Asam Urat Justru Naik saat Menjalani Diet, Apa Penyebabnya?

Asam Urat Justru Naik saat Menjalani Diet, Apa Penyebabnya?

Situasi ini sering terjadi saat seseorang merombak pola makannya secara drastis saat diet. Bukannya makin bugar, tubuh malah seolah protes lewat nyeri sendi atau angka asam urat yang tinggi. Lantas, apa penyebab asam urat naik saat diet, ya?

Nah, diet yang kita bicarakan di sini adalah diet penurun berat badan. Terutama yang memangkas kalori ketat, mengubah komposisi makanan secara ekstrem, atau menurunkan berat badan terlalu cepat. Nah, berikut adalah penyebab selengkapnya!

Tubuh Butuh Penyesuaian saat Awal Diet

Asam Urat Naik saat Menjalani Diet

Ketika kita memangkas porsi makan atau merombak menu secara tiba-tiba, tubuh sebenarnya sedang mengalami fase kaget. Fase ini sangat wajar dan paling sering terjadi di awal masa diet, tepatnya pada minggu pertama hingga minggu ketiga.

Melansir dari detikHealth, saat asupan energi dari luar berkurang, tubuh perlu menyesuaikan diri agar tetap bisa beraktivitas. Alhasil, tubuh biasanya akan membakar lemak dan jaringan cadangan secara masif. Nah, proses pembakaran ini menyisakan berbagai zat sisa dan keton.

Zat sisa ini perlu dibuang lewat urine. Masalahnya, kapasitas kerja ginjal ada batasnya. Saat ginjal harus bekerja ekstra membuang tumpukan keton, antrean pembuangan asam urat justru jadi tersendat. Alhasil, asam urat yang seharusnya dibuang justru menumpuk sementara.

Bukan cuma itu, penurunan berat badan juga memaksa tubuh memecah jaringannya sendiri. Proses pemecahan inilah yang melepaskan komponen pembentuk asam urat. Jadi, meski tak banyak memamakan makanan tinggi purin atau gula, asam urat tetap berpotensi naik.

Untungnya, kondisi ini biasanya hanya bersifat sementara. Semuanya akan berangsur normal semisal tubuh sudah beradaptasi, diet dilakukan lebih bertahap, dan dibarengi dengan rajin minum air putih.

Asupan Protein Kadang Tinggi Purin

Daging Merah, Makanan Tinggi Protein

Saat diet, banyak dari kita yang sengaja memperbanyak porsi protein. Tujuannya agar kenyang lebih lama, berat badan cepat turun, tapi massa otot tetap aman. Menu andalannya biasanya berkisar pada daging merah, dada ayam, telur, seafood, hingga kaldu-kalduan.

Tanpa kita sadari, pola seperti ini justru bisa jadi bumerang. Faktanya, sebagian besar makanan tinggi protein hewani itu juga kaya akan purin. Dalam tubuh, purin ini akan dipecah dan hasil akhirnya adalah asam urat.

Nah, bayangkan, asupan purin dari luar tiba-tiba membeludak, sementara di saat yang sama tubuh juga sedang sibuk membuang zat sisa dari proses pembakaran lemak. Tentu saja, kadar asam urat jadi sangat mudah melonjak saat menjalani diet ini.

Risiko ini bakal semakin besar jika pola makan saat diet berkutat pada porsi protein hewani terlalu berlebihan, sayur dan buah yang minim, hingga karbohidrat yang dipangkas porsinya secara ekstrem.

Perlu kita ingat, protein itu memang bagus untuk diet. Namun, kuncinya di sini tetaplah keseimbangan. Jangan hanya mengandalkan protein hewani. Kita juga bisa mengombinasikannya dengan protein nabati, sayur, dan serat yang cukup agar metabolisme tak kewalahan.

Kurang Minum, Sehingga Urine Berkurang

Air Mineral

Air putih membantu ginjal membuang asam urat lewat urine. Jika kita kurang minum, urine akan menjadi pekat sehingga ginjal kesulitan membilas tumpukan asam urat dari dalam tubuh.

Risiko dehidrasi ini bakal makin berbahaya jika kita sangat membatasi karbohidrat. Karena sifat karbohidrat itu mengikat air di dalam tubuh. Saat porsi karbohidrat dipangkas, tubuh akan kehilangan banyak air, sehingga kita butuh minum jauh lebih banyak dari biasanya sebagai pengganti.

Penyebab Asam Urat saat Diet Lainnya

Namun, melonjaknya asam urat saat diet terkadang bukanlah akibat dari satu kesalahan saja, melainkan hasil dari beberapa kebiasaan buruk yang menumpuk. Selain faktor-faktor utama di atas, ada beberapa hal lain yang kerap tidak kita sadari, misalnya seperti berikut!

  • Pola intermittent fasting yang terlampau ekstrem bisa memaksa tubuh masuk ke mode pembakaran lemak secara intens. Ujung-ujungnya, tubuh memproduksi banyak zat sisa metabolisme yang justru menghambat keluarnya asam urat.
  • Saat porsi makan dipangkas, porsi sayuran sering kali ikut-ikutan menciut. Padahal, serat berperan sangat penting dalam membantu mengontrol sistem metabolisme tubuh.
  • Memaksakan diri berolahraga keras tanpa minum cukup air untuk mengganti keringat yang keluar, hanya akan membuat darah makin pekat dan rentan memicu nyeri sendi.

Diet yang sukses itu bukan sekadar soal seberapa sedikit porsi makan atau seberapa cepat berat badan turun. Diet yang benar tetap perlu menjaga keseimbangan antara asupan harian (nutrisi dan cairan) dengan kemampuan tubuh untuk beradaptasi.

Keluhan nyeri sendi akibat asam urat juga bisa diobati dengan konsumsi Habbatus Sauda 4 in 1. Kapsul herbal yang memformulasikan Nigella sativa, Olea europaea, VCO, dan propolis ini, memiliki efek anti-inflamasi alami dan bisa membantu meredakan radang pada sendi.

Habbatus Sauda 4 in 1 200 Kapsul

BELI SEKARANG