Entah karena menikah, pekerjaan, studi, ikut orang tua, atau sekadar berwisata, hampir setiap orang pernah pindahan. Anehnya, menurut survei, tak sedikit orang yang pindah rumah menjadi gampang sakit, entah itu pilek, flu, alergi, dan semacamnya.
Tidak sedikit pula yang mengaitkan kondisi ini dengan hal-hal mistis, semisal menganggap rumahnya tidak cocok, panas, atau bahkan ada penunggu. Padahal, kalau kita melihat dari sisi medis dan ilmiah, fenomena ini sebetulnya sangat masuk akal. Mari kita bahas!
Tubuh Gampang Sakit saat Pindah Rumah
Nah, perpindahan domisili, sering menyebabkan penurunan kondisi fisik. Fenomena ini tentu memunculkan tanda tanya besar, sebenarnya tubuh kita sedang mengalami reaksi apa saat berada di tempat baru? Ternyata, berikut penjelasannya!
1. Adaptasi Lingkungan Baru

Lingkungan baru bukan cuma soal rumah yang berbeda, tapi juga udara, suhu, kelembapan, debu, dan mikroorganisme yang ada di sekitarnya. Tiap tempat juga memiliki ekosistem mikroba sendiri, yang semuanya berbeda.
Nah, saat Anda pindah rumah, tubuh akan bertemu dengan bakteri, virus, atau alergen yang sebelumnya jarang atau bahkan belum pernah dihadapi. Sistem imun pun butuh waktu untuk mengenali dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru tersebut.
Bahkan, kondisi ini bisa jadi makin terasa jika Anda pindah dari daerah panas ke daerah dingin (atau sebaliknya), pindah dari desa ke kota yang lebih berpolusi, atau berpindah dari tempat kering ke tempat yang lebih lembap dan berdebu.
Udara dingin, sebagai contoh, mampu menghambat kerja protein tertentu dalam sistem imun yang berfungsi melawan virus. Itulah sebabnya, banyak orang lebih mudah terkena flu saat cuaca dingin atau musim pancaroba.
2. Merasa Stres saat Pindahan

Pindahan rumah jarang menjadi proses yang santai. Ada banyak hal yang harus kita urus, mulai dari beres-beres, packing, mengurus administrasi, menyesuaikan pekerjaan dan sekolah baru, hingga adaptasi dengan tetangga dan kehidupan baru.
Semua ini memicu stres, baik sadar maupun tidak. Ketika stres, tubuh melepaskan hormon kortisol. Dalam jangka pendek, kortisol membantu tubuh agar bisa bertahan. Namun, jika stres berlangsung lama, hormon ini justru bisa menekan sistem kekebalan tubuh.
Hal ini, tentu bisa menyebabkan tubuh gampang sakit saat pindah rumah. Stres bikin tubuh lebih mudah terinfeksi virus atau bakteri, jika sedang sakit bisa bikin pemulihan jadi lebih lambat, dan jika keluhannya ringan bisa bikin terasa lebih berat.
3. Jam Tidur Berantakan

Lingkungan baru biasanya mengubah kebiasaan tidur. Ini karena suasana rumah belum terbiasa, suara lingkungan berbeda, aktivitas berubah, atau sesimpel kasur atau posisi tidur yang masih terasa aneh.
Jika Anda pindah ke kota atau negara dengan perbedaan waktu (jet lag), efeknya akan lebih terasa. Ritme sirkadian tubuh yang mengatur waktu tidur, metabolisme, hingga sistem imun bisa menjadi kacau karena pergeseran waktu ini.
Lebih lanjut lagi, kurang tidur atau tidur tidak berkualitas dapat menurunkan daya tahan tubuh, membuat tubuh sulit melawan infeksi, hingga mampu menyebabkan sakit kepala, badan pegal, dan sulit konsentrasi. Tak heran, setelah pindahan, badan terasa gampang drop.
4. Tak Cocok dengan Makanannya
Lingkungan baru hampir selalu berarti pola makan baru juga. Entah karena mencoba kuliner khas daerah tersebut, sering jajan karena belum sempat masak, atau sekadar ikut-ikutan orang sekitar.
Masalahnya, tidak semua tubuh bisa langsung cocok dengan bumbu-bumbu tertentu, tingkat kepedasan yang berbeda, jenis minyak, cara olah, atau bahan makanan yang sebelumnya tak pernah kita makan.
Tak heran, jika tidak cocok dengan makanan di tempat baru, reaksi yang akan muncul biasanya berupa alergi, sakit perut, mual, diare, perut kembung. Terlebih jika Anda punya riwayat alergi makanan tertentu. Nah, hal ini perlu kehati-hatian tersendiri.
5. Akumulasi Kelelahan Fisik

Merasa gampang sakit saat pindah rumah, bisa juga disebabkan karena kelelahan fisik. Pindahan rumah memang sering kali melibatkan aktivitas fisik ekstra, seperti angkat barang, beres-beres, kurang istirahat, dan makan tidak teratur.
Kelelahan ini mungkin terasa sepele, tapi jika dibiarkan, bisa menurunkan stamina dan imunitas. Saat tubuh lelah, energi untuk melawan infeksi akan berkurang, tubuh lebih sensitif terhadap perubahan lingkungan, keluhan ringan jadi mudah muncul.
Wajarkah Gampang Sakit saat Pindah Rumah?
Sangat wajar. Tubuh tak bisa langsung menyesuaikan diri dalam semalam. Ia butuh waktu untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan, rutinitas, dan tekanan mental yang baru. Cukup lazim jika di tempat yang baru, tubuh perlu banyak penyesuaian.
Nah, kondisi ini biasanya hanya bersifat sementara. Dengan istirahat yang cukup, pola makan yang seimbang, manajemen stres yang baik, menjaga kebersihan lingkungan di tempat baru, tubuh akan kembali stabil dan daya tahan meningkat seiring waktu.
Daya tahan tubuh yang kuat adalah kunci untuk menangkal infeksi penyakit. Untuk menjaga daya tahan tubuh tetap kuat, kita bisa rutin mengonsumsi Habbatus Sauda Habasyi HIU. Antioksidan thymoquinone di dalamnya, mampu menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Khasiat immunomodulator tersebut, bermanfaat dalam meningkatkan fungsi sel imun, mengatur produksi sitokin, efek antioksidan dan anti-inflamasi untuk melindungi sel-sel dari radikal bebas. Tertarik mencoba suplemen herbal alami ini?



