Banyak yang mengira asam urat murni timbul karena hobi makan jeroan, seafood, atau makanan manis. Padahal, orang yang pola makannya ketat pun tak jarang bisa mengalaminya. Lantas, apakah ada faktor lain yang bisa menyebabkan asam urat?
Fakta menariknya, asam urat bukanlah penyakit baru. Penyakit ini sudah eksis dan tercatat sejak abad ke-5. Zaman dulu, orang-orang menyebutnya dengan unwalkable disease, alias penyakit yang membuat penderitanya tak bisa jalan, karena saking sakitnya.
Nah, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, baru pada abad ke-17 para ilmuwan mulai menyadari bahwa asam urat bukan hanya soal makanan saja, faktor genetik atau keturunan ternyata turut memengaruhi timbulnya penyakit ini.
Faktor Keturunan Bisa Menyebabkan Asam Urat

Melansir dari halaman detikHealth, di dalam tubuh kita, ada sebuah mekanisme bernama renal-urate transport system. Sistem inilah yang bertugas membersihkan sisa asam urat dari aliran darah menuju ginjal agar tubuh bisa membuangnya lewat urine.
Biasanya hanya sekitar 10% asam urat yang terbuang, sementara 90% sisanya terserap kembali untuk keperluan yang lain. Nah, sistem transportasi inilah yang bertugas sebagai pengaturnya, menentukan secara pasti berapa banyak asam urat yang harus dibuang atau disimpan.
Masalah bisa saja muncul jika kita mewarisi genetik ABCG2 dan SLC2A9. Gen versi lambat ini membuat renal-urate transport system di tubuh tidak seefisien orang normal. Akibatnya, laju pembuangan melambat dan memicu penumpukan kristal pada sendi.
“Banyak penelitian modern yang secara tegas membuktikan bahwa penyakit asam urat bukanlah kesalahan pribadi penderitanya (melainkan kadang ada faktor keturunan juga),” kata Dr. Panico dari Summit Rheumatology, mengutip dari detikHealth.
Gaya Hidup Tetap Menjadi Faktor yang Utama

Namun, jangan jadikan faktor keturunan sebagai alasan untuk makan sembarangan. Meski mewarisi orang tua yang menderita asam urat, ini bukan berarti kita pasti mengalaminya juga. Jika kita mengubah gaya hidup, risiko asam urat tetap bisa ditekan.
Gaya hidup tetaplah menjadi faktor utama yang menyebabkan asam urat. Satu langkah paling penting adalah mencegah obesitas. Tumpukan lemak, terutama di perut, melepaskan zat pemicu radang yang membuat nyeri asam urat terasa berkali-lipat lebih sakit.
Hal ini sejalan dengan penjelasan Dr. Panico. Menurutnya, kegemukan adalah pemicu utama keparahan asam urat. Dengan makan sehat, kita tidak hanya memangkas purin, tapi juga menjaga berat badan agar terhindar dari hipertensi dan diabetes.
Jika Anda punya keluhan asam urat, cobalah ikhtiar dengan konsumsi Habbatus Sauda 4 in 1. Kapsul herbal yang memformulasikan Nigella sativa, Olea europaea, VCO, dan propolis ini, memiliki efek anti-inflamasi alami dan bisa membantu meredakan radang pada sendi.

