Mitos larangan memakan daging kambing bagi penderita tekanan darah tinggi sepertinya sudah mendarah daging di masyarakat kita. Banyak yang sengaja menghindari sate-satean, gulai, hingga kambing guling lantaran takut tensinya naik.
Padahal, sebetulnya bukan daging kambing yang bikin tekanan darah kita melonjak. Nah, menurut Guru Besar Fakultas Peternakan di IPB University, Prof. Dr. Ir. Ronny Rachman Noor, M.Rur.Sc., tak ada landasan ilmiah yang jelas menyebut daging kambing memicu hipertensi.
Penyebab Utama Tekanan Darah Naik bukan Daging Kambing

Menurut Prof. Ronny, daging kambing pada dasarnya sama saja dengan jenis daging merah lainnya. Sama sekali tidak ada bukti ilmiah yang secara spesifik menyebutkan bahwa makan daging kambing bisa memicu hipertensi.
Malahan, daging kambing justru punya fakta nutrisi yang mungkin akan membuat kita terkaget-kaget. Ketimbang daging sapi ataupun domba, daging kambing justru menjadi alternatif daging merah yang sangat baik dan paling sehat.
Kandungan lemaknya lebih sedikit, kepadatan proteinnya lebih tinggi, dan profil kolesterolnya juga terbilang lebih ramah. Lantas, dari mana muasal naiknya darah tinggi setelah memakan daging kambing? Prof. Ronny menyebut masalahnya ada pada cara masak dan penyajian.
Hipertensi karena Cara Masak Dagingnya Salah
Prof. Ronny menekankan bahwa metode pengolahan punya pengaruh yang jauh lebih besar daripada sekadar jenis daging apa yang kita makan. Daging kambing yang aslinya sehat biasa diolah dengan cara digoreng, dibakar dengan banyak saus berlemak, atau disiram kuah kental.
Belum lagi, ada tambahan garam, kecap, serta mentega yang berlebihan. Nah, bumbu-bumbu berlebih dan tambahan lemak inilah yang sebenarnya menjadi tersangka utama yang mengubah potongan daging kambing sehat menjadi hidangan pemicu darah tinggi.
“Namun, hal itu bisa disebabkan karena cara penyajian dan konsumsi yang terkait erat dengan hipertensi,” ucap Prof. Ronny melalui keterangan tertulis dalam situs resmi IPB, dikutip pada Senin (10/4/2026).
Prof. Ronny menekankan perlu adanya pemahaman soal metode penyajian dari daging tersebut. Sebab, itu lebih berpengaruh besar daripada jenis dagingnya sendiri. Daging kambing, jika cara pengolahannya benar, tak akan menyebabkan tekanan darah naik.
Tips Mengonsumsi Daging Kambing yang Aman untuk Tekanan Darah
Dari penjelasan Prof. Ronny, kita jadi tahu bahwa daging kambing bukanlah penyebab utama hipertensi. Hanya saja, hal tersebut tidak serta-merta menjadikan kita bebas mengonsumsinya tanpa aturan. Agar daging kambing tak memicu naiknya tensi, coba lakukan tips berikut!
- Sebaiknya pilih potongan daging kambing yang rendah lemaknya, seperti bagian paha, punggung, atau has dalam. Selain rendah lemak, bagian tersebut juga memiliki protein dan zat besi yang lebih banyak.
- Hindari potongan daging kambing yang memiliki lemak berlebih, seperti perut, iga, jeroan, dan kaki. Bagian-bagian berlemak ini bisa memicu hipertensi lantaran ia mampu meningkatkan kadar kolesterol jahat.
- Pada dasarnya, lemak dan kalori ialah asupan yang harus ada batasannya. Daging kambing adalah hidangan yang sebaiknya dimakan sesekali saja pada jarak waktu tertentu, bukan makanan sehari-hari.
- Sebisa mungkin hindari penggunaan minyak berlebih dan metode masak yang memasukkan terlalu banyak garam ke dalam hidangan. Cara masak lain yang lebih sehat misalnya memanggang, merebus, hingga memasak dengan sedikit minyak zaitun.
- Pemilihan bumbu juga harus lebih bijak. Bumbu instan walau tidak terasa asin, faktanya ia mengandung natrium yang tinggi. Sebagai gantinya, kita bisa menggunakan rempah-rempah tradisional, bumbu alami, atau penyedap dengan jumlah terbatas.
Selain itu, penderita hipertensi juga dapat berikhtiar untuk menjaga tekanan darah dengan produk Habbatus Sauda 4 in 1. Formulanya Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis, terbukti empiris berkhasiat untuk menjaga tekanan darah dan kesehatan pembuluh darah.


