Manfaat Berjemur di Pagi Hari untuk Kesehatan Jantung

Manfaat Berjemur di Pagi Hari untuk Kesehatan Jantung

Banyak orang mengira menjaga kesehatan jantung hanya bisa dilakukan dengan olahraga intens, pola makan ketat, atau suplemen mahal. Padahal, ada satu cara alami, gratis, dan sering kali terlewat, yakni berjemur di bawah sinar matahari saat pagi hari.

Benar, sinar matahari tidak hanya bagus untuk tulang saja, dia juga punya manfaat terhadap kesehatan jantung. Paparan sinar matahari yang cukup membantu tubuh memproduksi vitamin D sekaligus menjaga sistem kardiovaskular tetap sehat dan kuat.

Namun, seberapa besar pengaruh sinar matahari terhadap jantung? Apa yang terjadi jika tubuh kekurangan vitamin D? Dan bagaimana cara berjemur yang benar agar manfaatnya maksimal? Nah, mari kita bahas secara lengkap.

Kenapa Sinar Matahari Penting untuk Tubuh?

Tubuh manusia tidak bisa memproduksi vitamin D tanpa bantuan sinar matahari. Ia mengatur banyak fungsi vital dalam tubuh, mulai dari penyerapan kalsium, pengaturan sistem imun, hingga menjaga fungsi jantung.

Kita memang bisa mendapatkan vitamin D dari makanan, seperti ikan berlemak (tuna, salmon, sarden), kuning telur, hati sapi, hingga susu fortifikasi. Namun, kontribusi dari makanan tersebut, hanyalah sekitar 20% dari kebutuhan harian saja.

Sisanya, sekitar 80% vitamin D berasal dari paparan sinar matahari langsung. Ketika sinar UVB menyentuh kulit, tubuh mengubah kolesterol menjadi vitamin D3 (cholecalciferol), lalu memprosesnya di hati dan ginjal menjadi bentuk aktif (calcitriol) yang bisa kita gunakan.

Manfaat Berjemur Sinar Matahari untuk Jantung

Berjemur di bawah sinar matahari tidak hanya membuat kulit tampak segar, tetapi juga membantu menjaga sistem peredaran darah supaya bekerja optimal. Berikut ini adalah beberapa manfaat utamanya.

1. Menjaga Tekanan Darah

Hasil Pengukuran Tekanan Darah

Vitamin D berperan penting dalam sistem bernama renin-angiotensin, mekanisme tubuh yang mengatur tekanan darah. Tanpa cukup vitamin D, ginjal akan memproduksi terlalu banyak renin, yakni enzim yang memicu peningkatan tekanan darah. Akibatnya, risiko hipertensi meningkat.

Dengan berjemur secara teratur, tubuh mendapat asupan vitamin D alami yang membantu menekan produksi renin. Hal ini, membuat tekanan darah tetap stabil dan mencegah kerja jantung menjadi terlalu berat.

2. Menurunkan Kolesterol Jahat

Ilustrasi Pembuluh Darah Menyempit akibat Kolesterol

Kolesterol tinggi adalah salah satu musuh utama kesehatan jantung. Menariknya, sinar matahari bisa membantu menurunkan kadar kolesterol secara alami. Hal ini, karena sebagian kolesterol akan berubah menjadi vitamin D saat terkena sinar matahari.

Ketika kulit terpapar sinar UVB, sebagian kolesterol pada kulit diubah menjadi vitamin D3. Mekanisme ini secara tidak langsung mengurangi kolesterol total dalam darah, sekaligus menjaga keseimbangan kadar kolesterol baik (HDL) dan jahat (LDL).

3. Mengurangi Peradangan

Ilustrasi Kolesterol Baik

Peradangan kronis adalah akar dari sekian banyak penyakit jantung. Ketika kolesterol menumpuk di dinding pembuluh darah, terbentuklah plak yang bisa menyebabkan penyempitan (aterosklerosis).

Sebuah studi di jurnal Current Treatment Options in Cardiovascular Medicine di tahun 2013 menunjukkan bahwa vitamin D berperan dalam mengatur sistem imun dan menekan reaksi peradangan berlebihan.

Dengan kadar vitamin D yang cukup, sel T (bagian dari sistem imun) menjadi lebih tenang dan tidak menyerang jaringan pembuluh darah. Hasilnya, risiko aterosklerosis, serangan jantung, maupun stroke pun bisa berkurang.

4. Menjaga Fungsi Sel Jantung

Melansir dari laman Hello Sehat, vitamin D berikatan dengan reseptor di dinding pembuluh darah dan merangsang produksi nitrit oksida (NO), yang mana senyawa ini bisa membantu melebarkan pembuluh darah.

Pembuluh darah yang lebih elastis membuat aliran darah lebih lancar, tekanan darah lebih stabil, dan jantung tidak perlu bekerja terlalu keras. Selain itu, vitamin D juga membantu otot jantung berkontraksi lebih efisien, sehingga distribusi oksigen ke seluruh tubuh menjadi optimal.

Tips Berjemur yang Aman dan Efektif

Nah, berjemur untuk mendapatkan manfaat sinar matahari tidak perlu lama-lama. Justru, berjemur terlalu lama bisa berbahaya, terutama karena risiko dehidrasi, kulit terbakar, atau bahkan heat stroke. Lalu, bagaimana cara terbaiknya?

  • Waktu terbaik antara pukul 10.00 hingga 14.00 sore. Pada rentang waktu ini, sinar UVB cukup kuat untuk memicu pembentukan vitamin D.
  • Durasi idealnya 15-20 menit setiap hari. Jika kulit Anda gelap, tambahkan 5-10 menit karena melanin yang tinggi bisa menghambat.
  • Lakukanlah di luar ruangan, bukan di balik kaca jendela walau tembus pandang. Sinar UVB tidak bisa menembus kaca.
  • Usahakan sekitar 30-40% area tubuh terpapar sinar UVB, misalnya wajah, lengan, dan kaki.
  • Untuk kebutuhan pembentukan vitamin D, hindari penggunaan sunscreen selama 15-20 menit.
  • Cukupi cairan, minum air putih sebelum dan sesudah berjemur untuk mencegah dehidrasi.
  • Hindari paparan melebihi durasi rekomendasi, terutama jika memiliki kulit yang sensitif atau indeks UV sedang tinggi.

Namun, meski vitamin D dan sinar matahari punya manfaat bagus untuk kesehatan jantung. Hal itu tidaklah cukup tanpa pola makan, gaya hidup, dan olahraga yang cukup. Untuk itu, kita tetap perlu melakukan semua cara secara berimbang.

Salah satu suplemen alami yang bagus untuk jantung adalah minyak zaitun. Menurut studi American Heart Association (AHA), meminum setengah sendok minyak zaitun setiap hari, bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 15% dan jantung koroner sebesar 21%.

Mengutip dari Healthline, Dr. Benjamin Hirsh mengatakan bahwa minyak zaitun adalah cara simpel untuk memenuhi asupan asam lemak sehat yang bisa meredakan peradangan, meningkatkan kolesterol baik, dan menjaga kesehatan jantung.

Minyak Zaitun HIU

BELI SEKARANG