Gula darah yang tinggi belum tentu diabetes. Nah, fase abu-abu inilah yang kita kenal dengan prediabetes. Kondisi ini bisa menjadi peringatan dari tubuh, karena jika tak teratasi bisa berkembang menjadi diabetes. Lantas, bagaimana cara mengatasi prediabetes?
Sebagai gambaran, kadar gula darah puasa yang sehat itu ada di angka 70-99 mg/dL. Kalau kadarnya berada di fase prediabetes, angkanya biasanya mondar-mandir di kisaran 100-125 mg/dL. Nah, karena berisiko diabetes, kondisi ini tentu tak bisa kita anggap remeh.
Gejala Prediabetes, Datang tanpa Permisi

Masalah utama dari prediabetes adalah sifatnya yang datang secara senyap alias silent. Mengutip dari detikHealth, faktanya ada lebih dari 8 dari 10 orang yang mengalaminya bahkan tidak sadar kalau gula darah mereka sedang bermasalah.
Meski begitu, tubuh terkadang memberikan petunjuk. Salah satu tanda fisik yang cukup jelas adalah menggelapnya area kulit tertentu, seperti ketiak, bagian belakang, atau samping leher (dalam medis sebutannya acanthosis nigricans). Lalu, apa pertanda lainnya?
- Beser atau perubahan pola buang air, terutama kalau Anda sering terbangun di malam hari hanya untuk ke toilet.
- Lapar dan haus terus-menerus, rasanya tenggorokan dan perut tak pernah puas, padahal sudah makan dengan teratur.
- Pandangan mulai kabur, terkadang mata tiba-tiba terasa kurang fokus tanpa alasan yang jelas.
- Kesemutan atau kerap muncul sensasi kebas atau mati rasa di area ujung tangan dan kaki.
- Berat badan melorot, penurunan berat badan ini terjadi tanpa Anda sengaja atau tanpa metode diet.
- Tanda lain bisa berupa rasa lelah yang luar biasa, sering terkena infeksi, hingga luka yang lama sembuhnya.
Penyebab Seseorang Terkena Prediabetes

Melansir dari laman detikHealth, dr. Diana Suganda, Sp.GK, mengatakan bahwa tren gaya hidup saat ini adalah biang kerok utama banyaknya kasus prediabetes di usia muda. Menurut beliau, gaya hidup yang buruk bisa meningkatkan risiko prediabetes.
“Diabetes atau prediabetes juga bisa menyerang yang muda-muda. Kenapa? Karena lifestyle-nya berubah. Makan seadanya atau siap saji yang tidak fokus ke gizinya, mageran, stres tinggi. Itu semua meningkatkan risiko,” jelas dr. Diana.
Salah satu efek gaya hidup buruk ialah kelebihan berat badan. Ini adalah faktor risiko paling utama. Semakin banyak tumpukan jaringan lemak pada tubuh, sel-sel kita jadi semakin kebingungan dan resisten (kebal) terhadap insulin.
Hati-hati juga jika lingkar pinggang pria sudah melebihi 101 cm, atau lebih dari 88,9 cm untuk wanita. Tumpukan lemak di perut sangat memengaruhi stabilitas gula darah. Faktor berat badan dan lingkar pinggang ini, kadang terpicu karena hidup yang pasif dan jarang bergerak.
Faktor-faktor tersebut juga semakin diperparah dengan pola makan sembarangan. Suka jajan minuman manis kekinian, atau terlalu sering makan daging merah dan junk food adalah penyebab gula darah melaju tinggi.
Cara Mengatasi Fase Awal Prediabetes
Untungnya, kondisi prediabetes sebetulnya masih bisa kita atasi. Anda punya kesempatan besar untuk mengembalikan kadar gula darah kembali jadi normal dengan beberapa langkah mengatasi prediabetes yang simpel berikut ini!
1. Perbaiki Asupan Makanan

Makanan olahan dan minuman tinggi tambahan gula memang sangat memanjakan lidah, tapi sayang, kebanyakan minim nutrisi. Mulailah mengganti menu harian dengan makanan utuh yang sifatnya rendah lemak dan rendah kalori.
Cobalah perbanyak lagi porsi sayuran, pilih daging tanpa lemak, dan ganti karbohidrat sederhanamu dengan buah-buahan segar atau biji-bijian utuh. Jangan lupakan juga lemak sehat yang bisa Anda dapatkan, misalnya dari buah alpukat atau minyak zaitun.
2. Mulai Rutin Berolahraga
Olahraga ibarat pemicu bagi insulin. Dengan aktif bergerak, sel-sel tubuh jadi lebih sensitif dan efisien menggunakan insulin untuk memproses gula. Idealnya, kita perlu menyisihkan waktu 30-60 menit sehari (minimal 5 hari dalam seminggu) untuk berolahraga.
Tidak perlu langsung angkat beban berat, Anda bisa mulai dengan rutinitas ringan seperti jalan kaki santai, bersepeda keliling kompleks, jogging, atau senam aerobik. Bisa juga dengan mengutamakan jalan kaki saat ke warung, masjid, dan lainnya.
3. Pangkas Berat Badan Berlebih

Mengurangi lemak tubuh sebanyak 5-10% saja (atau sekitar 4,5-9 kg bagi sebagian orang) sudah sangat ampuh memperbaiki kadar gula darah dan menekan risiko resistensi insulin akibat lingkar pinggang yang lebar.
Lemak visceral di area perut lebih aktif secara metabolik ketimbang lemak di area lain. Lemak ini menghasilkan zat-zat yang dapat mengganggu kerja insulin dan meningkatkan peradangan kronis tingkat rendah. Saat lemak ini menurun, resistensi insulin biasanya dapat membaik.
4. Lebih Banyak Minum Air Putih
Mulai sekarang, kurangi minuman bersoda atau jus buah kemasan. Air putih adalah asupan cairan tanpa kalori yang sangat membantu mengontrol kadar glukosa dalam darah, serta menjauhkan Anda dari ancaman diabetes tipe 2 di masa depan.
Selain itu, penderita prediabetes atau gula darah tinggi juga bisa berikhtiar untuk menjaga kadar gula darah dengan produk herbal Habbatus Sauda 4 in 1. Formula Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis, terbukti empiris berkhasiat untuk menjaga kadar gula dan tekanan darah.


