Alternatif Gula Pasir, Seberapa Aman Madu untuk Diabetes?

Alternatif Gula Pasir, Seberapa Aman Madu untuk Diabetes?

Bagi penderita diabetes, keinginan untuk sesekali menyantap makanan manis pasti ada. Alhasil, sebagian penderita mulai mencari alternatif selain gula pasir, salah satunya madu. Namun, seberapa aman madu untuk diabetes?

Tidak bisa kita pungkiri, madu memang punya segudang manfaat yang baik untuk kesehatan. Namun, di balik itu semua, muncul tanda tanya besar, apakah madu benar-benar aman bagi gula darah, ataukah efeknya sama saja dengan gula biasa?

Antara Gula dan Penyandang Diabetes

Antara Gula dan Penderita Diabetes

Sebelum membahas madu, kita perlu mengingat kembali prinsip dasar diabetes melitus. Penyakit ini, terjadi ketika kadar glukosa (gula) dalam darah menumpuk terlalu tinggi karena tubuh gagal memprosesnya menjadi energi.

Pada diabetes tipe 1, tubuh penderitanya tidak mampu memproduksi insulin yang cukup, sehingga kurang optimal dalam menyerap gula. Sementara itu, diabetes tipe 2, tubuh penderitanya tidak bisa merespons insulin dengan baik, sehingga kesulitan mengubah gula menjadi energi.

Nah, apa pun tipenya, musuh utamanya adalah lonjakan glukosa. American Diabetes Association menegaskan bahwa, bukan hanya gula pasir yang harus diwaspadai, tetapi semua jenis karbohidrat.

Di sinilah letak kesalahpahaman yang sering terjadi. Madu, gula pasir, gula batu, maupun gula aren, semuanya tersusun atas karbohidrat sederhana. Ketika masuk ke sistem pencernaan, semuanya akan dipecah menjadi glukosa dan berpotensi memicu kenaikan gula darah.

Perbedaan Madu dan Gula Pasir

Gula

Secara kimiawi, perbedaan efek madu dan gula pasir terhadap tubuh sebenarnya sangat tipis. Namun, ada dua indikator yang bisa kita jadikan acuan. Melansir dari laman Hello Sehat, madu dan gula pasir, punya profil Indeks Glikemik (IG) dan kalori yang berbeda.

1. Indeks Glikemik (IG)

IG merupakan angka dalam skala 1-100 yang menunjukkan seberapa cepat suatu makanan menaikkan kadar gula darah. Semakin tinggi angkanya, semakin cepat gula darah melonjak. Lalu, berapa IG madu dan gula pasir?

Gula pasir memiliki nilai IG sebesar 60. Sementara madu, memiliki nilai IG rata-rata 58. Meskipun madu sedikit lebih rendah, selisih angkanya tidak terlalu signifikan. Artinya, madu tetap akan menaikkan gula darah, hampir sama cepat dengan gula pasir.

2. Kandungan Kalori

Profil kalori juga perlu diperhatikan untuk penderita diabetes. Dan ini ialah fakta yang sering terlewatkan. Madu justru lebih padat kalori dibandingkan gula pasir. Sesendok gula pasir punya 49 kalori, sedangkan sesendok madu punya 64 kalori.

Jadi, meski madu terkesan lebih alami, Anda justru berisiko menambah asupan kalori berlebih yang bisa memicu kenaikan berat badan. Kondisi yang justru harus dihindari oleh para penyandang diabetes.

Apakah Diabetes Boleh Minum Madu?

Madu untuk Penyandang Diabetes

Sama halnya dengan gula pasir, Anda tidak harus sepenuhnya anti terhadap madu. Madu masih boleh dikonsumsi, asalkan Anda memegang prinsip moderasi dan substitusi. Yakni, meminumnya dengan batas-batas tertentu.

Kementerian Kesehatan menyarankan batas asupan gula tambahan maksimal 50 gram (setara 4 sendok makan) per hari untuk orang sehat. Untuk penyandang diabetes, angkanya tentu harus lebih ketat dan disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian.

Panduan Konsumsi Madu untuk Diabetes

  • Batasi konsumsi madu maksimal 1-2 sendok makan per hari.
  • Jika Anda, misalnya, sudah minum teh dengan madu, kurangi porsi nasi atau sumber karbohidrat lainnya pada jam makan tersebut.
  • Pastikan kondisi gula darah Anda sedang stabil saat mengonsumsinya.

Manfaat Madu untuk Penderita Diabetes

Meski efeknya terhadap gula darah mirip dengan gula pasir, madu punya profil nutrisi yang jauh lebih baik ketimbang gula. Gula pasir hanya punya kalori kosong tanpa nutrisi. Sebaliknya, madu banyak mengandung antioksidan, vitamin, dan mineral.

Beberapa penelitian terbatas, seperti dalam jurnal Oxidative Medicine and Cellular Longevity, menunjukkan bahwa madu memiliki sifat anti-inflamasi yang berpotensi membantu mengurangi risiko komplikasi diabetes, seperti peradangan pembuluh darah.

Penutup

Madu memang alternatif yang sedikit lebih sehat ketimbang gula pasir karena kandungan nutrisinya, bukan karena ia bebas gula. Bagi penyandang diabetes, madu tetaplah gula yang punya potensi menaikkan kadar glukosa darah.

Penderita boleh menikmati manisnya madu, asalkan takarannya dibatasi, diperhitungkan dalam total kalori harian, dan jika perlu selalu dikonsultasikan dengan dokter gizi. Kuncinya, bukan pada jenis pemanisnya, melainkan seberapa bijak Anda dalam mengatur kadarnya.

Nah, selain itu, penderita diabetes juga dapat berikhtiar untuk menjaga kadar gula darah dengan produk herbal Habbatus Sauda 4 in 1. Terbuat dari formula Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis, yang khasiatnya telah terbukti secara empiris.

Habbatus Sauda 4 in 1 200 Kapsul

BELI SEKARANG