Lemas, kantuk, dan susah fokus. Itulah yang kita rasakan di minggu-minggu pertama Ramadan. Wajar saja, tubuh memang butuh adaptasi. Selama 13 jam lebih, tubuh tak menerima asupan makanan. Untuk itu, kita perlu menjaga stamina dan daya tahan tubuh saat puasa.
Puasa tentu bukanlah alasan untuk membiarkan stamina jadi kendur dan seharian cuma rebahan. Aktivitas harian seperti sekolah, kuliah, dan bekerja tetap harus berjalan. Jika stamina kita anjlok, daya tahan tubuh juga gampang melemah dan bikin kita mudah sakit.
Biasanya, ini terjadi karena jam tidur yang berantakan, nutrisi yang asal-asalan, dan tubuh yang dipaksa bekerja tanpa asupan nutrisi yang pas. Lalu, bagaimana caranya supaya tubuh tetap bugar dan produktif dari Subuh sampai beduk Magrib?
Cara Menjaga Stamina saat Puasa
Stamina erat kaitannya dengan kemampuan tubuh mempertahankan energi dalam jangka waktu tertentu. Saat stamina menurun, tubuh lebih mudah lelah, konsentrasi menurun, dan daya tahan melemah. Akibatnya, kita jadi lebih rentan terkena infeksi, flu, atau gangguan pencernaan.
Penyebab stamina turun ketika puasa, biasanya tak jauh dari kurang tidur akibat sahur dan aktivitas malam hari, asupan nutrisi yang tidak seimbang, kurangnya cairan tubuh, hingga aktivitas fisik yang berlebihan tanpa pemulihan cukup.
Oleh karena itu, menjaga stamina saat puasa bukan hanya soal menahan lapar atau haus saja, kita perlu mengatur baik gaya hidup dan pola makan secara menyeluruh. Simak tips jitu berikut ini untuk menjaga stamina dan daya tahan tubuh selama bulan puasa!
1. Sahur dengan Asupan Bernutrisi

Nah, menjaga stamina saat puasa dimulai sejak sahur. Sahur bukan sekadar formalitas, melainkan modal energi untuk menjalani aktivitas seharian. Pilihlah makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks, serat tinggi, dan protein.
Kenapa harus karbohidrat kompleks? Makanan jenis ini akan dipecah menjadi gula darah secara perlahan, sehingga bisa menyuplai energi tubuhmu sedikit demi sedikit sepanjang hari. Kita bisa mendapatkannya dari gandum, oatmeal, nasi merah, atau kacang-kacangan.
Selain itu, pastikan piring sahur kita juga diisi sayuran dan buah-buahan berserat tinggi agar perut terasa kenyang lebih lama. Jangan lupakan juga sumber protein seperti daging ayam, ikan, sapi, atau telur yang bertugas menjaga kekuatan otot dan energi seharian.
2. Mengatur Jadwal Minum

Cairan memegang peranan besar dalam menjaga stamina. Kekurangan cairan bisa menyebabkan pusing, lemas, hingga sulit berkonsentrasi. Oleh karena itu, kebutuhan cairan harian tetap wajib terpenuhi meski sedang berpuasa.
Kementerian Kesehatan menyarankan kita untuk tetap minum minimal 8 gelas air putih sehari. Anjuran minum air selama puasa, dapat dibagi dalam beberapa waktu, sebagaimana disarankan, seperti berikut.
- Sebelum tidur.
- Setelah bangun sahur.
- Setelah sahur.
- Saat berbuka puasa.
- Setelah salat Magrib.
- Setelah makan malam.
- Setelah salat Isya.
- Setelah salat Tarawih.
Air putih dengan suhu ruang atau hangat jauh lebih ramah bagi pencernaan. Saat sahur, usahakan juga menghindari minuman yang bersifat diuretik (memicu sering buang air kecil) seperti kopi, teh pekat, atau soda agar cairan tubuhmu tidak cepat terkuras.
3. Tetap Rutin Olahraga

Puasa bukan penghalang untuk berolahraga. Justru, aktivitas fisik ringan hingga sedang membantu menjaga kebugaran dan suasana hati. Waktu terbaik berolahraga saat puasa adalah sore menjelang berbuka atau setelah berbuka.
Tidak perlu memaksakan diri olahraga berat setiap hari. Cukup lakukan 2 hingga 3 kali seminggu dengan durasi 30-45 menit saja. Pilihlah aktivitas aerobik ringan seperti jogging, bersepeda santai, atau berjalan-jalan di taman.
4. Istirahat yang Cukup

Selama bulan Ramadan, jam tidur kita otomatis terpotong karena harus bangun dini hari untuk melakukan sahur. Masalahnya, kurang tidur adalah musuh terbesar bagi turunnya daya tahan tubuh.
Tidur adalah momen krusial bagi tubuh untuk memperbaiki sel-sel yang rusak dan memulihkan energi. Untuk menjaga stamina saat puasa, hindarilah begadang sampai larut malam jika memang tidak ada keperluan mendesak. Tidurlah lebih awal setelah salat Isya dan Tarawih.
5. Makan dengan Porsi yang Cukup

Makan berlebihan setelah puasa panjang sering kali berujung pada rasa begah, mengantuk, dan malas beraktivitas. Sebaliknya, makan dengan porsi wajar dan perlahan membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih efisien.
Prinsipnya sederhana, yakni ambil porsi secukupnya, kunyah perlahan, dan hentikan makan saat mulai merasa kenyang. Lebih baik fokuskan untuk memasukkan makanan padat gizi ke dalam perut ketimbang sekadar makanan pengganjal yang tidak sehat.
6. Pilih Makanan yang Sehat
Jujur saja, melihat es teh manis, es buah, dan setumpuk gorengan hangat saat azan Magrib memang godaan terberat. Sebetulnya boleh-boleh saja memakan itu semua, tetapi jangan terlalu sering dan batasi porsinya.
Terlalu banyak mengonsumsi gula dan minyak ketika perut kosong justru bikin gula darah melonjak cepat lalu turun drastis, hasilnya Anda malah jadi makin lemas dan mengantuk setelahnya.
Cobalah menu buka puasa yang simpel dan bersahabat untuk perut, seperti segelas air putih dan 3 butir kurma. Setelah itu, beri jeda sekitar 30 menit (bisa digunakan untuk salat Magrib terlebih dahulu) sebelum mulai menyantap menu makan malam dengan gizi seimbang.
7. Konsumsi Suplemen
Daya tahan tubuh yang kuat adalah kunci untuk menangkal infeksi penyakit. Untuk menjaga daya tahan tubuh tetap kuat, kita bisa rutin mengonsumsi Habbatus Sauda Habasyi HIU. Antioksidan thymoquinone di dalamnya, mampu menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Khasiat immunomodulator tersebut, bermanfaat dalam meningkatkan fungsi sel imun, mengatur produksi sitokin, efek antioksidan dan anti-inflamasi untuk melindungi sel-sel dari radikal bebas. Tertarik mencoba suplemen herbal alami ini?

