Hipertensi sering mendapat sebutan silent killer lantaran komplikasi dan gejalanya kerap muncul tiba-tiba. Nah, salah satu cara mengontrol tekanan darah adalah melalui makanan yang kita konsumsi. Salah satunya, yoghurt, punya banyak manfaat untuk penderita hipertensi.
Sebuah studi dari Harvard Health Publishing mengungkapkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi setidaknya 2% kalori harian dari yoghurt, punya tekanan darah yang lebih rendah. Bahkan, risikonya terkena hipertensi turun hingga 30% lebih rendah.
Kandungan Gizi dalam Yoghurt

Yoghurt pada dasarnya adalah produk olahan susu yang difermentasi. Selain creamy dan enak, yoghurt jadi sumber probiotik (bakteri baik) yang baik, mampu merangsang pencernaan dan daya tahan tubuh kita agar semakin optimal.
Nah, manfaat utama yoghurt untuk hipertensi bukan cuma dari probiotiknya saja. Ada banyak zat gizi lain yang juga ikut andil. Berikut intip kandungan nutrisi emas yang ada dalam kurang lebih 100 gram yoghurt.
| Zat Gizi | Jumlah | Manfaat |
| Kalsium | 183 mg | Menjaga konstraksi otot jantung. |
| Kalium | 234 mg | Menyeimbangkan kadar natrium. |
| Magnesium | 17 mg | Merelaksasi pembuluh darah. |
| Protein | 5,25 mg | Mendukung kesehatan jaringan. |
| Natrium | 70 mg | Relatif rendah, ideal untuk konsumsi harian. |
Manfaat Yoghurt untuk Hipertensi
Melansir dari Harvard Health Publishing, konsumsi yoghurt bisa menurunkan risiko hipertensi hingga 30% lebih rendah. Yoghurt diketahui mampu menurunkan tekanan darah, dengan beberapa mekanisme. Berikut penjelasannya!
1. Sumber Mineral Penting
Riset dari American Heart Association (AHA) mengungkapkan bahwa wanita yang rutin makan yoghurt (lima porsi atau lebih dalam seminggu) memiliki risiko hipertensi 17-23% lebih rendah ketimbang yang hanya makan sekali sebulan.
Kenapa angkanya bisa bagus begitu? Alasannya, karena yoggurt kaya akan mikronutrien (zat gizi mikro) seperti kalsium, kalium, hingga magnesium. Menurut para peneliti, mineral-mineral ini adalah zat-zat utama yang berperan dalam pengaturan tekanan darah.
Misalnya kalium, ia bekerja sebagai penyeimbang, membantu mengeluarkan kelebihan natrium (garam) dari tubuh yang merupakan penyebab utama tekanan darah tinggi. Atau kalsium dan magnesium, ia mampu membuat pembuluh darah lebih rileks, tidak kaku.
2. Vasodilator Alami

Hal ini tak lepas dari peran kalium yang sebelumnya sudah kita bahas. Tubuh membutuhkan kalium yang cukup agar pembuluh darah dapat melebar (relaksasi). Fungsi ini, dikenal dengan istilah vasodilator.
Ketika pembuluh darah melebar, aliran darah akan menjadi lebih lega. Otomatis, tekanan darah yang tadinya mencekik akan langsung turun. Kondisi ini, akhirnya mampu menurunkan beberapa poin tekanan darah.
3. Meredam Sinyal Stres
Selain membatasi garam, para pengidap hipertensi sangat disarankan menambah asupan magnesium. Selain membantu relaksasi pembuluh darah, magnesium adalah mineral yang berperan sebagai anti-stres alami.
Magnesium bekerja dengan cara menenangkan sinyal stres di tubuh kita. Ingat, stres adalah pemicu utama darah tinggi, dan yoghurt bisa jadi sumber magnesium yang cukup untuk meredamnya.
4. Bekerja Mirip Obat Penurun Tensi
Proses fermentasi susu yang menghasilkan yoghurt, ternyata menciptakan zat yang cara kerjanya mirip obat hipertensi (golongan penghambat ACE, seperti Captopril). Zat ini mampu menghambat enzim pengubah angiotensin (ACE).
Kerennya, tanpa perlu minum obat, kita bisa mendapatkan efek yang membantu mengontrol tekanan darah hanya dari yoghurt. Meski efeknya tidak sekuat obat, pemanfaatan yoghurt tentu saja lebih aman dan minim efek samping.
Tips Memilih Yoghurt untuk Hipertensi
Di balik manfaat yoghurt untuk hipertensi, banyak yang ragu memakannya karena takut gulanya tinggi. Memang betul, beberapa varian yoghurt malah tinggi gula, dan ini tidak baik untuk tekanan darah. Untungnya, saat ini sudah banyak pilihan yoghurt yang rendah gula.
Kuncinya, pastikan Anda memilih yoghurt berjenis plain dengan kriteria rendah atau tanpa lemak, berprotein tinggi, dan dengan kandungan gula tidak lebih dari 10 gram per 100 gram porsi. Selain itu, jauhi yoghurt dengan pewarna, pemanis, dan zat aditif berlebih.
Sembari menjalankan metode ini, penderita juga bisa berikhtiar dengan mengonsumsi Habbatus Sauda 4 in 1. Produk herbal yang diformulasikan dari Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, hingga propolis yang terbukti secara empiris mampu mengobati tekanan darah tinggi.

