya belum dianjurkan untuk langsung mengonsumsi obat kimia penurun asam urat.

Alih-alih langsung memberi resep obat, dokter biasanya akan meminta kita untuk mulai memperbaiki gaya hidup. Entah dengan menjaga berat badan, mengurangi minuman manis dan beralkohol, hingga rutin olahraga. Biasanya, cara ini sudah cukup untuk mengontrol asam urat secara alami.

Selain memperbaiki gaya hidup, kita juga bisa berikhtiar untuk menurunkan asam urat dengan Habbatus Sauda 4 in 1. Produk herbal ini berisi formula habbatus sauda, minyak zaitun, VCO, hingga propolis yang secara empiris bersifat anti-inflamasi yang baik untuk kesehatan sendi.

Habbatus Sauda 4 in 1 200 Kapsul

BELI SEKARANG

Bahayakah Asam Urat Tinggi tanpa Nyeri?

Meski tidak terasa sakit, membiarkan asam urat tetap tinggi bisa memicu komplikasi di masa depan. Menurut dr. Tanya Herdita, Sp.PD., kondisi ini memang tak langsung berbahaya, namun berisiko memicu radang sendi parah, batu ginjal, hingga penyakit kardiovaskular.

Namun ada pengecualian yang perlu diingat. Menurut dr. Tanya, dokter mungkin akan tetap meresepkan obat jika asam urat kita di atas 8 mg/dL dan punya risiko penyakit jantung, meski tubuh sama sekali tidak merasakan nyeri.

Cara Mencegah Gejala Asam Urat Timbul

Kesimpulannya, tingginya kadar asam urat tanpa keluhan nyeri adalah peringatan dini yang mengindikasikan perlunya perbaikan gaya hidup. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk mencegah timbulnya serangan nyeri asam urat!

1. Batasi Makanan Tinggi Purin

Daging Merah, Makanan Tinggi Purin

Asam urat bisa cepat naik jika kita sering mengonsumsi makanan tinggi purin seperti jeroan, sarden, kerang, hingga kaldu daging, karena purin dari makanan tersebut akan dipecah tubuh menjadi asam urat.

Nah, kita tidak harus menghindarinya sepenuhnya, cukup batasi porsinya, terutama jika punya riwayat asam urat tinggi. Bijaklah memilih asupan dan terapkan pola makan sehat agar angka asam urat tetap aman.

2. Hindari Minuman Beralkohol

Alkohol meningkatkan asam urat lewat dua cara; kandungan etanolnya memicu produksi asam urat, sementara sisa metabolismenya (asam laktat) membuat ginjal kesulitan membuang kelebihan asam urat tersebut.

Akibatnya, asam urat menjadi lebih sulit dikeluarkan dan berisiko menumpuk di dalam tubuh. Oleh karena itu, konsumsi alkohol sebaiknya kita hindari, khususnya bagi yang sudah memiliki riwayat penyakit asam urat.

3. Perbanyak Minum Air Putih

Air Mineral

Meminum air putih yang cukup setiap hari, sekitar 2 liter (atau sesuai kebutuhan) bisa membantu ginjal membuang kelebihan asam urat lewat urine. Asupan cairan yang pas juga membuat kerja ginjal jadi lebih ringan dan maksimal.

Sebaliknya, kurang minum membuat urine memekat dan memicu pembentukan kristal asam urat. Pastikan tubuh tetap terhidrasi, terutama jika tubuh memiliki riwayat asam urat tinggi atau berisiko terkena penumpukan kristal.

4. Jaga Berat Badan

Kelebihan berat badan ternyata bisa memengaruhi cara tubuh mengatur dan membuang asam urat. Saat berat badan berlebih, ginjal menjadi kurang maksimal dalam membuang sisa asam urat, sehingga kadarnya lebih gampang naik di dalam tubuh.

Menurunkan berat badan hingga ideal akan memperbaiki metabolisme dan menstabilkan asam urat. Jaga berat badan dengan pola makan seimbang dan olahraga rutin untuk menurunkan risiko penyakit ini.

5. Masak dengan Cara Rebus

Memasak

Memasak dengan cara merebus bisa membantu mengurangi kadar purin. Karena gampang larut dalam air, sebagian purin akan berpindah ke air rebusan. Teknik ini cocok saat kita ingin mengolah bahan makanan yang purinnya lumayan tinggi.

Sebaliknya, kurangi kebiasaan menggoreng atau memanggang makanan tinggi purin, apalagi dalam porsi yang besar. Jangan lupa juga untuk selalu mengatur porsi dan variasi makanan sehari-hari agar gizi tetap seimbang dan asam urat aman terkendali.

6. Waspada Gula Fruktosa

Fruktosa (gula pada makanan dan minuman manis) memicu tubuh memproduksi asam urat berlebih. Oleh karena itu, batasi konsumsinya, terutama jika kita memiliki riwayat asam urat tinggi.

Maka dari itu, mulailah batasi konsumsi minuman berenergi, minuman manis, atau suplemen yang tinggi gula. Sebagai gantinya, perbanyak minum air putih dan biasakan untuk selalu mengecek kandungan gula di label kemasan sebelum kita membelinya.