Persiapan Lebaran, Cek Penyakit yang Sering Menyerang Pemudik

Persiapan Lebaran, Cek Penyakit yang Sering Menyerang Pemudik

Bulan Ramadan hampir beres, pikiran sudah mulai membayangkan hangatnya suasana kumpul keluarga, wangi opor ayam, dan serunya silaturahmi di kampung halaman. Di momen persiapan lebaran seperti ini, pemudik akan mulai membanjiri jalanan.

Nah, persiapan mudik bukan cuma soal tiket, kemasan oleh-oleh, atau baju baru. Ada satu hal yang jauh lebih penting, yakni kesehatan fisik. Setelah sebulan penuh berpuasa, ditambah harus menempuh perjalanan jauh yang rentan macet, kondisi tubuh bisa sangat diuji.

Kepadatan arus mudik, durasi duduk yang berjam-jam, kondisi perut yang sedang berpuasa, hingga waktu istirahat yang minim sangatlah menguras energi. Agar perjalanan tetap aman dan nyaman, cek daftar penyakit yang sering menyerang pemudik!

Berbagai Penyakit yang Kerap Menyerang Para Pemudik

Kondisi di perjalanan saat mudik bisa membuat daya tahan tubuh menurun dan meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Berikut beberapa penyakit yang paling sering menyerang pemudik lebaran.

1. Mabuk Perjalanan

Mabuk Perjalanan Para Pemudik Lebaran

Kelelahan dan mabuk perjalanan adalah gangguan kesehatan yang paling kerap pemudik alami. Arus kendaraan yang padat dan cuaca panas bisa menguras energi. Saat tubuh sudah terlampau lelah dan daya tahan menurun, Anda akan jauh lebih mudah mengalami mabuk perjalanan.

Gejalanya bisa rasa pusing yang berputar, keringat dingin, mual, hingga muntah. Sederhananya, ada kebingungan sinyal di dalam tubuh Anda. Ketika Anda duduk di mobil atau bus, tubuh Anda diam. Tapi, mata Anda melihat pemandangan luar yang bergerak cepat.

Otak jadi bingung memproses dua informasi yang berbeda ini, alhasil, perut Anda langsung terasa diaduk-aduk. Untuk mencegahnya, pastikan Anda tidur cukup minimal 7 jam sebelum berangkat. Bawa minyak aromaterapi, jangan ragu untuk meminum obat anti-mual.

2. Infeksi Saluran Napas Atas (ISPA)

Munculnya Gejala ISPA

Jalanan saat musim mudik pasti penuh dengan ribuan kendaraan. Debu jalanan dan asap knalpot bertebaran di mana-mana, siap untuk terhirup. Hal ini membuat pemudik sangat rentan terkena ISPA, yang gejalanya meliputi batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga demam ringan.

Belum lagi jika Anda menggunakan transportasi umum yang padat. Penyakit pernapasan sangat mudah menular lewat udara di ruang tertutup. Apalagi kalau kondisi badan Anda sedang tidak fit karena kelelahan.

Untuk mencegahnya, gunakan masker medis selama perjalanan, terutama bagi pengendara motor atau  transportasi umum. Bagi pemotor, gunakan helm full-face dan jaket yang rapat. Jangan lupa konsumsi vitamin C saat sahur untuk menjaga benteng pertahanan tubuh.

3. Sembelit (Susah BAB)

Sakit Perut Menahan BAB

Sembelit sangat sering menyerang pemudik lebaran karena beberapa alasan; duduk terlalu lama, kurang gerak, dan kurang minum air putih karena sedang berpuasa. Terkadang, toilet umum di jalan yang kurang bersih juga membuat banyak orang sengaja menahannya.

Jika dibiarkan, kotoran di dalam perut akan semakin mengeras dan membuat Anda tersiksa sepanjang jalan. Untuk mencegahnya, jangan pelit minum air putih saat sahur dan berbuka. Perbanyak asupan makanan berserat tinggi seperti buah dan sayur sebelum berangkat.

4. Diare & Sakit Perut

Karena sedang dalam perjalanan jauh, berbuka dan sahur sering kali harus dilakukan di jalan. Akhirnya, membeli makanan di pinggir jalan atau jajan sembarangan jadi jalan pintas. Hati-hati, kebiasaan ini rawan memicu diare.

Makanan yang dijajakan di pinggir jalan yang padat kendaraan sangat rentan terpapar debu atau lalat. Jika Anda mengonsumsinya makanan terpapar, apalagi tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, bakteri penyebab diare bisa langsung masuk ke pencernaan.

Untuk itu, selalu sedia hand sanitizer atau tisu basah antiseptik di dalam tas. Jika terpaksa membeli makanan di luar, pilih tempat makan yang terlihat bersih dan makanannya tertutup rapat. Lebih aman lagi jika Anda membawa bekal makanan kering sendiri dari rumah.

5. Influenza

Flu

Flu ialah penyakit musiman yang sangat gampang menular. Saat daya tahan tubuh Anda anjlok akibat perjalanan jauh, virus flu akan sangat mudah menyerang. Risiko ini meningkat drastis jika berada di ruang tertutup dalam waktu lama bersama banyak orang di transportasi umum.

Bayangkan jika ada satu orang yang bersin-bersin di dekat Anda, sirkulasi udara yang tertutup akan membuat virusnya lebih mudah menyebar. Untuk itu, tetap gunakan masker di transportasi umum. Selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah menyentuh fasilitas umum.

Penutup

Pada akhirnya, silaturahmi di kampung halaman akan terasa jauh lebih bermakna jika Anda dalam keadaan sehat. Jangan paksakan diri jika merasa lelah di jalan, selalu utamakan keselamatan dan kesehatan.

Daya tahan tubuh yang kuat adalah kunci untuk menangkal infeksi penyakit. Untuk menjaga daya tahan tubuh tetap kuat, kita bisa rutin mengonsumsi Habbatus Sauda Habasyi HIU. Antioksidan thymoquinone di dalamnya, mampu menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Khasiat immunomodulator tersebut, bermanfaat dalam meningkatkan fungsi sel imun, mengatur produksi sitokin, efek antioksidan dan anti-inflamasi untuk melindungi sel-sel dari radikal bebas. Tertarik mencoba suplemen herbal alami ini?

Kapsul Habbatus Sauda

BELI SEKARANG