Belakangan ini, ramai video yang mengklaim bahwa makan buah setiap hari justru berbahaya. Kandungan fruktosa pada buah disebut bisa berubah menjadi lemak trigliserida. Akibatnya, mereka menuduh buah sebagai penyebab naiknya kolesterol dan trigliserida.
Klaim semacam ini sering membuat kita ragu makan buah. Padahal, metabolisme tubuh tak sesederhana menyamaratakan semua jenis gula. Dokter spesialis gizi klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, Sp.GK., menyayangkan misinformasi ini. Nah, bagaimana penjelasan beliau?
Fruktosa Bisa Berubah Menjadi Trigliserida

Proses pencernaan fruktosa memang berbeda dari gula glukosa biasa. Saat masuk ke tubuh, fruktosa langsung menuju hati. Di organ inilah fruktosa diproses, dan salah satu hasil akhirnya memang bisa membentuk lemak trigliserida.
Fakta inilah yang sering dipotong untuk menakut-nakuti orang agar berhenti makan buah. Namun, studi baru yang dikutip dr. Yaze justru mengatakan sebaliknya. Efek buruk tersebut hanya berlaku jika fruktosa yang dikonsumsi berbentuk sirup atau gula tambahan.
“Secara biokimia, fruktosa memang bisa memicu trigliserida di hati. Tapi, meta-analisis dalam jurnal Diabetes Care dan riset di Frontiers in Nutrition membuktikan efek itu terjadi di sirup fruktosa bebas, seperti di minuman manis ataupun di soda,” ujar dr. Yaze.
Fruktosa Buah Tidak Menaikkan Trigliserida

dr. Yaze menjelaskan bahwa fruktosa bebas (seperti sirup pada minuman manis) efeknya sangat berbeda dengan fruktosa dalam buah utuh, yang mana gulanya masih terikat dengan serat dan nutrisi alami di dalamnya.
Lebih lanjut, dr. Yaze menjelaskan bahwa buah mengandung fruktosa bersama dengan serat, air, dan polifenol. “Sedangkan di buah utuh, fruktosa itu udah satu paket dengan serat pektin, air, polifenol, yang justru jadi rem alami penyerapan gula,” kata dr. Yaze.
Kandungan serat dan air dalam buah inilah yang membuat tubuh menyerap gula lebih lambat. Alhasil, hati punya cukup waktu untuk mengubah gula tersebut menjadi energi, bukan menimbunnya sebagai lemak trigliserida.
Masyarakat Justru Kurang Makan Buah
Kekhawatiran berlebihan terhadap buah sebenarnya salah sasaran. Faktanya, menurut hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) di 2023, 96,7 persen penduduk Indonesia usia 5 tahun ke atas justru masih kurang makan sayur dan buah.
Gangguan kesehatan utama justru muncul dari gula dan kalori berlebih pada minuman kekinian atau makanan olahan. Menghindari buah karena takut trigliserida naik justru merugikan, karena tubuh akan kehilangan vitamin, mineral, dan serat penting.
Sesuai anjuran Pedoman Gizi Seimbang, buah wajib tetap ada di piring kita. “Tidak perlu takut makan buah hari ini, porsi 2 sampai 3 kali sehari sudah sangat oke,” pesan dr. Yaze. Sebaliknya, kurangilah konsumsi fruktosa bebas dari sirup dan minuman kekinian.
Nah, jika Anda punya masalah dengan kolesterol dan trigliserida, Habbatus Sauda 4 in 1 bisa jadi solusinya. Terbuat dari formula alami Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis, ia terbukti empiris berkhasiat untuk membantu menjaga kadar kolesterol dan lemak darah.


