Data di Amerika Serikat menunjukkan, 1 dari 5 perempuan usia 55 ingga 75 tahun berisiko mengalami stroke. Stroke sendiri jadi salah satu penyebab kematian utama pada perempuan. Oleh karena itu, mencegah stroke sedari dini jadi satu perhatian yang cukup penting.
Risiko stroke pada perempuan bahkan terus meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah memasuki masa menopause. Nah, sebuah studi terbaru melaporkan bahwa diet Mediterania dengan minyak zaitun terbukti bisa menurunkan risiko stroke ini.
Diet Mediterania dan Minyak Zaitun Bermanfaat dalam Mencegah Stroke

Studi yang terbit di jurnal Neurology Open Access milik American Academy of Neurology membuktikan bahwa perempuan yang rutin menjalani Diet Mediterania memiliki risiko lebih rendah terkena berbagai jenis stroke.
Nah, minyak zaitun sebagai pola makan utama di dalam diet ini, kaya akan lemak tak jenuh yang bertugas menjaga pembuluh darah tetap bersih dan elastis. Dalam jangka panjang, hal ini juga bermanfaat dalam mencegah dan menurunkan risiko stroke.
Diet Mediterania sendiri bukanlah diet yang ketat dan menyiksa. Pola makan ini justru fokus pada konsumsi makanan enak yang sangat sehat untuk jantung. Diet ini mengombinasikan antara serat, antioksidan, dan lemak yang sehat, seperti berikut!
- Porsi sayur dan buah segar yang melimpah.
- Kacang-kacangan dan biji-bijian sebagai camilan sehat.
- Penggunaan minyak zaitun sebagai sumber lemak sehat pengganti mentega atau minyak goreng.
- Ikan laut sebagai sumber utama protein hewani.
- Membatasi (bukan melarang sama sekali) konsumsi daging merah dan produk susu.
Fakta Menarik dari Penelitian Selama 20 Tahun
Menariknya, para peneliti memantau lebih dari 105 ribu perempuan dari kalangan guru dan staf sekolah di California selama kurang lebih 20 tahun. Para partisipan berusia 38 hingga 67 tahun saat studinya dimulai.
Pada awal penelitian, mereka mengisi kuesioner rinci terkait kebiasaan makan selama satu tahun terakhir. Peneliti kemudian menilai seberapa patuh para partisipan terhadap pola diet Mediterania menggunakan sistem skor 9 poin. Hasil penelitian pasca 20 tahun cukup memuaskan!
- Secara keseluruhan, perempuan yang konsisten melakukan Diet Mediterania mengalami penurunan risiko stroke hingga 18 persen.
- Risiko stroke iskemik, yaitu stroke yang terjadi karena sumbatan pembuluh darah di otak, bisa turun hingga 16 persen.
- Risiko stroke hemoragik, yaitu stroke akibat pecahnya pembuluh darah (perdarahan) di otak, bahkan turun drastis hingga 25 persen.
Temuan tentang stroke hemoragik ini cukup membuat takjub para ahli, karena selama ini gaya hidup sehat biasanya lebih sering dikaitkan dengan pencegahan stroke iskemik saja.
Diet Mediterania dengan Minyak Zaitun Juga Bagus untuk Kesehatan Tubuh dan Otak
Jauh sebelum hasil studi ini terbit, diet Mediterania dan minyak zaitun sebetulnya juga telah terbukti berkaitan dengan penurunan risiko kepikunan (demensia), penyakit gusi, depresi, kanker payudara, hingga diabetes.
“Ini bukanlah hal yang mengejutkan. Sudah banyak bukti bahwa pola makan berbasis nabati utuh dan rendah lemak sangat baik untuk mencegah penyakit jantung dan otak,” kata Dr. Andrew Freeman, seorang ahli kardiologi preventif.
Senada dengan hal tersebut, penulis studi, Dr. Sophia Wang, memberikan pesan penting bagi para perempuan. “Studi ini menunjukkan ada hal yang bisa kita lakukan untuk meminimalkan risiko itu, salah satunya dengan diet sehat seperti Mediterania,” jelasnya.
Kesimpulannya, pola makan yang dominan nabati, utuh, dan sehat bagi pembuluh darah dapat menjadi kunci pencegahan stroke, terutama pada perempuan yang memasuki usia lanjut.


