Sulit rasanya menolak aneka kudapan telur. Rasanya lezat, praktis, dan bernutrisi. Tak heran, banyak yang mengandalkan telur untuk menu sarapan dan lauk sehari-hari. Akan tetapi, di balik kelebihannya, kadar kolesterol dalam telur kerap menjadi konsen tersendiri.
Banyak kabar di luaran sana yang mengatakan bahwa telur itu tinggi kolesterol. Hal ini terkadang bikin kita waswas. Namun pertanyaannya, benarkah demikian, atau cuma mitos belaka? Mari kita bongkar fakta sebenarnya.
Mitos atau Fakta, Telur Bikin Kolesterol Naik?

Masih takut makan telur karena isu kolesterol? Pakar kardiologi Dr. James O’Keefe menegaskan bahwa telur pada umumnya aman dan tidak akan menaikkan kolesterol, asalkan dengan porsi yang wajar.
“Telur adalah sumber protein dan nutrisi yang sangat sehat. Anda bisa menikmatinya dengan aman asalkan tidak berlebihan,” tutur Dr. O’Keefe. Nah, jadi anggapan bahwa telur berbahaya bagi jantung dan kolesterol itu salah, ya.
Kalau ada anggapan telur memicu penyakit jantung, pelaku utamanya sebenarnya bukan telur itu sendiri. Yang bikin bahaya justru lauk pendamping tinggi lemak semisal sosis atau daging olahan, serta cara masaknya yang digoreng dengan banyak minyak atau mentega.
Mengutip data Healthline, kebiasaan makan gorengan dan daging olahan inilah yang memicu darah tinggi dan menurunkan kolesterol baik (HDL). Jadi, masalahnya ada pada cara masak dan lauk pendampingnya, bukan pada telurnya.
Batas Aman Makan Telur dalam Sehari
Agar kesehatan tetap optimal, para ahli dari Mayo Clinic menyarankan kita untuk menjaga asupan kolesterol di bawah 300 mg per hari. Nah, sebutir telur rata-rata mengandung sekitar 186 mg kolesterol, sebagian besar ada di kuning telurnya.
Itu artinya, makan sebutir telur utuh sudah memenuhi lebih dari separuh kebutuhan harian kita. Namun, jika kita ingin makan telur lebih banyak untuk mengejar asupan protein tanpa takut kolesterol berlebih, maka cukup konsumsi bagian putih telurnya saja.
Manfaat Makan Telur secara Rutin
Bagi orang yang sehat, mengonsumsi hingga tujuh butir telur seminggu terbukti aman bagi jantung. Bahkan, makan telur secara rutin juga memberi ragam manfaat yang tak bisa kita anggap remeh.
- Berdasarkan tinjauan di Skyline University, antioksidan pada telur efektif menekan stres oksidatif dan peradangan. Kandungan proteinnya yang tinggi juga berperan dalam menstabilkan tekanan darah.
- Kuning telur mengandung senyawa lutein dan zeaxanthin, antioksidan kuat yang bekerja di retina mata. Keduanya bertugas melawan proses degeneratif dan mencegah degenerasi makula yang dapat berujung pada kebutaan di usia senja.
Dr. O’Keefe menilai porsi dua butir telur per hari adalah hal yang sangat wajar. Guna menjaga performa kardiovaskular, ia juga merekomendasikan telur yang telah diperkaya dengan omega-3.
“Saya pribadi sangat suka telur dan bisa menghabiskan sekitar 14 butir dalam seminggu. Namun triknya, saya menyingkirkan setidaknya setengah dari jumlah kuning telurnya, sebab di sanalah seluruh kolesterol berada,” jelasnya.
Sebagai ikhtiar lanjutan, Habbatus Sauda 4 in 1 juga bisa menjadi opsi untuk menjaga kadar kolesterol tetap normal. Formula Nigella sativa, Oleum europaea, VCO, dan propolis di dalamnya, terbukti secara empiris berkhasiat untuk kesehatan pembuluh darah dan metabolisme lemak.

