Saat ini, fungsi kopi bukan lagi sebagai penahan kantuk saja, kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Dari nongkrong sampai urusan kerja, kopi selalu hadir menemani. Namun, ada satu peringatan klise yang kerap kita dengar, benarkah kopi bisa menyebabkan darah tinggi?
Kandungan kafein di dalam kopi kerap membuat kopi dikaitkan dengan darah tinggi. Wajar jika banyak penikmatnya khawatir akan kesehatan jantung. Namun, apakah hal ini fakta atau sekadar mitos? Mari kita bedah dari kacamata ilmiah!
Efek yang Terjadi di Tubuh saat Minum Kopi

Sebagai stimulan, kafein memacu detak jantung kita. Menurut SciTech Daily, senyawa ini dapat merangsang tubuh melepaskan hormon adrenalin. Efeknya, jantung berdetak lebih cepat dan pembuluh darah sedikit menyempit. Kombinasi inilah yang bikin tensi naik sementara.
Biasanya, efek kafein ini bakal mencapai puncaknya dalam 30 menit hingga 2 jam setelah minum kopi. Lewat dari 3-6 jam, kadarnya di tubuh hanya tinggal separuh saja. Begitu juga tensi yang naik akibat kafein, akan berangsur kembali.
Tapi ingat, efek jantung debar-debar dan naiknya tensi ini beda-beda tiap orang, tergantung usia, genetik, dan seberapa sering kita meminum kopi. Bagi orang yang jarang minum kopi, tekanan darah bisa naik sekitar 3-15 mmHg cuma dari segelas kopi.
Namun, Kandungan Kopi Bukan Hanya Kafein
Tapi tunggu dulu, sebelum terburu-buru memusuhi kopi, ada fakta menarik yang wajib tahu. Kopi itu sebenarnya minuman yang sangat kompleks. Di balik kafeinnya, juga tersimpan ratusan senyawa alami (fitokimia) yang justru bagus banget untuk kesehatan.
Contohnya adalah senyawa melanoidin dan asam kuinik yang terbukti membuat pembuluh darah lebih rileks dan lentur. Jadi, di dalam secangkir kopi selalu terjadi aksi tarik dan ulur, kafein memicu kenaikan tekanan darah sesaat, sementara fitokimia lain bekerja meredakannya.
Jadi, Apakah Kopi Menyebabkan Darah Tinggi?

Melansir detikHealth, para peneliti telah memantau sekitar 315 ribu orang lewat 13 studi besar selama bertahun-tahun guna membuktikan apakah kebiasaan minum kopi menyebabkan tekanan darah tinggi atau tidak.
Hasilnya cukup melegakan, minum kopi ternyata tak terbukti memicu hipertensi. Menariknya, fakta ini berlaku untuk semuanya, baik laki-laki maupun perempuan, peminum kopi berkafein maupun decaf, sampai ke yang perokok atau bukan.
Namun, studi pada 18.000 orang di Jepang memberi catatan penting. Kopi aman bagi yang tensinya normal. Sebaliknya, bagi penderita hipertensi parah (tensi di atas 160/100 mmHg), sebaiknya tak minum dua cangkir kopi atau lebih dalam sehari karena bisa meningkatkan risiko jantung.
Penutup
Kesimpulannya, bagi yang muda, sehat, dan bertensi normal, minum kopi dalam batas wajar tidak akan memicu hipertensi. Namun, jika ada riwayat keluarga terkait darah tinggi atau penyakit jantung, sebaiknya minum dalam porsi yang tidak berlebihan.
Nah, kita dapat berikhtiar menjaga kesehatan jantung, pembuluh darah, serta tekanan darah dengan Habbatus Sauda 4 in 1. Suplemen yang terbuat dari 4 kombinasi herbal ini, juga mampu mendongkrak kesehatan dan daya tahan tubuh.

