Penyebab Gampang Lemas dan Pusing saat Coba Kurangi Gula

Penyebab Gampang Lemas dan Pusing saat Coba Kurangi Gula

Niat untuk mulai membatasi gula demi hidup lebih sehat terkadang terhenti di tengah jalan. Nah, siapa yang pernah berniat kurangi gula, tapi justru merasa pusing, lemas, hingga bad mood parah di hari-hari pertama?

Ternyata, ada penjelasan medis di balik rasa kurang nyaman tersebut. Pusing dan lemas pada fase-fase awal ini, penyebabnya bukan semata-mata karena menurunnya asupan gula itu sendiri. Berikut penjelasan dokter soal hal ini!

Tubuh Butuh Adaptasi saat Kurangi Gula

Ilustrasi Pusing dan Sakit Kepala

Dokter spesialis gizi klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, Sp.GK., menjelaskan penyebab di balik keluhan tersebut. Menurut beliau, reaksi pusing dan lemas ini merupakan bentuk adaptasi atau perlawanan dari tubuh.

“Nah iya, karena kamu sudah kebiasaan ngasih gula instan ke dalam tubuhmu. Jadi pasti akan ada adaptasi dari tubuh, jadi kayak berontak nih. Yang tadinya biasa dapet gula instan, tapi tiba-tiba enggak ada gula,” ujar dr. Yaze di kanal TikTok detikHealth, Kamis (10/9/2026).

Selama ini, tubuh kita mungkin sudah terlalu biasa dimanjakan oleh gula setiap hari. Begitu asupan ini tiba-tiba distop, tubuh jadi kaget dan berontak. Nah, proses adaptasi mendadak inilah yang membuat Anda merasa pusing, lemas, dan bad mood.

Jangan Langsung Stop Gula secara Total

Kurangi Gula

Oleh karena itu, menghentikan asupan gula secara drastis dalam semalam bukan solusi yang tepat. Cara ini justru berpotensi memicu rasa lemas berlebih yang pada akhirnya membuat kita gagal konsisten.

dr. Yaze sendiri menyarankan untuk mengurangi gula dengan bertahap, “Jadi tipsnya kadar gulanya dikurangin dikit-dikit, jadi bukan berarti langsung enggak dikasih gula seharian. Udah pasti akan lemes, lemes, terus enggak mood.”

Nah, dr. Yaze mencontohkan, buat Anda yang hobi minum kopi atau teh manis setiap hari, jangan langsung menggantinya dengan minuman pahit. Solusinya, turunkan takarannya secara berkala. Misalnya?

  • Jika biasanya memakai gula takaran normal, kurangi menjadi 70% selama tiga hari pertama.
  • Setelah tubuh mulai terbiasa, turunkan lagi menjadi 50% di tiga hari berikutnya.
  • Lakukan terus sampai lidah kita terbiasa dengan rasa yang tidak terlalu manis.

Lebih Baik Mengurangi Gula dengan Bertahap

Menurut dr. Yaze, kuncinya adalah mau berkompromi dengan tubuh supaya kebiasaan sehat kurangi gula ini bisa bertahan lama. Berhenti makan manis secara mendadak, seperti penjelasan sebelumnya, justru membuat orang menyerah dan balik ke kebiasaan lama.

“Jadi bukan berarti tiba-tiba langsung distop. Karena aku juga kalau tiba-tiba stop gula, pusing kepalanya, akhirnya jadi menyerah,” tambahnya. Maka dari itu, di fase awal ini, coba bersabar dan kurangi frekuensinya secara bertahap.

Nah, jika Anda punya masalah dengan gula darah tinggi, Habbatus Sauda 4 in 1 bisa jadi solusinya. Terbuat dari formula alami Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis, ia terbukti empiris berkhasiat untuk membantu menjaga kadar gula darah dan daya tahan tubuh.

Habbatus Sauda 4 in 1 200 Kapsul

BELI SEKARANG